NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Tumpahan material cor beton di sejumlah ruas jalan yang menghubungkan Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, dengan wilayah sekitarnya disebut telah menimbulkan kecelakaan. Salah seorang warga bahkan dikabarkan terjatuh saat melintas, sementara material cor yang mengeras disebut membentang hampir 100 meter di salah satu titik.
Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan pengguna jalan, termasuk anak-anak sekolah yang setiap hari melintas di jalur tersebut.
Salah seorang warga, Jono, mengatakan persoalan tumpahan cor itu bukan baru terjadi. Menurutnya, material beton yang tercecer di jalan sudah berlangsung sekitar satu bulan dan hingga kini belum dibersihkan secara menyeluruh.
“Sudah satu bulanan tidak dibersihkan dan sudah berkali-kali dikomplain warga ke PT MJB, belum ada tindak lanjut,” ujar Jono. Sabtu (12/9/2026).
Ia menjelaskan, material cor yang sebelumnya tumpah telah mengering dan mengeras di badan jalan. Namun, tumpahan baru disebut masih terus terjadi akibat kendaraan pengangkut beton yang melintas.
“Sudah kering, tapi setiap hari tertimpa tumpahan terus-menerus,” ungkapnya.
Menurut Jono, kondisi tersebut tidak lagi sebatas mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Ia menyebut tumpahan cor yang mengeras telah menimbulkan risiko kecelakaan.
Bahkan, Jono menyebut seorang pengguna sepeda motor yang merupakan pekerja kebun pernah terjatuh saat melintas di lokasi tersebut.
“Sudah menimbulkan kecelakaan motor pekerja kebon dan sangat membahayakan lalu lintas anak-anak sekolah dari Desa Ngelo ke Ngraho,” katanya.
Kekhawatiran warga semakin besar karena ruas jalan tersebut menjadi akses masyarakat dan digunakan pelajar dalam aktivitas sehari-hari.
Jono mengatakan tumpahan material cor tidak hanya ditemukan di satu lokasi.
Menurutnya, terdapat sejumlah titik tumpahan pada jalur Desa Ngelo–Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngraho, serta jalur Desa Ngelo–Desa Kates–Desa Watujago, Kecamatan Margomulyo.
“Itu salah satunya, Pak. Ada banyak titik yang lain,” ujar Jono.
Di salah satu lokasi, kata dia, material cor disebut membentang hampir 100 meter dengan ketebalan sekitar 20 sentimeter, sehingga sebagian badan jalan tertutup material yang telah mengeras.
Jono menjelaskan, armada pengangkut beton yang dikeluhkan warga disebut memiliki depo di area proyek Bendungan Karangnongko.
Namun, ia menegaskan armada tersebut tidak semata-mata digunakan untuk melayani pekerjaan di dalam proyek bendungan. Menurutnya, armada dari depo tersebut juga digunakan untuk melayani proyek maupun order beton di lokasi lain.
“Deponya di area proyek Bendungan Karangnongko, tapi ini armada untuk melayani proyek atau order di tempat lain,” jelas Jono.
Karena itu, warga berharap persoalan yang ditangani bukan hanya terkait keberadaan depo, melainkan terutama material beton yang tercecer di jalan umum dan dampaknya terhadap keselamatan pengguna jalan.
Jono mengatakan warga telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pihak PT MJB agar material cor yang tercecer segera dibersihkan. Namun, menurutnya, hingga kini belum ada penanganan yang dianggap memadai.
“Kami dari warga meminta supaya ada tindakan pembersihan dari PT MJB, tapi sudah berkali-kali kita komplain dan dibiarkan,” tegasnya.
Warga berharap perusahaan segera turun ke lapangan untuk membersihkan material yang mengeras di badan jalan serta memastikan tumpahan tidak kembali terjadi.
Permintaan tersebut dinilai semakin mendesak lantaran ruas jalan tersebut digunakan masyarakat setiap hari, termasuk pelajar. Terlebih, warga menyebut sudah ada pengguna jalan yang terjatuh akibat kondisi jalan tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak PT MJB terkait keluhan warga, termasuk mengenai sumber tumpahan material cor, penggunaan armada untuk melayani proyek atau order di luar kawasan Bendungan Karangnongko, serta langkah penanganan yang akan dilakukan.












