News Bojonegoro – Warga Bojonegoro dikejutkan dengan perubahan warna air Sungai Bengawan Solo yang mendadak menghitam sejak Senin malam (23/9/2025). Kondisi itu terlihat jelas di sekitar Bendung Gerak, Desa Padang, Kecamatan Trucuk, dan langsung mengundang perhatian masyarakat.
Merespons laporan warga, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro segera turun ke lokasi untuk mengecek kondisi sekaligus mengambil sampel air. Sekretaris DLH Bojonegoro, Beny Subiakto, S.STP., M.M., menyampaikan bahwa sampel tersebut langsung dibawa ke laboratorium di Surabaya untuk dilakukan uji kandungan.
“Sesuai PP Nomor 22 Tahun 2021, kami sudah mengambil sampel untuk diuji di laboratorium. Ada kemungkinan pencemaran ini berasal dari wilayah Ngawi, dan kami juga telah berkoordinasi dengan DLH Ngawi,” terangnya.

Hasil uji laboratorium kini menjadi kunci untuk memastikan sumber dan jenis pencemar. Warga di bantaran Bengawan Solo pun berharap pemerintah bergerak cepat, agar sungai yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan tetap terjaga kelestariannya. (Atta/Red)













