NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Hamparan jalan rigid beton yang kini membentang di Desa Manukan, Kecamatan Gayam, mungkin terlihat biasa bagi orang yang baru melintas. Namun bagi masyarakat setempat, jalan tersebut menyimpan cerita panjang tentang perjuangan, harapan, dan perubahan.
Beberapa tahun lalu, jalan poros yang menghubungkan Desa Manukan dengan Desa Cengungklung itu menjadi salah satu akses yang paling sering dikeluhkan warga. Permukaan jalan mengalami kerusakan di berbagai titik, sementara di wilayah perbatasan kedua desa badan jalan bahkan sempat terputus akibat diterjang banjir. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga memperlambat distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama warga.
Kondisi tersebut kini tinggal kenangan. Melalui Program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro merealisasikan pembangunan jalan poros Desa Manukan menggunakan konstruksi rigid beton sepanjang 1.436 meter dengan lebar 4,5 meter. Pembangunan dilaksanakan secara swakelola oleh Pemerintah Desa melalui Tim Pelaksana Kegiatan (Timlak), sebagai wujud kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam mempercepat pemerataan infrastruktur hingga pelosok.
Baca Juga: Warga Apresiasi Respons Cepat Pemkab Bojonegoro, Jalan Monginsidi Segera Diperlebar
Keberadaan jalan tersebut memiliki peran strategis karena menjadi jalur utama masyarakat menuju lahan pertanian, menghubungkan aktivitas antardesa, sekaligus menjadi akses penting menuju berbagai fasilitas pelayanan publik. Dengan kondisi jalan yang kini jauh lebih baik, mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar, distribusi hasil panen lebih efisien, serta aktivitas ekonomi desa semakin berkembang.
Kepala Desa Manukan, Warngun, mengatakan pembangunan jalan tersebut merupakan bentuk nyata perhatian Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terhadap kebutuhan masyarakat desa.
“Program BKKD ini benar-benar memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Pembangunan jalan poros desa yang selama ini menjadi harapan warga akhirnya bisa terealisasi. Kami melaksanakan pembangunan secara swakelola dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta kualitas pekerjaan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.
Warngun menambahkan, pembangunan infrastruktur di Desa Manukan belum berhenti sampai di situ. Menurutnya, masih terdapat sekitar 900 meter jalan poros desa yang perlu diselesaikan agar konektivitas wilayah semakin optimal.
“Kami berharap Program BKKD dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dapat terus berlanjut sehingga pembangunan jalan di desa kami bisa dituntaskan secara bertahap. Infrastruktur yang baik akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Baca Juga: Disdik Bojonegoro Pastikan Beasiswa 2026 Segera Cair, Proses Masuk Tahap Administrasi Akhir
Manfaat pembangunan tersebut juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah seorang warga Desa Manukan, Martam, mengaku kondisi jalan saat ini jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu.
“Dulu jalannya rusak parah. Di perbatasan Desa Manukan dengan Desa Cengungklung bahkan sempat putus karena diterjang banjir. Kalau musim hujan kami benar-benar khawatir saat melintas. Kendaraan sering kesulitan lewat, apalagi saat membawa hasil panen. Sekarang Alhamdulillah jalannya sudah bagus, lebih aman, lebih nyaman, dan hasil panen bisa diangkut dengan lebih mudah. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang sudah memperhatikan kebutuhan masyarakat desa,” tutur Martam.
Pembangunan jalan di Desa Manukan menjadi salah satu gambaran bagaimana kebijakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tidak hanya berfokus pada pembangunan jalan kabupaten, tetapi juga menjangkau jalan-jalan desa yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat. Infrastruktur yang baik bukan sekadar menghadirkan jalan yang mulus, melainkan juga membuka akses ekonomi, meningkatkan produktivitas pertanian, mempermudah pelayanan publik, serta memperkuat konektivitas antardesa.
Sebagai bagian dari evaluasi program, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga melakukan monitoring terhadap pelaksanaan pembangunan di Desa Manukan. Hasilnya menunjukkan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan. Hal ini menjadi bukti bahwa Program BKKD tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga mengedepankan kualitas agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Pembangunan di Desa Manukan menjadi salah satu wajah keberhasilan pemerataan infrastruktur di Kabupaten Bojonegoro. Dari jalan yang dahulu rusak dan sempat terputus akibat banjir, kini telah hadir akses yang lebih kokoh, lebih aman, dan lebih layak. Perubahan itu bukan hanya memudahkan perjalanan masyarakat, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi tumbuhnya ekonomi desa serta meningkatnya kesejahteraan warga.
















