Polres Bojonegoro Rilis Capaian Kinerja Akhir Tahun 2025, Kejahatan Konvensional Naik, Laka Lantas dan PPA Turun

Konferensi pers akhir tahun Polres Bojonegoro memaparkan tren kriminalitas 2025, dengan kenaikan kejahatan konvensional dan penurunan signifikan pada laka lantas serta kasus PPA.

TNI/Polri486 Dilihat
banner 400x130

News Bojonegoro — Kepolisian Resor Bojonegoro menggelar Konferensi Pers Akhir Tahun 2025 pada Senin (29/12/2025). Dalam kesempatan tersebut, Polres Bojonegoro memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025, mencakup penanganan tindak pidana kriminal, lalu lintas, narkoba, hingga kejahatan yang menjadi atensi Presiden.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Bupati Bojonegoro, Ketua PC Nahdlatul Ulama Bojonegoro, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Bojonegoro, serta sejumlah awak media.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Setya Permadi, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 terdapat dinamika signifikan dalam penanganan perkara. Sejumlah jenis kejahatan mengalami peningkatan, namun di sisi lain terdapat penurunan pada kasus-kasus tertentu yang berdampak langsung terhadap keselamatan serta perlindungan masyarakat.

“Capaian ini menjadi bahan evaluasi kami. Meski terdapat peningkatan pada beberapa jenis kejahatan, Polres Bojonegoro juga mencatat penurunan signifikan pada kasus yang berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa dan kelompok rentan,” ujar Kapolres.

Dalam penanganan perkara pembunuhan, Polres Bojonegoro mencatat satu kasus pembunuhan berencana yang terjadi pada Selasa, 29 April 2025, sekitar pukul 04.15 WIB di Mushola Al Manar, Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem. Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga korban jiwa, dengan dua korban meninggal dunia di lokasi kejadian dan satu korban meninggal dunia di rumah sakit. Kapolres menegaskan, perkara tersebut telah dinyatakan tuntas dan berkekuatan hukum tetap melalui putusan Pengadilan Negeri Bojonegoro.

Sementara pada kasus pencurian dengan pemberatan, Polres Bojonegoro berhasil mengungkap perkara pencurian rel kereta api di Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan, serta Desa Tikusan, Kecamatan Kapas. Satu orang tersangka diamankan bersama barang bukti berupa besi rel kereta api. Selain itu, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan pelaku pasangan suami istri juga berhasil diungkap, dengan modus memanfaatkan sepeda motor yang masih terpasang kunci kontak.

Di bidang tindak pidana korupsi, sepanjang tahun 2025 Polres Bojonegoro menangani satu perkara, meningkat 100 persen dibandingkan tahun 2024 yang nihil kasus. Dalam perkara tersebut, satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka dengan nilai kerugian negara mencapai Rp394.307.642. Hingga kini, proses penelusuran serta pengembalian aset masih terus dilakukan.

Lalu Lintas: Kecelakaan Naik, Korban Meninggal Menurun
Di sektor lalu lintas, jumlah kecelakaan sepanjang tahun 2025 tercatat mengalami peningkatan sebesar 46,32 persen atau bertambah 347 kasus, dari 749 kasus pada tahun 2024 menjadi 1.096 kasus pada tahun 2025.

Namun demikian, jumlah korban meninggal dunia justru mengalami penurunan sebesar 5,64 persen. Dari 195 korban meninggal dunia pada tahun 2024, turun menjadi 184 korban pada tahun 2025.

Selain itu, jumlah pelanggaran lalu lintas juga menurun signifikan sebesar 45,85 persen, dari 12.034 pelanggaran pada tahun 2024 menjadi 6.518 pelanggaran di tahun 2025. Penindakan dilakukan melalui tilang manual dan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), dengan total barang bukti yang diamankan sebanyak 791 unit.

Penanganan kejahatan terhadap perempuan dan anak (PPA) menunjukkan tren penurunan yang cukup tajam. Pada tahun 2025 tercatat 15 perkara, turun dari 50 perkara pada tahun 2024 atau menurun sebesar 70 persen.

Jenis perkara PPA yang paling banyak ditangani meliputi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebanyak 9 perkara dan persetubuhan sebanyak 6 perkara. Kapolres menegaskan bahwa setiap penanganan perkara PPA dilakukan dengan pendekatan khusus, termasuk pendampingan psikologis serta penerapan mekanisme diversi bagi anak.

Pada kategori kejahatan yang menjadi atensi Presiden, kasus narkoba mengalami peningkatan. Sepanjang tahun 2025, Polres Bojonegoro menangani 70 perkara narkoba, meningkat 9,37 persen dibandingkan tahun 2024. Barang bukti yang diamankan berupa sabu seberat 74,54 gram dan pil dobel L sebanyak 70.711 butir, dengan nilai ekonomis mencapai Rp465.365.000.

Sementara itu, penanganan kasus judi online mengalami penurunan drastis. Pada tahun 2025 tercatat 5 perkara, turun dari 43 perkara pada tahun sebelumnya atau menurun sebesar 88,37 persen. Untuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO), sepanjang tahun 2025 tidak ditemukan perkara, atau turun 100 persen dibandingkan tahun 2024.

Secara umum, jumlah kejahatan konvensional (Crime Total/CT) pada tahun 2025 tercatat sebanyak 367 perkara, meningkat 15,77 persen dibandingkan tahun 2024. Meski demikian, tingkat penyelesaian perkara (Crime Clearance/CC) juga meningkat menjadi 458 perkara atau naik 14,21 persen.

Menutup konferensi pers, Kapolres Bojonegoro menegaskan komitmen jajarannya untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat upaya pencegahan kejahatan, serta memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik kepada masyarakat.

“Kami menjadikan capaian dan evaluasi tahun 2025 sebagai pijakan untuk meningkatkan profesionalitas, transparansi, dan kepercayaan publik di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *