Dana BKKD Rp1,6 Miliar Bangun Jalan 800 Meter di Desa Banjarejo Sumberrejo, Petani Kini Lebih Mudah Angkut Hasil Panen

Uncategorized200 Dilihat
banner 400x130

Newsbojonegoro.com | Bojonegoro – Program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satunya dirasakan warga Desa Banjarejo, Kecamatan Sumberrejo, yang memanfaatkan anggaran BKKD sebesar Rp1,6 miliar untuk membangun jalan desa sepanjang sekitar 800 meter.

Pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan, sekaligus meningkatkan akses transportasi masyarakat dan menunjang aktivitas ekonomi, khususnya sektor pertanian.

Kepala Desa Banjarejo, Moch. Sahroni, mengatakan seluruh dana BKKD tahun 2025 diprioritaskan untuk pembangunan jalan cor beton di dua titik yang selama ini menjadi kebutuhan utama warga.

Baca Juga: Bojonegoro Terus Berbenah, Pemkab Siapkan Penggantian Jembatan Mojorejo–Tapelan Senilai Rp15,11 Miliar

“Realisasi BKKD tahun ini kami fokuskan untuk pembangunan jalan desa. Ada dua titik pekerjaan dengan total panjang sekitar 800 meter dan lebar empat meter,” ujarnya saat ditemui di Balai Desa Banjarejo. (9/7/2026)

Ia menjelaskan, pembangunan dilakukan di ruas jalan Dusun Gampeng–Banjar sepanjang kurang lebih 700 meter dan Dusun Donglo sepanjang sekitar 100 meter. Kedua ruas tersebut dibangun menggunakan konstruksi cor beton agar lebih kuat, awet, dan mampu menunjang mobilitas masyarakat dalam jangka panjang.

Menurut Sahroni, sebelum dilakukan pembangunan, kondisi jalan di dua lokasi tersebut kerap dikeluhkan warga. Saat musim hujan jalan berubah menjadi berlumpur dan sulit dilalui kendaraan, sedangkan pada musim kemarau dipenuhi debu.

“Kalau musim hujan jalannya berlumpur dan sulit dilewati, sementara saat musim kemarau penuh debu. Sekarang dengan lebar empat meter kendaraan roda empat sudah bisa berpapasan sehingga aktivitas masyarakat jauh lebih lancar,” jelasnya.

Perbaikan akses jalan tersebut juga memberikan manfaat besar bagi sektor pertanian. Sebagian besar masyarakat Desa Banjarejo bekerja sebagai petani sehingga keberadaan jalan yang memadai mempermudah distribusi pupuk, pengangkutan hasil panen, hingga memperlancar aktivitas ekonomi warga.

Selain pembangunan jalan melalui Program BKKD, Pemerintah Desa Banjarejo juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya berupa pembangunan empat titik toren air bersih yang kini telah dimanfaatkan masyarakat.

Meski demikian, Sahroni berharap pemerintah daerah dapat menambah pembangunan sarana air bersih karena masih terdapat sejumlah RT yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air saat musim kemarau.

“Kami berharap Pemkab dapat menambah bantuan pembangunan toren air bersih karena masih ada beberapa RT yang mengalami keterbatasan pasokan air ketika musim kemarau tiba,” katanya.

Selain itu, pemerintah desa juga mengusulkan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT). Menurutnya, sekitar 70 persen penduduk Desa Banjarejo menggantungkan hidup dari sektor pertanian sehingga keberadaan JUT dinilai mampu menekan biaya transportasi sekaligus meningkatkan produktivitas petani.

“Kalau jalan usaha tani bisa sampai ke area persawahan, biaya angkut pupuk maupun gabah tentu lebih murah. Dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya.

Program BKKD juga mendapat apresiasi dari masyarakat. Sumiati, salah seorang warga, mengaku perubahan kondisi infrastruktur desa sangat dirasakan dibanding beberapa tahun sebelumnya.

“Dulu kalau musim panen jalannya rusak dan sulit dilewati. Sekarang jauh lebih nyaman. Anak-anak sekolah juga tidak lagi melewati jalan yang becek, bahkan akses menuju desa tetangga semakin mudah,” ungkapnya.

Baca Juga: Budianto Buka Suara Soal Polemik PBG di Bojonegoro, Tegaskan DPMPTSP Hanya Verifikasi Administrasi dan Tak Pernah Menahan Berkas

Hal senada disampaikan Sumadi, seorang petani yang kini lebih mudah mengangkut pupuk maupun hasil panen setelah jalan desa selesai dibangun.

“Dulu menuju sawah sangat sulit, sekarang sudah bisa dilewati sepeda motor dengan mudah. Program seperti ini benar-benar membantu petani,” katanya.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan Program BKKD merupakan salah satu instrumen pemerataan pembangunan yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan riil masyarakat desa. Karena itu, dana BKKD diharapkan benar-benar dimanfaatkan untuk pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, seperti infrastruktur, penyediaan air bersih, hingga penguatan ekonomi desa.

“BKKD harus benar-benar digunakan untuk kebutuhan yang dirasakan masyarakat, bukan kegiatan seremonial. Saya juga meminta seluruh kepala desa mengelola anggaran secara transparan, tepat sasaran, dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Melalui pembangunan jalan desa, penyediaan sarana air bersih, serta usulan pembangunan Jalan Usaha Tani, Desa Banjarejo menjadi salah satu contoh pemanfaatan dana BKKD yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligusq mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *