Mahasiswa KKN-TK Unigoro Gandeng BPBD Bojonegoro Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga Kedungsari Hadapi Ancaman Kekeringan

Pendidikan1027 Dilihat
banner 400x130

NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Upaya membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman musim kemarau terus dilakukan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-TK) Universitas Bojonegoro (Unigoro) Kelompok 6 Tahun Akademik 2025/2026 berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro menggelar Sosialisasi Manajemen Mitigasi Bencana Kekeringan di Pendopo Praga Jenggala Bakti, Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Jumat (24/7/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut diikuti 12 perwakilan masyarakat dan perangkat desa. Sosialisasi difokuskan untuk meningkatkan pemahaman warga mengenai penyebab, dampak, serta langkah mitigasi yang dapat dilakukan guna mengurangi risiko bencana kekeringan saat musim kemarau.

Acara diawali dengan pembukaan oleh Mahasiswa KKN-TK Unigoro, dilanjutkan penyampaian materi oleh Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Bojonegoro, Aris, kemudian ditutup dengan sesi diskusi interaktif bersama peserta.

Dalam paparannya, Aris menegaskan bahwa kekeringan merupakan bencana yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik kondisi alam maupun aktivitas manusia yang berdampak pada menurunnya daya dukung lingkungan.

“Bencana kekeringan di Bojonegoro disebabkan oleh kombinasi faktor alam dan faktor manusia,” ujarnya.

Menurut Aris, dampak kekeringan tidak hanya dirasakan pada sektor pertanian melalui gagal panen atau puso, tetapi juga memicu krisis air bersih, meningkatkan risiko penyakit seperti diare, menimbulkan kerugian ekonomi akibat inflasi pangan, hingga menyebabkan degradasi lahan dan meningkatnya potensi kebakaran hutan maupun lahan.

Baca Juga: Petani Bojonegoro Dapat Perlindungan hingga Modernisasi Alat Panen, Pemkab Salurkan Sejumlah Bantuan

Ia menekankan bahwa mitigasi merupakan langkah yang harus dilakukan sejak dini melalui pengelolaan sumber daya air secara bijaksana, pelestarian lingkungan, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap potensi risiko bencana di wilayahnya.

Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat Desa Kedungsari diharapkan tidak hanya memahami karakteristik bencana kekeringan, tetapi juga memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi musim kemarau panjang. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan desa terhadap ancaman bencana.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *