Dari Kitab ke Pull Up: Santri Bojonegoro Siapkan Diri Jadi Calon Prajurit TNI

Uncategorized71 Dilihat
banner 400x130

NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Menjadi santri ternyata tak hanya dituntut kuat dalam ilmu agama. Di Pondok Pesantren Abu Dzarrin dan Al-Rosyid, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, para santri kini juga mulai ditempa untuk memiliki fisik tangguh.

Kodim 0813 Bojonegoro membangun fasilitas olahraga berstandar militer untuk mendukung latihan Kesegaran Jasmani (Garjas) B bagi para santri. Fasilitas tersebut rampung 100 persen dan mulai dapat dimanfaatkan, Kamis (3/9/2026).

Menariknya, pembangunan sarana tersebut dilakukan melalui semangat gotong royong. Anggota Kodim 0813 Bojonegoro bersama Babinsa Koramil 05/Dander dan para santri bahu-membahu mengolah material, melakukan pengecoran hingga memasang berbagai peralatan latihan.

Sarana yang dibangun meliputi pull up, sit up, push up hingga shuttle run. Seluruhnya ditujukan untuk menunjang pembinaan fisik sekaligus menjadi bekal bagi santri yang memiliki cita-cita mengikuti seleksi menjadi prajurit TNI.

Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto melalui Pasi Pers Kapten Inf Haryanto mengatakan, fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi ruang latihan bagi para santri secara berkelanjutan.

“Kami ingin memberikan ruang dan fasilitas bagi para santri untuk berlatih fisik sesuai standar Garjas TNI. Harapannya, mereka memiliki kesiapan yang baik, baik secara jasmani maupun mental, sehingga mampu bersaing dan lolos dalam seleksi masuk TNI,” ujar Kapten Inf Haryanto.

Baca Juga: Sapa Bupati Edisi VI, Setyo Wahono Serap Aspirasi Warga Bojonegoro

Bagi pihak pesantren, keberadaan fasilitas tersebut menjadi angin segar. Kepala Madrasah Aliyah (MA) Abu Dzarrin, Hj. Maria Ulfa, S.Pd., M.E., menyebut cukup banyak anak didiknya yang memiliki keinginan berkarier di dunia militer.

“Alhamdulillah, dari anak-anak didik kami ini banyak yang berniat ke militer. Hal ini ditunjukkan dengan aktifnya mereka dalam berlatih fisik yang didukung oleh TNI,” tuturnya.»

Menurut Maria Ulfa, fasilitas tersebut dapat membantu para santri mempersiapkan diri menghadapi tahapan seleksi.

Ia berharap para santri yang kelak menjadi prajurit tidak hanya memiliki kemampuan fisik, tetapi juga tetap membawa nilai-nilai agama dan akhlak dalam menjalankan tugas.

“Semoga ini mewujudkan cita-cita anak-anak kami menjadi prajurit TNI yang berakhlak mulia, berdisiplin, dan cinta tanah air,” ujarnya.

Dukungan serupa juga datang dari keluarga besar Pondok Pesantren Al-Rosyid. Pengasuh Utama Ponpes Al-Rosyid, K.H. Alamul Huda Masyhur, menyampaikan apresiasi atas bantuan sarana olahraga yang diberikan TNI.

Menurutnya, fasilitas tersebut bukan sekadar tempat untuk menguatkan otot dan stamina. Lebih dari itu, sarana Binsik Kesamaptaan B menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan kedisiplinan para santri.

“Keberadaan fasilitas Binsik Samapta B ini tidak hanya sekadar tempat berolahraga, tetapi juga menjadi sarana penempaan diri agar para santri tumbuh menjadi pribadi yang sehat, tangguh, dan berdaya saing tinggi,” ungkapnya.

Ia mengatakan, sejumlah alumni Ponpes Al-Rosyid juga telah berhasil masuk menjadi anggota TNI. Karena itu, keberadaan fasilitas latihan tersebut diharapkan semakin memacu semangat santri yang memiliki cita-cita serupa.

“InsyaAllah sarana ini menjadikan santri makin kuat, makin sehat, dan semakin siap. Sudah banyak alumni kami yang masuk menjadi anggota TNI,” kata K.H. Alamul Huda.

Ia berharap para santri dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara maksimal sebagai bagian dari persiapan sejak dini.

“Mudah-mudahan sarana ini semakin menambah semangat santri untuk menjadi prajurit TNI yang kuat, siap membela negara, mencintai negara, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tambahnya.

Kolaborasi TNI dan pesantren tersebut menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal. Nilai agama, kedisiplinan, kesehatan jasmani dan semangat pengabdian kepada bangsa juga dapat berjalan beriringan.

Dari lingkungan pesantren di Bumi Angling Dharma, para santri kini memiliki tambahan ruang untuk menempa diri. Kitab tetap dibaca, doa tetap dipanjatkan, sementara pull up dan push up menjadi bagian dari latihan menuju cita-cita menjadi prajurit.

Dengan fasilitas tersebut, para santri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki bekal ilmu agama, akhlak, mental kuat serta kesiapan fisik untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *