NewsBojonegoro.com — Mutasi jabatan yang menempatkan Iwan Sopian, S.T., M.M. sebagai Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Kabag PBJ) Setda Kabupaten Bojonegoro tidak hanya menandai babak baru dalam karier birokrasi, tetapi juga meninggalkan rasa kehilangan bagi masyarakat Kecamatan Ngasem. Sejumlah kepala desa dan tokoh masyarakat mengakui, kepindahan Iwan Sopian menjadi momen emosional karena sosoknya dinilai berhasil menghadirkan pemerintahan yang dekat, terbuka, dan memasyarakat.
Selama menjabat sebagai Camat Ngasem, Iwan Sopian dikenal konsisten membangun komunikasi langsung dengan warga dan pemerintah desa. Ia tidak membatasi pelayanan pada ruang kantor, melainkan membawa layanan pemerintahan ke ruang publik agar lebih mudah diakses masyarakat. Pendekatan tersebut membuat kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan hingga lapisan terbawah.
Salah satu program yang paling membekas adalah SAPA Ngasem (Wisata Ahad Pagi). Program ini tidak hanya menjadi ruang interaksi sosial dan penggerak UMKM lokal, tetapi juga difungsikan sebagai pusat pelayanan administrasi. Melalui SAPA Ngasem, masyarakat dapat mengurus berbagai keperluan surat-menyurat, konsultasi layanan, hingga menyampaikan aspirasi tanpa harus datang ke kantor kecamatan pada hari kerja.
Tokoh masyarakat Ngasem menilai, SAPA Ngasem telah mengubah pola pelayanan publik yang selama ini dianggap kaku dan berjarak. Pelayanan yang dibawa langsung ke tengah masyarakat dinilai mampu memangkas hambatan birokrasi sekaligus membangun kepercayaan warga terhadap pemerintah.
“Beliau menghadirkan pelayanan dengan pendekatan yang manusiawi. Warga merasa dilayani, bukan sekadar dilayani secara administratif,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Selain SAPA Ngasem, Iwan Sopian juga menggagas program menabung sampah untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Melalui program ini, masyarakat tidak lagi harus membayar PBB dengan uang tunai, melainkan dengan sampah yang telah dipilah. Sampah tersebut kemudian diolah menjadi maggot dan bahan bakar alternatif, sehingga memiliki nilai ekonomi dan manfaat lingkungan.
Inovasi tersebut dinilai sebagai terobosan yang tidak hanya meringankan beban warga, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pengelolaan sampah dan keberlanjutan lingkungan. Program ini berjalan terpisah dari SAPA Ngasem, namun saling melengkapi dalam membangun budaya partisipasi masyarakat.
Di bidang pelayanan publik, Kecamatan Ngasem mencatat Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 97,46 dengan kategori sangat baik. Penilaian dilakukan melalui sistem barcode yang dapat dipindai langsung oleh masyarakat setelah menerima layanan, sebagai bentuk transparansi dan evaluasi kinerja aparatur.
Tak hanya itu, Kecamatan Ngasem juga meraih penghargaan Harapan II melalui inovasi “Si Imut My Darling”. Kecamatan ini bahkan dikenal sebagai satu-satunya kecamatan yang tidak menggunakan sistem pelayanan berbasis aplikasi, namun tetap mampu menjaga efektivitas layanan dan menekan pemborosan anggaran.
Menanggapi kepindahannya, Iwan Sopian menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Ngasem atas dukungan dan kebersamaan selama masa jabatannya.
“Apa yang sudah kita lakukan di Ngasem adalah kerja bersama. Saya hanya mengoordinasikan. Semangatnya adalah bagaimana pelayanan bisa lebih dekat, sederhana, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Iwan Sopian. JUmat (30/1/2026).
Ia berharap, berbagai program yang telah berjalan, khususnya SAPA Ngasem, dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh kepemimpinan selanjutnya.
Seiring mutasi jabatan tersebut, warga Ngasem menyampaikan harapan besar agar camat pengganti nantinya mampu melanjutkan program-program yang telah berjalan, sekaligus mempertahankan gaya kepemimpinan yang profesional dan membumi.
“Kami berharap camat yang baru nanti bisa melanjutkan SAPA Ngasem dan tetap dekat dengan masyarakat, seperti yang sudah dibangun selama ini,” ungkap salah satu warga.
Meski kini mengemban amanah baru di lingkungan Setda Bojonegoro, jejak kepemimpinan Iwan Sopian di Kecamatan Ngasem dinilai akan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan pelayanan publik di wilayah tersebut.




















