Newsbojonegoro.com – Perwakilan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Bojonegoro menggelar silaturahmi dengan Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, Kamis (8/1/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka untuk menyampaikan aspirasi terkait kepastian Tunjangan Profesi Guru (TPG) berupa Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 bagi guru PAI.
Silaturahmi yang berlangsung di Ruang Komisi C DPRD Bojonegoro ini dipimpin Ketua KKG PAI Kabupaten Bojonegoro, Pujiono, S.HI, bersama jajaran pengurus KKG PAI dan MGMP PAI jenjang SMP. Dalam forum tersebut, para guru berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap hak kesejahteraan guru PAI yang selama ini dinilai belum sepenuhnya jelas.
Ketua KKG PAI, Pujiono, menegaskan bahwa kedatangan para guru bukanlah bentuk tekanan atau tuntutan, melainkan upaya membangun komunikasi yang sehat dan konstruktif dengan wakil rakyat.
“Kami datang dengan niat silaturahmi. Guru ingin menyampaikan aspirasi secara baik, agar ada pemahaman bersama dan solusi yang bisa dicari secara kolektif,” ujarnya.
Menurutnya, silaturahmi ini penting untuk menyamakan persepsi antara guru PAI, DPRD, dan pemerintah daerah mengenai posisi serta hak guru dalam sistem pendidikan daerah, khususnya terkait kesejahteraan.
Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, S.Pd, menyambut baik silaturahmi tersebut. Ia bersama anggota Komisi C menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi guru PAI, terutama terkait realisasi TPG THR dan gaji ke-13.
Komisi C juga berjanji akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro guna menindaklanjuti hasil pertemuan dan memastikan aspek regulasi maupun teknis anggaran dapat dipenuhi.
“Persoalan ini akan kami koordinasikan dengan dinas terkait agar bisa ditindaklanjuti dan direalisasikan sesuai ketentuan,” ujar perwakilan Komisi C dalam pertemuan tersebut.
Dalam suasana dialog yang hangat dan terbuka, Komisi C menyampaikan optimisme bahwa TPG THR dan gaji ke-13 guru PAI berpeluang direalisasikan pada tahun ini, selama tidak terkendala aturan dan mekanisme anggaran.
Meski demikian, KKG PAI dan MGMP PAI menegaskan pentingnya pengawalan bersama agar hasil silaturahmi tersebut tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan benar-benar berujung pada kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan guru.






















