NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal dilakukan Kelompok 8 Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Universitas Bojonegoro (Unigoro) di Desa Sumberbendo, Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro. Senin (30/8/2026)
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-TK tidak hanya menggelar sosialisasi mengenai pengelolaan hutan lestari, tetapi juga membagikan 2.000 bibit cabai kepada masyarakat serta melakukan penanaman 20 pohon, terdiri dari 10 pohon trembesi dan 10 pohon tabebuya.
Kegiatan mengusung tema “Optimalisasi Pengelolaan Hutan Lestari Berbasis Potensi Lokal sebagai Upaya Meningkatkan Nilai Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat.” Sosialisasi menghadirkan Fina Sulistiya Ningsih, S.P., M.P., dosen Fakultas Pertanian Universitas Bojonegoro, sebagai narasumber.
Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diajak memahami pentingnya menjaga kelestarian hutan sekaligus mengoptimalkan potensi lokal secara bijak dan berkelanjutan. Pengelolaan sumber daya alam yang tepat dinilai tidak hanya penting bagi keberlangsungan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Pembagian 2.000 bibit cabai menjadi salah satu bentuk tindak lanjut kegiatan. Bibit tersebut diserahkan kepada masyarakat Desa Sumberbendo dengan harapan dapat mendorong keterlibatan warga dalam pemanfaatan lahan sekaligus mendukung penghijauan dan keberlanjutan lingkungan.
Baca Juga: Yudisium Fakultas Hukum Unigoro, 97 Mahasiswa Resmi Sandang Gelar Sarjana Hukum
Selain itu, Kelompok 8 KKN-TK juga melakukan penanaman 20 pohon yang terdiri dari 10 trembesi dan 10 tabebuya. Bibit pohon tersebut diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan akan ditanam di sejumlah wilayah Desa Sumberbendo, yakni Dusun Canjang, Dusun Sumorlo, dan Dusun Brendo.

Penanaman pohon tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian mahasiswa bersama masyarakat terhadap lingkungan. Keberadaan pohon diharapkan memberikan manfaat jangka panjang, mulai dari menjaga keseimbangan ekosistem, memperindah kawasan desa hingga mendukung terciptanya lingkungan yang lebih hijau.
Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa program KKN tidak hanya berorientasi pada kegiatan sosial sesaat. Mahasiswa berupaya menghadirkan kegiatan yang dapat dilanjutkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat setelah program KKN-TK berakhir.
Kelompok 8 KKN-TK Universitas Bojonegoro berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga hutan dan lingkungan, sekaligus mengembangkan potensi lokal yang dapat memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan warga.
Kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah desa dan pihak terkait diharapkan terus terbangun sehingga upaya menjaga kelestarian lingkungan dapat berjalan berkelanjutan di Desa Sumberbendo.













