Newsbojonegoro.com | Bojonegoro – Kebakaran menghanguskan sebuah rumah di Desa Bendo, RT 12 RW 01, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (8/7/2026) sore. Peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik itu sempat membuat warga sekitar panik karena kobaran api membesar dan dikhawatirkan merembet ke rumah di sekitarnya.
Pantauan NewsBojonegoro.com di lokasi, sejumlah warga terlihat memadati area kebakaran. Sebagian warga membantu proses pemadaman dengan peralatan seadanya, sementara lainnya berupaya mengamankan barang-barang dari rumah yang berada di dekat titik api.
Seorang warga di lokasi mengatakan, api pertama kali diketahui sudah membesar dari bangunan yang dalam kondisi tidak berpenghuni. Warga kemudian berteriak meminta pertolongan hingga akhirnya perangkat desa menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro.
“Kami tahunya api sudah besar. Warga langsung berdatangan membantu, takut apinya merembet ke rumah sebelah,” ujar salah seorang warga yang berada di lokasi.
Warga tersebut juga mengatakan, selain bangunan, kobaran api juga menghanguskan tumpukan gabah hasil panen yang disimpan di dalam rumah, serta sejumlah karung pupuk yang dipersiapkan pemilik untuk musim tanam berikutnya.
“Kasihan, di dalam rumah itu ada tumpukan gabah karena baru selesai panen. Ada juga beberapa karung pupuk yang disiapkan untuk persiapan tanam. Hampir semuanya ikut terbakar,” ujar warga di lokasi.

Baca Juga: Tiga Rumah di Temayang Bojonegoro Ludes Terbakar
Berdasarkan data Dinas Damkarmat Kabupaten Bojonegoro Pos Kota, kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.15 WIB. Laporan diterima petugas pada pukul 16.36 WIB dari Kepala Dusun Bendo, Sugiono. Dua menit kemudian petugas langsung berangkat menuju lokasi dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran serta satu unit mobil suplai air milik BPBD.
Sebanyak delapan personel Damkarmat tiba di lokasi pukul 16.50 WIB dan langsung melakukan pemadaman. Kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 17.22 WIB.
Hasil pendataan petugas menunjukkan penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Rumah permanen berukuran 6 x 8 meter milik Suhud (52), seorang petani, terbakar sekitar 90 persen. Selain bangunan, sekitar 1.000 kilogram pupuk, sofa, dan almari ikut hangus terbakar. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp150 juta.
Meski demikian, petugas berhasil menyelamatkan rumah induk berukuran 6 x 17 meter beserta seluruh isinya dengan nilai aset sekitar Rp300 juta. Tiga orang yang berada di rumah induk juga berhasil diselamatkan sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban luka.
Usai melakukan pemadaman, petugas Damkarmat memberikan edukasi kepada warga mengenai pencegahan kebakaran, penanganan awal saat terjadi kebakaran, serta membagikan nomor layanan darurat. Penanganan kebakaran turut melibatkan BPBD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, Satlinmas, dan masyarakat setempat.
















