News Bojonegoro – Kekecewaan para sopir truk di Kabupaten Bojonegoro kembali mencuat. Setelah aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Bojonegoro pada 19 Juni 2025 tak kunjung direspons secara konkret, para sopir yang tergabung dalam komunitas AllKom Truck Bojonegoro memutuskan menggelar aksi mogok sebagai bentuk protes lanjutan.
Koordinator aksi, Ahmad Irsyad, menyebut bahwa aksi ini dilakukan secara damai dengan cara berhenti beroperasi dan beristirahat di rumah masing-masing, terhitung mulai 12 hingga 14 Juli 2025.
“Kita masih menunggu kabar dari aksi kemarin untuk bertemu lagi. Kita lihat ke depan seperti apa. Aksi ini damai, kita istirahat di rumah masing-masing,” ujar Irsyad saat dikonfirmasi pada Jumat (11/7/2025).
Aksi mogok ini merupakan kelanjutan dari demonstrasi sebelumnya yang melibatkan sekitar 30 sopir dan 25 unit truk. Mereka menyuarakan penolakan terhadap penerapan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 72 Tahun 2019 tentang batas maksimal muatan dan dimensi kendaraan angkutan barang, yang dinilai menyulitkan para sopir di lapangan.
Dalam aksi tersebut, beberapa sopir bahkan sempat menghentikan truk yang melintas untuk mengajak rekan sejawat bergabung dalam solidaritas. Para sopir merasa bahwa aturan tersebut membatasi ruang gerak mereka dan menambah beban kerja serta biaya operasional.
Dalam pertemuan dengan Pimpinan DPRD Bojonegoro, Mitro’atin, pada aksi sebelumnya, Ahmad Irsyad menyampaikan sejumlah keluhan, termasuk pelaksanaan operasi Over Dimension Over Load (ODOL) yang dianggap belum tersosialisasi dengan baik namun sudah diterapkan secara represif.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Mitro’atin kepada newsbojonegoro.com menyampaikan, hearing sudah di jadwalkan melalui Banmus.













