Satu Lagi Korban Pembacokan Kedungadem Meninggal Dunia

Berita Utama471 Dilihat
banner 400x130

News Bojonegoro – Cipto Rahayu, salah satu korban pembacokan di Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, meninggal dunia pada Senin (5/5/2025) di Rumah Sakit Sosodoro Djatikoesoemo. Korban mengalami luka bacok parah di kepala yang menembus jaringan otak.

Kabar duka tersebut dibenarkan oleh Santoso, warga Desa Kedungadem yang turut membantu keluarga korban.  “Ya, benar.  Kami semua di sini sangat berduka dengan  meninggalnya Pak Cipto. Beliau orangnya baik, ramah, dan selalu membantu tetangganya. Malam ini langsung di makamkan,” ucap Santoso, melalui sambungan telepon aplikasi WhatsApp.

Sebelum meninggal, Cipto sempat menjalani operasi dan kondisinya sempat dinyatakan stabil. Namun, setelah dirawat hampir seminggu,  ia akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.  Santoso menambahkan, “Kami tidak menyangka keadaannya memburuk begitu cepat.  Luka di kepalanya memang sangat parah.”

Sementara itu, Arik Wijayanti, istri korban Aziz yang juga menjadi korban pembacokan, telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan rumah sakit.  Menurut Santoso, “Alhamdulillah, Bu Arik sudah pulang kemarin.  Semoga beliau dan keluarganya diberi kekuatan.”

Di beritakan sebelumnya. Sebuah peristiwa tragis terjadi di Mushola Al-Manar, Dusun Krajan RT 04 RW 02, Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, pada Selasa (29/4/2025) sekitar pukul 04.30 WIB.  Seorang pria, yang kemudian diketahui bernama Sujito, membacok tiga orang jamaah salat Subuh, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka berat.

Korban meninggal dunia adalah Abdul Aziz (63 tahun), warga setempat.  Menurut keterangan saksi, Sujito datang ke mushola sebagai jamaah terakhir sebelum salat Subuh dimulai.  Saat salat sedang berlangsung, Sujito tiba-tiba menyerang Aziz dengan parang, membacok bagian kepala hingga menyebabkannya meninggal di tempat.  Setelah itu, ia juga menyerang H. Cipto Rahayu (63 tahun) dan Dra. Arik Wijayanti (60 tahun), istri Aziz.  Cipto mengalami luka bacok di kepala dan tangan, sementara Arik menderita luka bacok di kepala dan tangan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *