Mancing Kamtibmas, Polres Bojonegoro Bangun Kebersamaan Lintas Elemen Masyarakat

Kasatintelkam Polres Bojonegoro Rangkul Berbagai Elemen Masyarakat

banner 400x130

NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Suasana akrab dan penuh kekeluargaan terlihat dalam kegiatan Mancing Kamtibmas di Kolam Pancing MCM, Jalan Pemuda Nomor 50, Kabupaten Bojonegoro. Bukan sekadar berkumpul dan menyalurkan hobi, kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan aparat kepolisian dengan berbagai elemen masyarakat dalam suasana santai dan penuh keakraban. Selasa (25/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kasatintelkam Polres Bojonegoro AKP I Putu Suryawan Astawa terlihat begitu cair berkomunikasi dengan sejumlah tokoh yang hadir. Tidak ada sekat formal antara polisi dan masyarakat. Obrolan berlangsung santai, diselingi canda dan tawa, sembari menikmati suasana mancing bersama.

Dari kanan terlihat AKP I Putu Suryawan Astawa, kemudian Suyanto, eks narapidana terorisme yang kini menjadi Ketua Yayasan Karimon, Sasmito Anggoro selaku Ketua Cabang PSHW, serta KH Alamul Huda, Ketua MUI Kabupaten Bojonegoro.

Kedekatan tersebut menunjukkan pendekatan humanis yang dibangun jajaran Satintelkam Polres Bojonegoro dalam menjalin komunikasi dengan masyarakat. Berbagai latar belakang tidak menjadi penghalang untuk duduk bersama, berbincang dan membangun kesepahaman dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Baca Juga:Mancing Kamtibmas, Kapolres Bojonegoro Ajak Semua Elemen Jaga Keamanan Lewat Kebersamaan

Bagi I Putu, merawat kamtibmas tidak cukup hanya dilakukan melalui pendekatan formal. Kedekatan dengan masyarakat menjadi bagian penting untuk mengetahui kondisi dan dinamika yang berkembang secara langsung.

“Kalau kita sering bertemu dan berkomunikasi, tentu akan lebih mudah untuk saling memahami. Kamtibmas ini tidak bisa hanya dibebankan kepada polisi. Semua elemen masyarakat memiliki peran yang sama untuk menjaga keamanan dan kondusivitas,” ujar I Putu.

Menurutnya, silaturahmi dengan berbagai lapisan masyarakat juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan. Ketika komunikasi terjalin dengan baik, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat dibicarakan bersama sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Yang kita bangun adalah kebersamaan. Polisi harus bisa hadir dan berkomunikasi dengan siapa saja, tanpa melihat latar belakangnya. Dengan begitu, kita bisa bersama-sama menjaga Bojonegoro tetap aman dan kondusif,” tambahnya.

Sikap terbuka tersebut terlihat dalam kegiatan Mancing Kamtibmas. I Putu tampak menikmati suasana bersama para tokoh yang hadir, berbincang santai tanpa sekat, sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat.

Kehadiran Ketua MUI Bojonegoro KH Alamul Huda, Ketua Cabang PSHW Sasmito Anggoro, serta Ketua Yayasan Karimon yang memiliki latar belakang sebagai eks napiter, menjadi gambaran luasnya ruang komunikasi yang dibangun.

Bagi kepolisian, merangkul seluruh lapisan masyarakat bukan hanya untuk membangun hubungan baik, tetapi juga menjadi bagian dari strategi menjaga situasi kamtibmas. Semakin banyak elemen yang terlibat dalam komunikasi, semakin kuat pula jejaring sosial dalam menjaga kondusivitas daerah.

Mancing Kamtibmas akhirnya bukan sekadar tentang kail, umpan dan ikan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi cara sederhana untuk mempererat silaturahmi, membangun kepercayaan dan menunjukkan bahwa menjaga keamanan merupakan pekerjaan bersama.

Dari suasana santai di tepi kolam pancing itu, pesan kamtibmas pun mengalir lebih cair: polisi hadir bukan hanya untuk menjaga, tetapi juga untuk merangkul dan berjalan bersama seluruh lapisan masyarakat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru