News Bojonegoro – Puluhan anggota organisasi masyarakat (ormas) menggereduk area Balai Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno, Bojonegoro. Setidaknya sekitar 30 anggota ormas yang berasal dari Progib, Macan Asia, dan ormas Macan Nusantara tampak berkumpul di pendopo balai desa setempat sejak pukul 10.45 WIB, Kamis (5/6/2025).
Kedatangan puluhan ormas tersebut dalam rangka mengklarifikasi soal isu pemerasan terhadap LSM. Namum demikian, niat itu kikis. Sebab tak ditemuinya pimpinan desa setempat.
“Kok sepi, Bu Kadesnya mana. Padahal kita punya niat untuk koordinasi,” kata Sampan Dusanto, Ketua Macan Asia Indonesia Kabupaten Bojonegoro.

Kendati demikian, pada akhirnya pihak desa melalui Kepala Dusun menemui sejumlah anggota Ormas. Pihak desa dan Ormas berkomunikasi dan mendatangkan Pak RT yang sebelumnya membuat video viral tentang pernyataannya soal LSM.
“Sesudah kita bertemu bersama pihak Desa dan mendatangkan Pak RT, akhirnya Pak RT membuat surat pernyataan yang berisi tidak akan mengulangi perbuatan yang sekiranya dapat memicu gangguan kondusifitas desa,” imbuhnya.
Hal senada juga dipaprkan Dewan Pembina Progib Jawa Timur, Agus, yang menuturkan bahwa kedatangannya ke Desa Ngemplak bukan untuk memperkeruh suasana. Sebaliknya, hanya ingin mengklarifikasi kebenaran hal tersebut.
“Informasi yang beredar, oknum LSM meminta sejumlah uang. Kami ingin klarifikasi hal itu. Kalau memang benar, kami akan melakukan pelaporan kepada pihak berwajib atas tindakan oknum LSM itu,” tegasnya.
Ditambahkan lagi, masyarakat Bojonegoro kurang bisa membedakan mana Ormas dan LSM. Pihaknya juga perlu mengklarifikasi hal tersebut agar tak terjadi salah tafsir pada masyarakat.
“Jadi jangan disamakan antara Ormas dan LSM. Karena kami punya tugas masing-masing,” pungkas Agus.














