Temukan Mata Air Jernih Saat Pembangunan Embung, Warga Mojoranu Bergerak Lakukan Pelestarian

Peristiwa59 Dilihat
banner 400x130

NewsBojonegoro.com | BOJONEGORO – Penemuan sumber mata air jernih di lokasi proyek pembangunan embung Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, disambut antusias warga setempat. Tak ingin potensi sumber air tersebut terabaikan, masyarakat berinisiatif melakukan pelestarian secara swadaya.

Upaya itu dilakukan dengan menata batu bata secara melingkar menyerupai sumur di sekitar titik keluarnya mata air. Warga juga menyiapkan material deker untuk dibuat sebagai tempat khusus keluarnya aliran air agar sumber tersebut tetap terjaga dan tidak tertutup tanah.

Sucipto, salah satu tokoh masyarakat Desa Mojoranu yang akrab disapa Pak Cip, mengungkapkan bahwa warga merasa bersyukur atas pembangunan embung oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Pasalnya, dalam proses pengerjaan proyek tersebut justru ditemukan sumber mata air dengan air berwarna kebiruan, tampak jernih, dan terus mengalir.

Menurutnya, warga kemudian berinisiatif menjaga keberadaan sumber air tersebut agar tetap terpelihara dan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Jadi ini murni warga sini ingin melestarikan sumber ini dengan memasang batu dan deker, supaya mata air tidak tersumbat tanah,” terang Sucipto saat ditemui di lokasi, Senin (2/11/2026).

Pantauan di lokasi, sebuah mesin diesel terlihat digunakan untuk menyedot air dari titik sumber mata air di dalam embung. Air yang disedot kemudian dialirkan ke sisi barat lokasi.

Setelah air terkuras, warga berencana melanjutkan pekerjaan dengan menata batu dan memasang deker di sekitar sumber mata air tersebut.

Sucipto menyebut, aliran air dari sumber tersebut cukup deras. Bahkan, meski disedot menggunakan mesin diesel, air terus keluar dan tidak kunjung habis.

“Ini kita sedot dan dialirkan ke sana (sambil menunjuk arah barat), nggak habis-habis,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Mas Pri, Ketua Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Desa Mojoranu. Ia mengatakan, warga sepakat untuk merawat sumber mata air tersebut setelah mengetahui keberadaannya saat proyek pembangunan embung berlangsung.

Menariknya, seluruh kebutuhan material untuk penataan sumber mata air, mulai dari pembelian batu hingga deker, berasal dari hasil urunan masyarakat.

“Ini biaya pembelian batu dan deker adalah urunan warga. Semoga ini nanti bisa bermanfaat ke depannya,” terang Mas Pri.

Inisiatif tersebut menjadi wujud kepedulian masyarakat Desa Mojoranu dalam menjaga potensi sumber daya air di lingkungannya. Warga berharap, sumber mata air yang ditemukan di tengah pembangunan embung itu tidak hanya terjaga keberadaannya, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di masa mendatang.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *