NewsBojonegoro.com – DPD Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro di bawah kepemimpinan Ahmad Supriyanto kembali menunjukkan komitmennya sebagai partai yang hadir di tengah masyarakat. Melalui peluncuran dua program unggulan, Rumah Aspirasi dan Badan Bantuan Hukum dan HAM (Bakumham), Golkar Bojonegoro menegaskan arah politik baru yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Sabtu (24/10/2025), DPD Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro resmi meluncurkan kedua program tersebut sebagai wujud nyata pengabdian partai dalam memperkuat pelayanan dan memperjuangkan aspirasi rakyat.
Peresmian yang digelar di Kantor DPD Partai Golkar Bojonegoro itu dihadiri oleh Ketua DPP Partai Golkar Zulfikar Arse Sadikin, S.IP., M.Si., Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jatim Bidang Perempuan Hj. Mitroatin, S.Pd., jajaran Fraksi Partai Golkar Bojonegoro, pengurus partai, serta ratusan simpatisan.
Dalam sambutannya, Zulfikar Arse Sadikin menegaskan bahwa peluncuran Rumah Aspirasi dan Bakumham merupakan bentuk konsistensi Golkar sebagai partai yang selalu hadir untuk rakyat, bukan hanya saat pemilu.

“Rumah Aspirasi ini menjadi wadah bagi masyarakat Bojonegoro untuk menyampaikan ide, keluhan, dan harapan mereka. Golkar hadir untuk mendengar dan mencari solusi nyata. Suara rakyat adalah suara Golkar,” tegas Zulfikar.
Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, menyampaikan apresiasi atas dukungan DPP dan DPD Jawa Timur. Ia berharap Rumah Aspirasi menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara masyarakat dan partai, sekaligus ruang partisipatif untuk menyalurkan aspirasi rakyat secara terbuka.
Program ini, lanjut Ahmad Supriyanto, dirancang sebagai wadah yang inklusif tanpa memandang latar belakang sosial maupun politik.

“Kami ingin membangun politik yang menyenangkan dan penuh solusi. Rumah Aspirasi ini kami siapkan agar masyarakat bisa datang, berdialog, dan didengar langsung. Ini rumah bagi semua warga Bojonegoro, bukan hanya untuk kader Golkar,” ujar Ahmad Supriyanto yang akrab disapa Mas Pri.
Melalui Rumah Aspirasi, Golkar akan menginventarisasi berbagai persoalan masyarakat seperti infrastruktur, pendidikan, pertanian, ketenagakerjaan, hingga isu sosial. Selanjutnya, aspirasi tersebut akan diteruskan ke instansi terkait untuk ditindaklanjuti.
Selain itu, Golkar Bojonegoro juga menghadirkan Bakumham (Badan Bantuan Hukum dan HAM) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kecil yang membutuhkan perlindungan hukum. Melalui lembaga ini, masyarakat bisa memperoleh konsultasi, advokasi, dan pendampingan hukum secara gratis.
“Kami ingin memastikan bahwa keadilan tidak hanya milik mereka yang mampu membayar pengacara. Bakumham hadir agar rakyat kecil punya tempat mengadu dan mendapat perlindungan yang layak,” jelas Ahmad Supriyanto.
Golkar Bojonegoro telah menyiapkan tim hukum yang terdiri dari advokat dan relawan untuk membantu masyarakat dalam berbagai persoalan, mulai dari sengketa tanah, ketenagakerjaan, hingga urusan administrasi dasar. Langkah ini diharapkan menjadi benteng awal bagi warga dalam menghadapi persoalan hukum.
Kehadiran dua program tersebut menandai arah politik baru yang dikembangkan Golkar Bojonegoro — politik yang membangun, bukan memecah; politik yang melayani, bukan dilayani. Ahmad Supriyanto menegaskan bahwa seluruh inisiatif ini lahir dari semangat pengabdian, bukan ambisi kekuasaan.
“Kami mohon doa restu agar ikhtiar ini membawa manfaat luas. Golkar ingin hadir dalam setiap denyut kehidupan masyarakat: membantu, mendengarkan, dan mengabdi. Karena bagi kami, politik sejati adalah ketika rakyat benar-benar merasakan manfaatnya,” pungkasnya.
Sebagai wujud kedekatan dengan masyarakat, dalam kegiatan peresmian tersebut DPD Partai Golkar Bojonegoro juga mengundang lebih dari 200 pengemudi ojek online, 100 ojek pangkalan, serta puluhan pengemudi becak. Mereka turut hadir dan menyatakan dukungan atas langkah partai dalam membuka ruang dialog serta memberikan pelayanan hukum bagi rakyat.















