NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Kebakaran melanda permukiman warga di Desa Dander, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (1/10/2026) malam. Api membakar tiga rumah warga setelah diduga berasal dari bediang di kandang sapi yang kemudian merambat ke tumpukan jerami kering.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro yang berada di lokasi menyampaikan, api diperkirakan mulai muncul sekitar pukul 18.00 WIB. Kobaran api kemudian membesar setelah mengenai material yang mudah terbakar di sekitar kandang.
“Awalnya dari bediang di kandang sapi, kemudian merambat ke jerami kering. Karena materialnya mudah terbakar, api cepat membesar dan merambat ke bagian rumah,” terang petugas Damkarmat di lokasi kejadian.
Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 18.08 WIB. Tim pemadam dari sejumlah pos langsung dikerahkan menuju lokasi. Petugas tiba sekitar pukul 18.22 WIB dan segera melakukan pemadaman serta pendinginan untuk mencegah api kembali menjalar ke bangunan lain.
Proses pemadaman berlangsung lebih dari dua jam. Api akhirnya berhasil dikendalikan dan operasi pemadaman dinyatakan selesai sekitar pukul 20.30 WIB.
Dalam penanganan tersebut, Damkarmat mengerahkan armada dari Pos Temayang, Pos Kota dan Pos Ngasem. Bantuan dua unit kendaraan suplai air dari BPBD Kabupaten Bojonegoro juga turut diterjunkan ke lokasi.
Sebanyak 23 personel terlibat dalam proses pemadaman. Selain petugas Damkarmat, penanganan juga mendapat dukungan dari Polsek Dander, Koramil Dander, Brigif TP 33/NS, Yonif TP 885/BP, Satpol PP Dander serta masyarakat sekitar.
Kebakaran tersebut mengakibatkan tiga rumah mengalami kerusakan. Rumah milik Sunarto diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp70 juta, sementara rumah Supriyadi dan Kusno masing-masing mengalami kerugian sekitar Rp50 juta.
Dengan demikian, total kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp170 juta. Sementara itu, petugas berhasil menyelamatkan rumah milik Yudi yang ditaksir memiliki nilai sekitar Rp250 juta dari ancaman kobaran api.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Petugas Damkarmat mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber api di sekitar kandang ternak, terutama ketika berdekatan dengan jerami, rumput kering, kayu, maupun material lain yang mudah terbakar.
“Api dari bediang harus benar-benar dipastikan padam dan tidak berada dekat dengan bahan yang mudah terbakar. Kondisi seperti ini bisa menyebabkan api cepat merambat,” ujar petugas.
Selain melakukan pemadaman, petugas Damkarmat juga memberikan edukasi kepada warga mengenai pencegahan kebakaran serta menyosialisasikan layanan kedaruratan Damkarmat kepada masyarakat.













