PGRI POWER Diluncurkan di Bojonegoro, 3.000 Guru Disiapkan Hadapi Era Digital dan AI

Pendidikan357 Dilihat
banner 400x130

NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bojonegoro mulai menyiapkan ribuan guru untuk menghadapi perubahan dunia pendidikan di era digital. Upaya tersebut diwujudkan melalui peluncuran PGRI POWER (Professional, Optimistic, Wise, Enterprising, Resilient) yang ditargetkan melibatkan hingga 3.000 guru secara bertahap.

Launching PGRI POWER yang di gelar di aula Dinas Pendidikan, jalan Pattimura Bojonegoro itu diikuti sekitar 250 peserta yang merupakan perwakilan PGRI Cabang se-Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan tersebut juga dihadiri Anwar Murtadlo serta perwakilan PGRI Provinsi Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Anwar Murtadlo memberikan motivasi sekaligus dukungan penuh terhadap pelaksanaan PGRI POWER. Menurutnya, peningkatan kapasitas guru menjadi hal penting seiring semakin cepatnya perkembangan teknologi yang turut memengaruhi dunia pendidikan.

Kadisdik Bojonegoro Anwar Murtadlo memberikan sambutan dalam launching PGRI POWER yang menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru menghadapi era digital.
Kadisdik Bojonegoro Anwar Murtadlo memberikan sambutan dalam launching PGRI POWER yang menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru menghadapi era digital.

Anwar menilai, perkembangan teknologi digital harus diimbangi dengan kemampuan pendidik dalam memberikan pendampingan kepada peserta didik. Anak-anak perlu diarahkan agar tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga dapat memanfaatkannya secara sehat, bijak dan bertanggung jawab.

Terlebih, ruang digital saat ini dipenuhi beragam informasi dan konten. Tidak semuanya dapat dipastikan benar dan bermanfaat bagi peserta didik.

Karena itu, kemampuan untuk memilah informasi, mengenali hoaks dan membedakan informasi yang benar dengan informasi yang tidak benar menjadi bagian penting yang perlu ditanamkan kepada generasi muda.

Dukungan tersebut menjadi salah satu alasan PGRI POWER dinilai relevan untuk terus dikembangkan. Melalui program ini, guru diharapkan semakin siap menghadapi perubahan sekaligus mampu mendampingi peserta didik dalam menghadapi tantangan dunia digital.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Bojonegoro Moh. Kuzaini, S.Pd., MM, mengatakan PGRI POWER dirancang bukan sekadar kegiatan seremonial. Program tersebut akan dilanjutkan melalui sejumlah tahapan workshop dan pelatihan.

“Program ini dirancang untuk berlanjut melalui beberapa tahapan hingga memuncak dengan total 3.000 guru yang berpartisipasi,” kata Kuzaini.

Pada tahap awal, sekitar 250 guru mengikuti kegiatan tersebut. Mereka merupakan perwakilan PGRI Cabang yang ada di Kabupaten Bojonegoro.

Menariknya, meski Kabupaten Bojonegoro memiliki 28 kecamatan, jumlah cabang yang terlibat dalam kegiatan tersebut mencapai 30 cabang.

Kuzaini menjelaskan, sebanyak 28 cabang merupakan PGRI di lingkungan Dinas Pendidikan. Sementara dua lainnya berasal dari unsur PGRI Kemenag dan IGTKI.

“Jadi ada 30 cabang dari 28 kecamatan. Semestinya 28, tetapi ketambahan satu dari Kemenag dan satu dari IGTKI,” jelasnya.

PGRI POWER juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengikuti perkembangan teknologi, termasuk coding dan Artificial Intelligence (AI).

Menurut Kuzaini, perkembangan teknologi tidak bisa dihindari. Karena itu, guru perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi agar teknologi dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Workshop PGRI POWER akan dilaksanakan secara bertahap dengan menghadirkan narasumber dari tingkat provinsi. Tahapan tersebut nantinya terus dikembangkan hingga target 3.000 guru dapat mengikuti program.

Melalui program ini, guru diharapkan tidak hanya semakin profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki kemampuan untuk beradaptasi, berinovasi dan menghadapi perubahan dunia pendidikan.

Nilai tersebut tercermin dalam akronim POWER, yakni Professional, Optimistic, Wise, Enterprising, dan Resilient.

Foto bersama peserta dan jajaran PGRI usai launching PGRI POWER Kabupaten Bojonegoro yang ditargetkan melibatkan 3.000 guru secara bertahap.
Foto bersama peserta dan jajaran PGRI usai launching PGRI POWER Kabupaten Bojonegoro yang ditargetkan melibatkan 3.000 guru secara bertahap.

Kuzaini berharap PGRI POWER dapat menjadi gerakan bersama untuk memperkuat kapasitas guru sekaligus membangun pendidikan yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Harapannya guru-guru di Kabupaten Bojonegoro semakin mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menjadi agen perubahan dalam dunia pendidikan,” ujarnya.

Dengan dukungan Dinas Pendidikan dan PGRI Provinsi Jawa Timur serta keterlibatan 30 cabang, PGRI POWER kini diarahkan menjadi salah satu langkah strategis untuk menyiapkan 3.000 guru Bojonegoro agar semakin siap menghadapi era digital, coding dan kecerdasan buatan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *