NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Upaya mengenalkan dan menumbuhkan kecintaan terhadap seni budaya tradisional sejak dini terus dilakukan SD Negeri Campurejo 1, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro. Salah satunya melalui keterlibatan siswa dalam pagelaran seni rangkaian Sedekah Bumi Desa Campurejo, Selasa (11/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, siswa-siswi SDN Campurejo 1 tampil membawakan seni karawitan sekaligus menjadi bagian dari rangkaian pengiring Pagelaran Wayang Thengul. Penampilan ini juga menjadi pengalaman pertama bagi para siswa memainkan karawitan di hadapan masyarakat umum.
Kepala SDN Campurejo 1, Rina Susilowati, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada para siswa untuk tampil dalam kegiatan budaya di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam proses pendidikan karena anak-anak tidak hanya belajar melalui teori di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung untuk mengenal, mencintai dan melestarikan budaya daerah.
“Kami sangat mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada anak-anak untuk tampil dalam kegiatan Sedekah Bumi dan Pagelaran Wayang Thengul ini. Bagi kami, seni budaya merupakan bagian dari pendidikan karakter. Anak-anak tidak hanya belajar memainkan gamelan, tetapi juga belajar disiplin, bekerja sama, percaya diri dan menghargai warisan budaya yang ada di lingkungan mereka,” ujar Rina.
Ia berharap pengalaman tampil di hadapan masyarakat dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk terus mengembangkan potensi yang mereka miliki.
“Kami ingin anak-anak memiliki pengalaman dan ruang untuk mengembangkan bakatnya. Semoga dari kegiatan ini tumbuh rasa percaya diri sekaligus kecintaan terhadap seni tradisional. Kami juga berterima kasih kepada guru dan pelatih yang telah mendampingi anak-anak dengan penuh semangat,” imbuhnya.
Kades Apresiasi Bibit Karawitan Campurejo
Kepala Desa Campurejo, Edi Sampurno, turut memberikan apresiasi terhadap keterlibatan para siswa dalam pagelaran seni tersebut. Menurutnya, perkembangan teknologi tidak seharusnya membuat generasi muda meninggalkan seni dan budaya lokal.
“Pesan dan kesan, ini awal bismillahirrahmanirrahim, niatan baik. Kita uri-uri (melestarikan). Seni budaya tidak harus tertinggal dengan kemajuan teknologi, kita harus selaraskan,” kata Edi.
Ia menilai pengenalan seni budaya sejak usia anak memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.
“Karena seni dan budaya ini membawa kharismatik, karakter anak-anak kita itu bisa terbangun dengan baik dengan kita mengenal seni budaya ini. Kebetulan ini ada karawitan,” ujarnya.
Edi mengaku bangga melihat adanya bibit-bibit muda di Desa Campurejo yang mulai terlibat dalam seni karawitan. Ia berharap potensi tersebut terus dikembangkan.
“Alhamdulillah Campurejo punya bibit-bibit seperti ini. Saya berbangga dan mengapresiasi, dan ini harus kita tumbuh kembangkan, kita support, kita harus betul-betul perhatian pada hal-hal seperti ini,” tegasnya.
Tiga Hari Persiapan, Siswa Siapkan Dua Gending

Pelatih ekstrakurikuler karawitan SDN Campurejo 1, Puthut Wahyu M, S.Pd., mengatakan kesempatan tampil dalam Sedekah Bumi merupakan bentuk kepercayaan Pemerintah Desa Campurejo kepada pihak sekolah.
“Dalam kesempatan ini, murid-murid SDN Campurejo 1 diberikan kesempatan oleh Desa Campurejo untuk mengisi agenda tahunan Sedekah Bumi,” ujar Puthut.
Menurutnya, keterlibatan siswa bukan sekadar penampilan di atas panggung. Mereka juga mendapatkan pengalaman bagaimana seni karawitan menjadi bagian penting dalam sebuah pertunjukan Wayang Thengul.
Persiapan penampilan dilakukan secara intensif selama tiga hari. Dalam waktu tersebut, para siswa mampu mempersiapkan dua gending yang akan dibawakan, yakni Lancaran Manyar Sewu dan Singo Nebah.
“Alhamdulillah, SDN Campurejo 1 mendapat kepercayaan untuk mengisi acara tersebut dengan menampilkan karawitan dari siswa-siswi kami dalam rangka pagelaran Wayang Thengul di Desa Campurejo,” ungkapnya.
Puthut juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala SDN Campurejo 1, Rina Susilowati, S.Pd., yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan ekstrakurikuler dan pengembangan bakat siswa di bidang seni.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Kepala Sekolah yang telah memberikan dukungan dan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar, berlatih, serta tampil dalam kegiatan seni budaya seperti ini. Dukungan sekolah sangat berarti bagi kami dalam mengembangkan potensi dan keberanian anak-anak,” tuturnya.
Bagi SDN Campurejo 1, keterlibatan siswa dalam pagelaran tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan melalui seni. Anak-anak tidak hanya belajar memainkan gamelan, tetapi juga mengenal lebih dekat kesenian tradisional sekaligus mendapatkan pengalaman tampil di tengah masyarakat.
Rangkaian Sedekah Bumi Desa Campurejo dikemas dengan berbagai kegiatan seni dan budaya. Selain penampilan karawitan siswa SDN Campurejo 1, kegiatan juga menghadirkan kelompok kesenian tradisional, workshop Wayang Thengul untuk siswa SD/MI, bazar UMKM, hingga pagelaran Wayang Thengul.
Pagelaran Wayang Thengul tersebut menghadirkan Ki Trio Wahyu Aji, S.Sn., dengan lakon Haryo Panangsang Angupani.
Keterlibatan siswa SDN Campurejo 1 dalam panggung budaya tersebut menjadi pengalaman penting sekaligus menunjukkan bahwa sekolah dapat menjadi ruang tumbuh bagi bakat, kreativitas dan karakter siswa.
Di tengah perkembangan teknologi, SDN Campurejo 1 berupaya menghadirkan pembelajaran yang tetap memberi ruang bagi seni dan budaya lokal. Dari kegiatan ekstrakurikuler hingga panggung Sedekah Bumi, para siswa mendapat kesempatan untuk belajar, tampil, membangun kepercayaan diri, sekaligus ikut menjaga agar seni tradisional tetap hidup di tengah generasi muda.

















