Dinsos Bojonegoro Wujudkan Impian Sederhana Mbah Suparman, Lansia Sebatang Kara di Area Makam

Bersama Polsek Kalitidu, Dinsos Bojonegoro bergerak membantu Mbah Suparman yang hidup seorang diri di kawasan makam Desa Sumengko setelah permintaannya hanya sebuah kasur empuk untuk beristirahat.

banner 400x130

Newsbojonegoro.com | Bojonegoro – Dinsos Bojonegoro kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap warga rentan. Bersama Polsek Kalitidu, Dinsos Bojonegoro bergerak membantu Mbah Suparman, seorang lansia sebatang kara yang tinggal di kawasan pemakaman Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro.

Kunjungan yang dilakukan pada Rabu (24/6/2026) tersebut merupakan tindak lanjut dari asesmen yang sebelumnya telah dilakukan oleh Dinsos Bojonegoro setelah menerima laporan masyarakat terkait kondisi kehidupan Mbah Suparman yang tinggal seorang diri di area makam.

Dinsos Bojonegoro Tindak Lanjuti Laporan Warga

Mbah Suparman diketahui menempati rumah sederhana yang dibangun oleh pemerintah desa di kawasan pemakaman Desa Sumengko. Meski hidup seorang diri di usia senja, ia tetap menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Selama ini, Mbah Suparman telah mendapatkan berbagai bantuan sosial dari pemerintah. Ia tercatat sebagai penerima bantuan Sebatang Kara, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta Bantuan Pangan (Bapang) berupa beras.

Baca Juga: Pencari Ikan Diduga Terpeleset Saat Menyetrum Ikan di Bengawan Solo, Tim SAR Lakukan Pencarian

Tak hanya itu, pemerintah juga pernah memberikan bantuan bedah rumah dan pembangunan sarana mandi, cuci, kakus (MCK) yang layak untuk dirinya.

Namun, rumah hasil program bedah rumah tersebut berdiri di atas lahan milik pihak lain. Ketika tanah tersebut dijual oleh pemiliknya, Mbah Suparman harus meninggalkan tempat tinggalnya dan berpindah ke rumah sederhana yang kini ditematinya di area makam.

Mbah Suparman Memilih Tetap Tinggal di Area Makam

Dalam kunjungan tersebut, petugas menawarkan kemungkinan agar Mbah Suparman mendapatkan pelayanan dan perawatan di panti sosial lansia milik pemerintah.

Namun, tawaran tersebut ditolak secara halus. Mbah Suparman mengaku sudah merasa nyaman tinggal di lingkungan tersebut. Selain menjadi penggali kubur desa, ia juga membuka warung kopi sederhana yang melayani warga sekitar sawah dan kawasan pemakaman.

Kebutuhan pangannya selama ini dinilai telah tercukupi melalui bantuan sosial yang rutin diterimanya. Karena itu, ketika petugas menanyakan kebutuhan yang paling mendesak, Mbah Suparman berulang kali mengatakan bahwa dirinya sudah merasa cukup.

Permintaan Sederhana yang Menggerakkan Kepedulian

Meski berkali-kali menyampaikan bahwa dirinya tidak membutuhkan apa-apa, petugas terus mencoba menggali kebutuhan yang benar-benar diinginkannya.

Hingga akhirnya, Mbah Suparman menyampaikan satu keinginan sederhana yang langsung menyentuh hati para petugas.

«”Kulo namung pengen kasur sing empuk,” ucapnya polos.»

Permintaan sederhana itulah yang kemudian menjadi perhatian khusus Dinsos Bojonegoro.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Bojonegoro, Nafiatin Ni’mah, mengatakan bahwa secara umum kebutuhan dasar Mbah Suparman sebenarnya telah terpenuhi melalui berbagai program bantuan pemerintah.

Baca Juga: Remaja Asal Padangan Ditemukan Meninggal Setelah Tenggelam di Bengawan Solo Kasiman

Namun, pihaknya ingin memastikan bahwa lansia tersebut juga dapat menikmati masa tuanya dengan lebih nyaman.

“Mbah Suparman ini sosok lansia yang mandiri. Melalui program pemerintah seperti BPNT, Bapang, dan bansos Sebatang Kara, kebutuhan pangan beliau sebenarnya rutin terpenuhi. Karena kondisi lahan bedah rumah yang lama terjual, beliau harus pindah ke sini,” ujar Nafiatin Ni’mah.

Dinsos Bojonegoro dan Polsek Kalitidu Gelar Kerja Bakti

Mendengar keinginan sederhana tersebut, Dinsos Bojonegoro langsung berinisiatif mengajak Polsek Kalitidu untuk berkolaborasi melakukan kerja bakti sekaligus membantu memenuhi kebutuhan Mbah Suparman.

Pada kunjungan kedua itu, Dinsos Bojonegoro bersama Polsek Kalitidu, Koramil, dan perangkat desa meninjau langsung kondisi tempat tinggal Mbah Suparman.

“Kami sengaja datang bersama Pak Kapolsek dan tim untuk melihat langsung. Kami sepakat berkolaborasi mengadakan kerja bakti guna merapikan tempat tinggal barunya, sekaligus mewujudkan impian sederhana beliau mendapatkan kasur yang layak dan empuk agar istirahat di masa tuanya lebih nyaman,” jelas Nafiatin.

Kapolsek Kalitidu AKP Saefudinuri menyatakan dukungan penuh terhadap langkah yang dilakukan Dinsos Bojonegoro. Sebelumnya, pihak kepolisian juga telah menyalurkan bantuan beras kepada Mbah Suparman.

“Kami dari Polsek Kalitidu sebelumnya juga menyalurkan bantuan beras untuk penguatan pangan beliau. Melalui kehadiran bersama Dinsos, Koramil, serta perangkat desa pada kunjungan kali ini, kami langsung sepakat untuk menindaklanjutinya dengan aksi gotong royong. Sinergi kerja bakti ini adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan Mbah Suparman dapat hidup dengan lebih layak dan nyaman,” tegas Saefudinuri.

Bentuk Kehadiran Negara untuk Lansia Rentan

Kolaborasi antara Dinsos Bojonegoro, Polsek Kalitidu, Koramil, dan pemerintah desa tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap warga rentan tidak hanya diwujudkan melalui bantuan sosial, tetapi juga melalui perhatian terhadap kebutuhan sederhana yang mampu menghadirkan kebahagiaan.

Bagi Mbah Suparman, kebahagiaan itu ternyata tidak berupa sesuatu yang mewah. Di masa tuanya, ia hanya berharap memiliki kasur yang empuk untuk beristirahat dengan nyaman setelah menjalani hari-harinya sebagai penggali kubur dan penjaga warung kopi kecil di sudut pemakaman Desa Sumengko.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *