Newsbojonegoro.com | Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bergerak cepat menindaklanjuti keluhan warga Desa Deling, Kecamatan Sekar, terkait kondisi jalan penghubung antar dusun yang rusak parah. Setelah video keluhan warga viral di media sosial, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (DPUBM-PR) langsung turun ke lapangan untuk mengecek kondisi sebenarnya.
Beberapa hari lalu, Kepala Dinas PU Bina Marga Bojonegoro, Ir. Chusaifi Ivan R., S.T., M.M., mendatangi Desa Deling dan bertemu langsung dengan warga. Dalam pertemuan tersebut, warga meminta agar dilakukan penanganan darurat terlebih dahulu, mengingat sejumlah titik jalan sudah tidak dapat dilalui, terutama saat musim hujan.
“Kami sudah menyampaikan ke Pak Ivan agar jalan darurat bisa ditangani sementara, minimal dilebarkan atau diuruk menggunakan tanah uruk. Karena kalau hujan, jalan itu benar-benar tidak bisa dilewati,” ujar Widodo, warga Dusun Jonoporong, Desa Deling,
Namun, lanjut Widodo, Kepala Dinas PU Bina Marga menjelaskan bahwa penanganan jalan tersebut memerlukan anggaran cukup besar. Pemerintah daerah telah merencanakan pembangunan ruas Deling–Stren pada tahun anggaran 2026, dengan total nilai pekerjaan mencapai Rp15 miliar.
“Beliau menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan bertahap, dimulai dari arah Deling menuju Stren, sesuai permintaan warga. Tapi pelaksanaannya dijadwalkan tahun 2026,” tambah Widodo.
Meski begitu, warga masih mempertanyakan kepastian waktu pelaksanaan. Sebab, informasi yang diterima, proyek jalan di Kecamatan Sekar biasanya dimulai pada pertengahan tahun.
“Beliau menyampaikan bulan pertama tahun 2026 sudah mulai dikerjakan. Kami belum tahu maksudnya bulan pertama itu Januari atau setelah pertengahan tahun. Kalau bisa jangan lama-lama, paling lambat April sudah mulai,” kata Widodo berharap.
Selain menyampaikan aspirasi ke Dinas PU, Widodo mengaku juga telah mengirimkan pesan kepada Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Mitro’atin, agar berkenan meninjau langsung kondisi jalan di lapangan. Menurutnya, hingga kini Mitro’atin belum sempat hadir, sementara masyarakat terus menunggu.
“Saya sempat mengadu ke Bu Mitro’atin dan sudah dibalas, beliau bilang mau cek langsung ke lokasi. Tapi sampai sekarang belum datang. Warga berharap beliau bisa melihat sendiri bagaimana kondisi jalan di sini,” ungkapnya.
Sebelumnya, warga Desa Deling dan sekitarnya telah bergotong-royong memperbaiki jalan secara swadaya, mengumpulkan dana sekitar Rp15 juta untuk membeli pasir, koral, dan semen. Aksi itu dilakukan demi menjaga akses warga agar tetap bisa dilalui kendaraan ringan sambil menunggu penanganan dari pemerintah daerah.















