NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok (TK) 03 Universitas Bojonegoro (UNIGORO) berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro menggelar sosialisasi budidaya tanaman sereh di Desa Pejok, Kecamatan Kedungadem, Senin (20/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu program kerja KKN TK 03 UNIGORO yang bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan hutan agar lebih produktif, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan budidaya tanaman sereh.
Program ini dilatarbelakangi masih adanya lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal di Desa Pejok. Tanaman sereh dipilih karena memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan, relatif mudah dibudidayakan, membutuhkan biaya perawatan yang rendah, serta memiliki prospek pasar yang luas sebagai bahan baku rempah-rempah, minyak atsiri, hingga berbagai produk olahan.
Sosialisasi menghadirkan Bambang Wahyudi, S.P., Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Muda sekaligus Sub Koordinator Tanaman Perkebunan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro, sebagai narasumber. Kegiatan tersebut diikuti Kepala Desa Pejok, perangkat desa, kelompok tani, masyarakat setempat, serta mahasiswa KKN TK 03 Universitas Bojonegoro.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Pejok Mustahar mengapresiasi sinergi antara mahasiswa KKN Universitas Bojonegoro dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro yang telah menghadirkan edukasi bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah positif dalam mendorong masyarakat memanfaatkan potensi lahan yang ada secara lebih produktif.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Bojonegoro dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro atas terselenggaranya kegiatan ini. Harapan kami, ilmu yang diberikan dapat diterapkan oleh masyarakat sehingga lahan yang ada bisa dimanfaatkan secara lebih produktif dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian warga,” ujar Kepala Desa Pejok.
Dalam pemaparannya, Bambang Wahyudi menjelaskan secara rinci tahapan budidaya tanaman sereh, mulai dari pemilihan bibit, persiapan lahan, teknik penanaman, hingga perawatan tanaman agar mampu menghasilkan panen yang optimal. Ia juga membagikan berbagai tips dalam mengendalikan gulma serta mengantisipasi serangan hama dan penyakit tanaman.
Menurutnya, gulma harus dibersihkan secara rutin agar tidak menghambat pertumbuhan tanaman maupun penyerapan unsur hara. Selain itu, petani juga perlu memahami gejala awal serangan hama dan penyakit, menjaga kebersihan lahan, serta melakukan pemupukan dan perawatan secara berkala.
“Perawatan yang baik sejak awal menjadi kunci keberhasilan budidaya sereh. Gulma harus rutin dibersihkan dan tanaman perlu dipantau secara berkala agar tumbuh sehat serta menghasilkan panen yang berkualitas,” jelas Bambang Wahyudi.
Selama sesi sosialisasi berlangsung, masyarakat tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan. Berbagai pertanyaan diajukan peserta, mulai dari teknik budidaya, perawatan tanaman, hingga peluang pengembangan usaha berbasis tanaman sereh.
Salah seorang peserta, Hari, menanyakan penyebab tanaman sereh yang sering tidak tumbuh optimal pada lahan dengan kandungan pasir tinggi.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Bambang Wahyudi menjelaskan bahwa tanah yang didominasi pasir memiliki karakteristik lebih panas serta kurang mampu menyimpan air dan unsur hara. Kondisi tersebut menyebabkan akar tanaman sereh berisiko mengalami kekeringan hingga mati sehingga pertumbuhannya menjadi kurang optimal.
Karena itu, sebelum penanaman dilakukan, ia menyarankan agar lahan terlebih dahulu diberikan bahan organik seperti pupuk kandang maupun kompos. Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air dan unsur hara sehingga pertumbuhan tanaman sereh menjadi lebih baik.
Melalui kegiatan ini, KKN TK 03 Universitas Bojonegoro bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro berharap masyarakat Desa Pejok dapat memanfaatkan lahan hutan secara lebih produktif melalui budidaya tanaman sereh yang bernilai ekonomis.
Selain berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat, pengembangan budidaya sereh juga diharapkan mampu mendukung pengelolaan lahan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat potensi sektor pertanian dan kehutanan di Desa Pejok.















