NewBojonegoro.com | Malang – Konferensi Daerah (Konferda) Pro Jokowi (PROJO) Jawa Timur tahun 2026 yang digelar di Malang menjadi momentum strategis untuk memperkuat ideologi organisasi sekaligus memantapkan kesiapan menghadapi dinamika global dan kontestasi demokrasi 2029.
Mengusung tema “Konsolidasi Total Menuju Organisasi Solid”, kegiatan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional dan delegasi dari 38 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PROJO se-Jawa Timur. Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi guna mempererat solidaritas serta memperkuat arah perjuangan organisasi ke depan.
Sejumlah tokoh penting turut diundang dalam acara tersebut, di antaranya Ketua Umum DPP PROJO, Budi Arie Setiadi, yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika serta Menteri Koperasi. Selain itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga dikabarkan hadir dalam kegiatan tersebut.
Suasana Konferda semakin semarak dengan deretan karangan bunga dari berbagai pihak. Di antaranya berasal dari Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah yang menyampaikan pesan dukungan bertuliskan, “Solid Bergerak, Raih Kemenangan.”
Ketua DPC PROJO Bojonegoro, Mustakim, menyatakan dukungannya terhadap pesan yang disampaikan Budi Arie Setiadi. Ia menegaskan pentingnya menjaga persatuan bangsa dan mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh hoaks maupun isu adu domba.
Menurutnya, soliditas relawan PROJO telah teruji, terutama saat menghadapi pandemi COVID-19. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga dalam menghadapi ancaman resesi global dan persaingan ekonomi dunia.
“Kita adalah bagian dari NKRI. Kita telah terlatih menghadapi berbagai krisis dan badai besar. Pak Jokowi menjadi pemadam dari berbagai persoalan, dan semangat itu hari ini berlanjut pada Mas Gibran. Sudah saatnya PROJO se-Indonesia bertransformasi secara elegan menuju demokrasi 2029,” ujar Mustakim.
Konferda PROJO Jawa Timur 2026 diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi serta meneguhkan komitmen relawan untuk menjaga stabilitas nasional dan demokrasi yang berintegritas.















