Kodim Bojonegoro Gelar Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Patriotisme dan Kepedulian Sosial

TNI/Polri44 Dilihat
banner 400x130

NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Semangat persatuan dan pengabdian kepada bangsa mewarnai peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kabupaten Bojonegoro. Kodim 0813 Bojonegoro menggelar upacara di lapangan Makodim setempat, Rabu (28/10/2026), sebagai momentum meneguhkan kembali nilai patriotisme, kegigihan, dan kepedulian sosial dalam membangun generasi penerus bangsa.

Upacara dipimpin Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0813 Bojonegoro, Mayor Inf Marwoko Suwandono, serta diikuti anggota TNI dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kodim 0813 Bojonegoro.

Dalam upacara tersebut, Kasdim membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, yang menekankan pentingnya merawat semangat ikrar Sumpah Pemuda 1928 sebagai fondasi dalam membangun karakter generasi penerus bangsa.

Dalam amanatnya, Menpora mengingatkan bahwa kemajuan bangsa tidak cukup diukur dari pembangunan infrastruktur, kecanggihan teknologi, maupun kelimpahan materi. Lebih dari itu, kemajuan harus dibangun melalui kualitas sumber daya manusia, karakter, serta kepedulian terhadap sesama.

“ Kemajuan sejati dimulai dari manusia. Dari karakter, dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama,” demikian pesan Menpora dalam amanat yang dibacakan pada upacara tersebut.

Tiga Nilai Penting bagi Generasi Muda

Untuk mewujudkan Indonesia maju, Erick Thohir mengajak generasi muda menanamkan tiga nilai utama dalam kehidupan sehari-hari, yakni patriotik, gigih, dan berempati.

Nilai patriotik diwujudkan melalui kecintaan terhadap Indonesia yang tidak berhenti pada ucapan, tetapi dibuktikan dengan pengabdian dan tindakan nyata. Sementara itu, sikap gigih diperlukan agar generasi muda tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan maupun kegagalan.

Adapun nilai empati menjadi pengingat bahwa keberhasilan pribadi harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kesulitan yang dihadapi orang lain.

Menpora menegaskan, patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan makna. Begitu pula kegigihan tanpa nurani dapat kehilangan arah. Karena itu, pembangunan karakter generasi muda perlu menyeimbangkan kecerdasan, keberanian, dan kepekaan sosial.

“Bermimpilah setinggi langit, bekerjalah sekeras mungkin. Jadilah manusia yang kuat, tetapi jangan kehilangan kelembutan hati. Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani,” pesan Erick Thohir dalam amanatnya.

Masa Depan Bangsa Dibangun Mulai Hari Ini

Menutup amanatnya, Menpora mengajak generasi muda menjadikan ilmu, karya, dan pengorbanan sebagai bukti kecintaan terhadap tanah air.

Masa depan Indonesia, menurut pesan tersebut, bukan sekadar sesuatu yang dinantikan, melainkan harus dirancang dan dibangun bersama melalui kontribusi nyata sejak sekarang.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026 menjadi pengingat bahwa semangat persatuan yang dicetuskan para pemuda pada 1928 perlu terus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026! Mari kita bangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *