Bantuan Domba Bukan Cempe, Disnakan Bojonegoro Ungkap Spesifikasi Ternak yang Dibagikan

Peristiwa113 Dilihat
banner 400x130

NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Program Domba Kesejahteraan yang menjadi salah satu program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat kembali mendapat perhatian. Dalam diskusi Dewan Jegrank Podcast Edisi #72, terungkap bahwa domba yang diberikan melalui program tersebut bukan sekadar anakan domba atau yang lazim disebut cempe di Bojonegoro.

Penegasan itu disampaikan Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro, drh. Indra Firmansyah, saat menjawab pertanyaan dalam sesi tanya jawab Dewan Jegrank Podcast bertema “Menakar Peluang Ekonomi Berbasis Ternak” di Copitalist, Pondok Pinang, Bojonegoro, Selasa (8/9/2026) malam.

Dalam sesi tersebut, salah seorang penanya, Vany Ibrahim, menyoroti secara langsung spesifikasi domba yang diberikan kepada masyarakat melalui Program Domba Kesejahteraan.

Ia menanyakan apakah bantuan tersebut berupa domba yang masih berusia anakan, atau yang di Bojonegoro lazim disebut sebagai cempe.

Pertanyaan tersebut kemudian dijawab oleh Kabid Peternakan Disnakkan Bojonegoro dengan menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan memiliki spesifikasi tertentu, sehingga bukan sekadar domba anakan atau cempe.

Penjelasan tersebut menjadi menarik karena Program Domba Kesejahteraan bukan dirancang sebagai bantuan konsumtif. Pemkab Bojonegoro menempatkan domba sebagai aset produktif yang diharapkan dapat dikembangkan dan memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga penerima manfaat.

Program Domba Kesejahteraan merupakan salah satu upaya Pemkab Bojonegoro dalam menekan angka kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat di sektor peternakan.

Program tersebut telah berjalan sejak 2023. Pada 2025, sebanyak 1.200 KPM mendapatkan bantuan domba, sementara cakupan penerima direncanakan meningkat menjadi 3.325 KPM pada 2026.

Berdasarkan informasi resmi Pemkab Bojonegoro, bantuan pada 2026 berupa sepasang domba, yakni satu ekor jantan dan satu ekor betina, ditambah pakan konsentrat sebanyak 100 kilogram sebagai stimulan awal pengembangan usaha ternak.

Pola tersebut menunjukkan bahwa orientasi program bukan sekadar memberikan hewan ternak kepada masyarakat, melainkan mendorong penerima manfaat agar mampu mengembangkan populasi ternak secara berkelanjutan.

Dengan adanya pasangan domba jantan dan betina, penerima diharapkan dapat mengembangkan ternaknya sehingga bantuan awal tersebut berkembang menjadi aset ekonomi keluarga.

Baca Juga:Fakta Baru Polemik TKD Temayang, Hasil Musdes Disebut Bukan Kesepakatan Warga

Pemkab Bojonegoro sebelumnya juga menegaskan bahwa Program Domba Kesejahteraan merupakan bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Domba ditempatkan sebagai aset produktif yang dapat dikembangkan, sementara penerima manfaat juga mendapatkan pembinaan dan pendampingan teknis agar mampu mengelola usaha ternaknya.

Dampak program tersebut bahkan telah terlihat dari sejumlah penerima manfaat. Pemkab mencatat terdapat penerima yang mampu mengembangkan bantuan awal sepasang domba hingga jumlah ternaknya bertambah menjadi beberapa ekor.

Karena itu, pembahasan mengenai spesifikasi domba dalam Dewan Jegrank Podcast menjadi relevan untuk melihat sejauh mana bantuan pemerintah tersebut benar-benar diarahkan sebagai modal produktif, bukan sekadar pembagian ternak.

Diskusi yang menghadirkan unsur Disnakkan, akademisi, dan peternak tersebut sekaligus membuka perspektif bahwa pengembangan peternakan membutuhkan lebih dari sekadar bantuan ternak.

Pengetahuan budidaya, kualitas ternak, manajemen pemeliharaan, pendampingan, hingga kemampuan penerima dalam mengembangkan usaha menjadi faktor penting agar program mampu menghasilkan dampak ekonomi.

Dengan demikian, Program Domba Kesejahteraan di Bojonegoro tidak hanya berbicara mengenai berapa ekor domba yang dibagikan, tetapi juga bagaimana domba tersebut dapat berkembang menjadi sumber pendapatan dan aset produktif bagi keluarga penerima manfaat.

Sementara itu, dalam diskusi tersebut, penegasan Disnakkan bahwa bantuan domba bukan cempe menjadi salah satu poin penting yang memberikan gambaran lebih jelas mengenai konsep bantuan ternak yang diterapkan Pemkab Bojonegoro.

Program Domba Kesejahteraan pun diarahkan bukan berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi bagaimana ternak tersebut berkembang dan memberi nilai ekonomi bagi masyarakat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *