Newsbojonegoro.com | Bojonegoro – Komando Distrik Militer (Kodim) 0813 Bojonegoro tancap gas dalam mengawal program strategis nasional di tingkat akar rumput. Jajaran TNI AD di lingkup teritorial Bojonegoro ini memotori langsung peluncuran (launching) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang dipusatkan di Jalan Pemuda Timur, Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (16/05/2026).
Langkah taktis yang dimotori oleh Kodim 0813 ini merupakan wujud nyata implementasi perintah harian Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), agar TNI selalu hadir sebagai solusi di tengah kesulitan masyarakat, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan memandirikan ekonomi desa.
Peluncuran di tingkat lokal ini dilaksanakan secara daring, menyatu dengan peresmian massal 1.061 unit KDKMP seluruh Indonesia oleh Presiden RI. Di lokasi acara, Jalan Pemuda Timur, jalannya peresmian dikawal langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, Ketua DPRD Bojonegoro Abdullah Umar, Asisten Pemkab Bojonegoro Joko Lukito, Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi, serta Kepala Desa Ngampel Purnomo.
Melalui layar digital, Presiden RI menegaskan bahwa KDKMP dirancang sebagai pilar utama untuk memutus rantai kemiskinan dan memperkuat kedaulatan pangan desa.
“Uang yang masuk ke negara kita arahkan sepenuhnya untuk perbaikan infrastruktur rakyat, perbaikan sekolah-sekolah, ekonomi kerakyatan, dan penguatan desa. Melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini, kita harapkan ekosistem ekonomi desa menjadi lebih produktif, mandiri, dan inklusif,” tegas Kepala Negara dalam amanatnya.
Menyikapi instruksi tersebut, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto menyatakan bahwa keterlibatan TNI tidak akan berhenti pada seremonial peluncuran saja. Kodim 0813 berkomitmen melakukan pendampingan melekat agar KDKMP Desa Ngampel benar-benar berjalan sehat dan berdampak nyata.
Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto juga menyampaikan bahwa peluncuran KDKMP di Kabupaten Bojonegoro dilakukan secara serentak di puluhan titik dan seluruhnya dipastikan siap beroperasi untuk melayani masyarakat.
“Untuk hari ini Bojonegoro meresmikan serentak ada 85 titik. Tidak ada kendala dan semuanya sudah siap operasional. Nanti teman-teman masyarakat yang akan berbelanja ke gerai sudah bisa dilaksanakan,” ujar Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto.
Ia menjelaskan, keberadaan KDKMP diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa, karena keuntungan koperasi nantinya akan kembali dirasakan masyarakat melalui sistem Sisa Hasil Usaha (SHU).
“Pastinya masyarakat bisa berbelanja dengan KDKMP, yang harapannya dari hasil SHU itu sendiri nantinya akan kembali lagi dari masyarakat untuk masyarakat,” tambahnya.
Terkait tenaga kerja, Dandim menyebut saat ini operasional awal KDKMP masih dilakukan secara bertahap. Dari kebutuhan total 18 tenaga kerja, sementara baru terdapat enam karyawan yang bertugas dan ke depan masih akan dilakukan penambahan personel.
“Untuk karyawan saat ini memang belum semuanya lengkap. Masih baru ada enam karyawan dari kebutuhan 18 orang, jadi nanti masih ada penambahan karyawan lagi,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, secara keseluruhan di Kabupaten Bojonegoro terdapat 396 titik pembangunan KDKMP, dengan 85 titik di antaranya telah resmi beroperasi pada tahap awal peluncuran kali ini.
Apresiasi tinggi pun datang dari Pemerintah Desa setempat. Kepala Desa Ngampel, Purwanto, mengaku optimis dengan masa depan kelembagaan ekonomi baru di wilayahnya karena dimotori langsung oleh institusi militer.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Dandim dan seluruh jajaran Kodim 0813. Dengan kedisiplinan dan pengawasan dari TNI, kami yakin tata kelola KDKMP di Jalan Pemuda Timur ini akan berjalan transparan, akuntabel, dan mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan baru bagi warga desa,” pungkas Purwanto.






















