NewsBojonegoro.com | Bojonegoro — Warga Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, menyampaikan keluhan terkait debu yang disebut muncul dari jalan yang digunakan dalam aktivitas proyek Jambaran-Tiung Biru (JTB).
Keluhan tersebut disampaikan melalui unggahan video di media sosial. Dalam unggahan itu, warga menyebut kondisi jalan yang berdebu cukup mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya saat musim kemarau.
Warga juga menyoroti dampak debu terhadap lingkungan sekitar permukiman. Menurut mereka, di kawasan tersebut terdapat anak-anak dan lansia yang turut beraktivitas di sekitar jalur tersebut.
“Setiap hari kami menghirup debu jalan proyek. Kami juga ingin hidup sehat. Di sini banyak anak kecil, banyak lansia,” demikian keluhan warga dalam unggahan tersebut.
Dalam unggahannya, warga menyebut pihak PEPC telah melakukan penyiraman jalan sebagai upaya mengurangi debu. Namun, warga menilai penyiraman tersebut belum cukup mengatasi kondisi jalan, terutama ketika cuaca panas.
Dalam Unggahan Itu warga Juga menyebut penyiraman dilakukan dengan satu tangki dalam sehari. Setelah beberapa waktu, menurut mereka, permukaan jalan kembali kering sehingga debu kembali beterbangan ketika kendaraan melintas.
Karena itu, warga berharap adanya peningkatan penanganan, baik melalui penambahan frekuensi penyiraman maupun solusi jangka panjang terhadap kondisi jalan.
Dalam unggahan itu warga bahkan mengusulkan agar jalan tersebut dapat ditingkatkan atau diaspal sehingga persoalan debu tidak terus berulang setiap musim kemarau.
Keluhan tersebut perlu mendapatkan perhatian dan penjelasan dari pihak terkait, terutama mengenai bagaimana sistem pengendalian debu diterapkan pada jalur yang digunakan untuk aktivitas proyek JTB.
Konfirmasi juga diperlukan untuk mengetahui apakah jalur tersebut memang merupakan bagian dari jalur operasional proyek, bagaimana standar penyiraman yang diterapkan, serta langkah apa yang disiapkan untuk mengantisipasi kondisi jalan berdebu selama musim kemarau.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari PEPC terkait keluhan warga Bandungrejo tersebut.
Upaya konfirmasi kepada pihak PEPC telah dilakukan melalui aplikasi pesan WhatsApp, termasuk upaya untuk mendapatkan kesempatan wawancara guna memperoleh penjelasan mengenai persoalan tersebut. Namun, hingga saat ini upaya tersebut belum membuahkan hasil yang bisa di publikasikan.
Dengan demikian, keluhan mengenai kondisi jalan dan debu dalam pemberitaan ini merupakan informasi yang disampaikan oleh warga melalui unggahan media sosial, sementara penjelasan dari pihak PEPC masih dinantikan.
NewsBojonegoro.com tetap membuka ruang bagi semua pihak untuk memberikan tanggapan, maupun penjelasan resmi terkait persoalan tersebut. Jika terdapat informasi atau perkembangan terbaru dari pihak PEPC, pemberitaan ini dapat diperbarui sesuai dengan keterangan yang diterima.




















