SH Terate Kids Bojonegoro: Membentuk Anak Tangguh, Berkarakter dan Percaya Diri Sejak Dini

Olahraga, Serba Serbi102 Dilihat
banner 400x130

NewsBojonegoro.com | Bojonegoro — Bukan sekadar mengajarkan cara menendang dan memukul, Terate Kids Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Kabupaten Bojonegoro, Padepokan Sumur Gumuling, membawa misi yang lebih jauh: membentuk anak-anak menjadi pribadi yang tangguh, berkarakter, percaya diri dan berintegritas sejak usia dini.

Pesan tersebut tergambar dalam kegiatan Terate Kids yang digelar di Alun-Alun Bojonegoro, Minggu (13/9/2026) pagi. Lebih dari 100 anak, didampingi sekitar 7 pelatih, mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari pembentukan barisan, doa bersama, pengenalan pencak silat, lagu kebangsaan dan Mars SH Terate, hingga jalan sehat mengelilingi Alun-Alun sebanyak dua putaran.

Menariknya, meski pembinaan anak dikemas dengan pendekatan yang lebih humanis dan menyenangkan, nilai disiplin tetap ditegakkan. Anak-anak tetap dibiasakan tertib, mengikuti instruksi, menghormati pelatih dan menjaga kebersamaan, sementara materi fisik diberikan sesuai usia dan kemampuan mereka.

Dari sinilah pencak silat bagi Terate Kids tidak berhenti pada kemampuan bela diri. Ia menjadi jalan untuk menanamkan karakter, membangun kepercayaan diri dan mengenalkan arti persaudaraan sejak langkah pertama anak mengenal SH Terate.

Kegiatan dimulai sejak pukul 06.15 WIB dengan registrasi peserta di Tribun Selatan Alun-Alun Bojonegoro. Setengah jam kemudian, seluruh anak mulai berkumpul dan ditata dalam barisan.

Meski masih berusia dini, mereka dibiasakan memahami aturan sederhana dalam sebuah latihan. Datang sesuai waktu, berkumpul dengan tertib, menjaga barisan dan mengikuti arahan menjadi bagian dari pembelajaran.

Sekitar pukul 07.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan dan doa bersama, kemudian pengarahan dari pembina, penasehat maupun koordinator.

Suasana semakin semarak ketika anak-anak diajak menyanyikan lagu-lagu yang membawa pesan kebangsaan dan persaudaraan, di antaranya Indonesia Raya, Garuda Pancasila, Padamu Negeri dan Mars SH Terate.

Semangat kebersamaan kemudian dibangun melalui yel-yel “Sorak-Sorak Bergembira”, sehingga suasana latihan tetap ceria tanpa menghilangkan ketertiban.

Sekitar pukul 07.30 WIB, para pelatih mulai memandu pemanasan dan gerakan yang disesuaikan dengan kemampuan anak.

Di sinilah pendekatan Terate Kids berbeda dengan latihan anggota dewasa.

Anak-anak tidak langsung dihadapkan pada latihan fisik dengan intensitas tinggi. Materi diberikan secara bertahap dengan mempertimbangkan usia dan perkembangan fisik mereka.

Anak-anak tetap diarahkan untuk mengikuti instruksi, menjaga sikap, menghormati pelatih dan teman serta menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib.

Bambang Prasetyo Budi, Koordinator Terate Kids sekaligus Koordinator Humas SH Terate Cabang Kabupaten Bojonegoro, mengatakan pola pembinaan memang harus disesuaikan dengan karakter anak.

“Kalau untuk orang dewasa, latihan fisiknya memang bisa lebih keras karena mereka sudah memiliki kesiapan fisik. Tetapi untuk anak-anak, tentu pendekatannya berbeda. Kita lebih mengutamakan bagaimana mereka merasa senang dulu, kemudian secara perlahan kita tanamkan kedisiplinan, keberanian, rasa percaya diri dan nilai persaudaraan,” ujar Bambang.

Menurutnya, sejak usia dini anak tetap perlu mengenal arti disiplin. Hanya saja, proses pembentukannya dilakukan melalui pendekatan yang sesuai dengan dunia mereka.

“Dan juga mengenalkan budaya bangsa sejak usia dini dan mengurangi anak untuk bermain gadget/hp” terangnya

Setelah pemanasan, lebih dari 100 anak bersama para pelatih dan orang tua mengikuti jalan sehat mengelilingi Alun-Alun Bojonegoro sebanyak dua putaran.

Anak-anak Terate Kids tampak antusias mengikuti kegiatan jalan sehat dengan berlari didampingi para pelatih di kawasan Alun-Alun Bojonegoro, Minggu (13/9/2026).
Anak-anak Terate Kids tampak antusias mengikuti kegiatan jalan sehat dengan berlari didampingi para pelatih di kawasan Alun-Alun Bojonegoro, Minggu (13/9/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi aktivitas fisik, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan Terate Kids kepada masyarakat.

Barisan anak-anak berseragam latihan berjalan bersama dengan penuh semangat. Para pelatih dan orang tua turut mendampingi untuk memastikan barisan tetap tertib dan aman.

Kehadiran Terate Kids di tengah masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa pencak silat dapat menjadi kegiatan positif bagi anak-anak, bukan hanya untuk kemampuan bela diri, tetapi juga sebagai sarana membangun karakter.

Dari Pencak Silat, Belajar Karakter dan Persaudaraan

Bagi Padepokan Sumur Gumuling, pencak silat merupakan salah satu media untuk membentuk kepribadian anak.

Nilai yang ditanamkan tidak berhenti pada kemampuan fisik, tetapi mencakup disiplin, keberanian, tanggung jawab, rasa percaya diri, integritas, penghormatan kepada sesama dan persaudaraan.

Hal tersebut sejalan dengan semangat Terate Kids yang mengusung tujuan:

“Membentuk individu tangguh dan berkarakter, menumbuhkan rasa percaya diri dan berintegritas.”

Karena itu, setiap aktivitas dalam latihan memiliki nilai pembelajaran tersendiri.

Baris bersama mengajarkan keteraturan. Mengikuti instruksi mengajarkan disiplin. Berlatih bersama menumbuhkan kebersamaan. Sementara keberanian mengikuti kegiatan di ruang publik membantu membangun rasa percaya diri anak.

Mas Bambang menegaskan, tujuan pembinaan bukan hanya menjadikan anak kuat secara fisik.

“Yang paling penting untuk anak-anak bukan bagaimana mereka menjadi kuat secara fisik saja. Kita ingin mereka tumbuh menjadi anak yang memiliki karakter, percaya diri, disiplin dan mampu menghargai orang lain. Nilai-nilai SH Terate tetap kita tanamkan, hanya cara menyampaikannya yang disesuaikan dengan dunia anak,” jelasnya.

7 Pelatih Dampingi Lebih dari 100 Anak

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 7 pelatih terlibat mendampingi lebih dari 100 peserta.

Di antara pelatih yang turut mendampingi terdapat Agus Sudirman, Pendik Sugiharto, Imam Taufik dan Andry Dewi, bersama pelatih lainnya.

Mereka tidak hanya memberikan materi latihan, tetapi juga mengarahkan anak-anak selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.

Peran orang tua juga tidak kalah penting. Orang tua diminta mendampingi putra-putrinya hingga kegiatan selesai.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara pelatih dan keluarga dalam proses pembentukan karakter anak.

Latihan Rutin Setiap Minggu

Kegiatan di Alun-Alun Bojonegoro bukan merupakan kegiatan satu kali. Terate Kids Padepokan Sumur Gumuling memiliki latihan rutin setiap Minggu pagi pukul 07.00 WIB.

Latihan rutin tersebut berlangsung di Sekretariat SH Terate Bojonegoro, Jalan Kolonel Sugiono No. 87A, Bojonegoro.

Mas Bambang mengajak para orang tua yang ingin mengenalkan pencak silat kepada anaknya untuk memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang pembelajaran yang positif.

“Untuk latihan rutinnya, Terate Kids dilaksanakan setiap hari Minggu pukul 07.00 WIB di sekretariat SH Terate Bojonegoro, Jalan Kolonel Sugiono No. 87A. Kami mengajak anak-anak untuk belajar pencak silat sekaligus membangun kedisiplinan, karakter, rasa percaya diri dan persaudaraan sejak dini,” terang Bambang.

Menjadi Tangguh Tanpa Kehilangan Keceriaan

Setelah menyelesaikan jalan sehat dua putaran, seluruh peserta kembali ke area Alun-Alun untuk mengikuti foto bersama anak-anak, pelatih dan orang tua dengan membawa banner kegiatan.

Selanjutnya, peserta mendapatkan minuman dan makanan ringan sebelum kegiatan ditutup sekitar pukul 09.00 WIB.

Kegiatan tersebut memperlihatkan satu hal penting: membentuk anak tangguh tidak selalu harus dimulai dengan latihan fisik yang keras.

Ketegasan dalam disiplin tetap dapat berjalan berdampingan dengan pendekatan yang humanis. Anak-anak tetap belajar menaati aturan, tetapi juga diberi ruang untuk tumbuh dengan keceriaan dan rasa nyaman.

Mas Bambang berharap pembinaan Terate Kids dapat menjadi ruang positif bagi anak-anak untuk tumbuh bersama dalam lingkungan yang sehat dan penuh persaudaraan.

“Kita ingin anak-anak datang latihan dengan rasa senang, pulang membawa pengalaman yang baik, dan secara perlahan nilai-nilai itu melekat dalam kehidupan mereka,” pungkasnya.

Lebih dari 100 anak yang pagi itu memenuhi kawasan Alun-Alun Bojonegoro bukan hanya sedang belajar gerakan pencak silat.

Mereka sedang belajar berbaris, disiplin, berani, percaya diri, menghormati orang lain, mencintai bangsa dan membangun persaudaraan.

Sebab, menjadi anak tangguh bukan hanya tentang kuat secara fisik. Tangguh juga berarti memiliki karakter, percaya diri, berintegritas dan mampu membawa nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk di ketahui: Kegiatan Terate Kids tersebut berada dalam pembinaan SH Terate Cabang Kabupaten Bojonegoro. Kang Mas Wahyu Subakdiono, S.Sos, selaku Ketua Cabang SH Terate Bojonegoro sekaligus pelindung kegiatan, dan Kang Mas Triwahyu Utomo, S.Pd, selaku penasehat, berhalangan hadir secara langsung karena sedang berada di luar kota.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *