Kapolres Bojonegoro Tekankan Sportivitas di SH Terate Kids Championship 2026, 380 Pesilat Cilik Bertanding

Olahraga29 Dilihat
banner 400x130

NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty, S.I.K., M.H., mengingatkan pentingnya sportivitas, kejujuran, dan penghormatan terhadap keputusan wasit dalam SH Terate Kids Jawa Timur Open Championship 2026. Pesan tersebut disampaikan saat pembukaan kejuaraan pencak silat yang diikuti 380 atlet anak di gedung Gatari Kirana, Pusat Latihan (Puslat) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Desa Bakalan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jumat malam (23/10/2026).

Kejuaraan yang memperebutkan Piala Ketua Umum PSHT Pusat Madiun tersebut berlangsung pada 23–25 Oktober 2026. Ratusan pesilat muda dari berbagai daerah mengikuti kompetisi untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mengasah mental bertanding, kedisiplinan, keberanian, dan sportivitas sejak usia dini.

Dalam sambutannya, Kapolres mengajak seluruh peserta mengikuti pertandingan dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi aturan yang berlaku. Ia mengingatkan bahwa kompetisi bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan juga menjadi kesempatan bagi atlet muda untuk belajar menerima hasil pertandingan, menghargai lawan, dan membangun karakter.

Para peserta diharapkan tidak melakukan kecurangan serta menghormati keputusan wasit dan juri. Sikap tersebut penting untuk menjaga pertandingan berlangsung tertib sekaligus menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab kepada generasi muda.

Kapolres juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mendukung anak-anak yang mengikuti kejuaraan. Dukungan dan motivasi dari keluarga diharapkan membuat para peserta lebih percaya diri serta mampu menjalani pertandingan sebagai pengalaman positif.

Selain atlet dan orang tua, seluruh pihak yang hadir juga diharapkan ikut menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Dengan kebersamaan panitia, pelatih, pendamping, penonton, dan aparat keamanan, rangkaian kejuaraan diharapkan berjalan lancar dan kondusif.

Pada bagian akhir sambutannya, Kapolres menyampaikan seruan, “Salam Polisi!” yang kemudian dijawab oleh hadirin, “Polisi bersama masyarakat!”

Seruan tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta ketertiban selama penyelenggaraan kejuaraan.

SH Terate Kids Jawa Timur Open Championship 2026 menjadi salah satu wadah pembinaan atlet pencak silat sejak usia dini. Sebanyak 380 atlet anak mengikuti kompetisi yang mempertandingkan sejumlah kelompok usia, mulai dari prausia dini, usia dini, hingga praremaja, meliputi prausia dini usia 5–6 tahun, usia dini 7–9 tahun, usia dini 10–12 tahun, serta praremaja 12–14 tahun.

Nomor pertandingan mencakup kategori tanding, jurus atau seni, serta tunggal bebas. Ketentuan teknis, termasuk pembagian kelas tanding dan durasi pertandingan, mengikuti aturan dalam buku panduan kejuaraan.

Melalui kompetisi tersebut, para pesilat diharapkan dapat mengembangkan kemampuan teknik, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun mental bertanding. Pengalaman di gelanggang juga menjadi sarana bagi anak-anak untuk belajar menghormati lawan dan menerima hasil pertandingan dengan sikap dewasa.

Pembinaan sejak usia dini tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar kemenangan atau medali. Lebih dari itu, kegiatan olahraga dapat menjadi sarana menanamkan kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, dan nilai-nilai persaudaraan.

Karena itu, dukungan pengurus organisasi, pelatih, orang tua, dan masyarakat diperlukan agar pembinaan atlet dapat berlangsung secara berkelanjutan dan membuka peluang bagi pesilat muda untuk meraih prestasi pada jenjang yang lebih tinggi.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Tri Wahyu Utomo mewakili Ketua Cabang Sh Terate Bojonegoro Wahyu Subakdiono, memberikan apresiasi kepada Yoga Aldi Pradana, atlet Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Kapas, Cabang Bojonegoro, yang berhasil meraih Juara 1 Kelas E Putra Dewasa dalam Open Tournament Panglima TNI 2026.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga besar PSHT Ranting Kapas, Cabang Bojonegoro. Apresiasi yang diberikan diharapkan menjadi motivasi bagi Yoga Aldi Pradana untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi yang lebih tinggi.

Keberhasilan tersebut juga diharapkan dapat menginspirasi atlet-atlet lainnya agar terus berlatih dan mengharumkan nama organisasi serta daerah melalui olahraga pencak silat.

Perhatian juga diberikan kepada peserta termuda kategori usia dini, yakni Bilal Airlangga Wirasetya, yang disebut berusia sekitar empat tahun. Apresiasi tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pembinaan atlet sejak usia dini sekaligus motivasi bagi anak-anak untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan seni bela diri pencak silat.

Pembinaan pada usia anak tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan. Anak-anak juga perlu memperoleh pengalaman positif dalam berolahraga, belajar disiplin, membangun keberanian, dan mengenal nilai-nilai persaudaraan.

Dalam kesempatan yang sama, Adi Pradana, atlet asal Bojonegoro, turut disebut sebagai sosok yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para peserta muda. Semangat dan prestasinya diharapkan mendorong anak-anak untuk terus berlatih dan berusaha meraih pencapaian lebih tinggi, termasuk di tingkat nasional.

Tri Wahyu Utomo menjelaskan bahwa kejuaraan ini bertujuan meningkatkan semangat kompetisi, membangun mental bertanding, serta menemukan dan mengembangkan bibit-bibit atlet pencak silat potensial.

Menurutnya, pembinaan sejak dini penting agar peserta memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan teknik dan membangun kepercayaan diri melalui pengalaman bertanding. Para peserta juga diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, berani, berkarakter baik, serta mampu menghormati orang lain.

Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, Drs. H. R. Moerdjoko H.W., menegaskan bahwa SH Terate Kids Jawa Timur Open Championship 2026 bukan sekadar ajang pertandingan pencak silat. Kejuaraan ini juga menjadi sarana membangun generasi muda yang aktif, kreatif, dan berprestasi.

“Ini merupakan satu kegiatan yang mendukung terciptanya generasi muda yang aktif, kreatif, berprestasi, dan mampu membawa nama baik bangsa dan negara,” ujar Moerdjoko dalam sambutannya.

Menurutnya, kegiatan olahraga, latihan, dan kompetisi dapat menjadi wadah positif bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan potensi diri, membangun kedisiplinan, serta mengisi waktu dengan aktivitas yang bermanfaat.

Ia juga menyoroti pentingnya membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif, termasuk radikalisme dan terorisme. Pembinaan melalui kegiatan yang terarah diharapkan membantu anak-anak dan remaja tumbuh menjadi pribadi yang memiliki karakter kuat dan mampu memilih lingkungan yang positif.

Dalam kesempatan tersebut, Moerdjoko turut membagikan pengalaman pribadinya sebagai atlet pencak silat. Ia mengungkapkan bahwa dirinya mulai berlatih sejak duduk di bangku sekolah dasar dan terus menekuni pencak silat hingga beranjak dewasa.

Pengalaman tersebut menjadi pesan bagi para peserta bahwa prestasi tidak dapat diraih secara instan. Dibutuhkan latihan yang tekun, kedisiplinan, semangat, dan ketahanan mental untuk mencapai hasil terbaik.

Ia mendorong para atlet memanfaatkan kejuaraan sebagai kesempatan mengasah kemampuan sekaligus mengukur hasil latihan yang telah dijalani. Para peserta juga diminta bertanding dengan penuh semangat dan mengerahkan kemampuan terbaik tanpa melupakan nilai sportivitas.

Kangmas Murjoko mengingatkan bahwa kemenangan maupun kekalahan merupakan bagian dari proses belajar. Persaingan di gelanggang tidak boleh merusak persaudaraan yang telah terjalin di antara para pesilat.

“Dalam pertandingan kita berjuang sesuai kemampuan masing-masing. Namun, setelah pertandingan, kita kembali menjadi saudara,” pesannya.

Ia berharap kejuaraan ini melahirkan atlet-atlet muda yang tidak hanya unggul dalam kemampuan teknik dan mental bertanding, tetapi juga memiliki karakter luhur, menjunjung sportivitas, serta menjaga persaudaraan.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, para atlet diharapkan mampu berkembang dan meraih prestasi lebih tinggi sekaligus membawa nama baik daerah dan organisasi.

Sambutan Bupati Bojonegoro disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro, Eddy Susanto, S.H., M.H. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya membangun kekuatan diri, menjaga persaudaraan, dan membentuk karakter generasi muda melalui pencak silat.

Ia menyampaikan bahwa kemampuan bela diri seharusnya tidak digunakan untuk menyakiti orang lain, melainkan menjadi sarana belajar menghormati sesama dan menjaga perdamaian.

Ajaran pencak silat diharapkan mampu membentuk pribadi yang kuat secara fisik, cerdas secara mental, serta memiliki budi pekerti luhur.

Kepada para peserta, Sekda berpesan agar mengikuti pertandingan dengan penuh semangat, percaya diri, dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Menang adalah prestasi. Tetapi menerima kekalahan juga merupakan bagian dari keberhasilan pembentukan karakter. Dalam pertandingan kita mungkin menjadi lawan, tetapi setelah pertandingan kita tetap bersaudara,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.

Ia mengingatkan agar semangat berkompetisi tidak sampai menghilangkan nilai-nilai persaudaraan yang menjadi landasan penting dalam PSHT. Para atlet juga diminta menghormati lawan, mematuhi keputusan wasit, serta tidak takut menghadapi tantangan.

Menurutnya, kejuaraan pencak silat tidak seharusnya berhenti sebagai kegiatan seremonial atau sekadar pertandingan. Kegiatan tersebut perlu menjadi bagian dari upaya meningkatkan prestasi, memperbaiki kualitas pembinaan atlet, dan mengembangkan potensi daerah.

Untuk mendukung tujuan tersebut, diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi olahraga, lembaga pendidikan, media, dan masyarakat. Pembinaan yang berkelanjutan dan terukur diharapkan membuka peluang bagi para atlet muda untuk berprestasi di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.

Sekda juga menekankan pentingnya dukungan orang tua terhadap perkembangan anak. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya diukur dari medali atau gelar juara, tetapi juga dari keberanian, kedisiplinan, dan perkembangan karakter yang terbentuk melalui proses latihan serta pertandingan.

Pembukaan SH Terate Kids Jawa Timur Open Championship 2026 dihadiri Ketua Umum PSHT Pusat Madiun Drs. H. R. Moerdjoko H.W., Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty, S.I.K., M.H., serta Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro Eddy Susanto, S.H., M.H., yang mewakili Bupati Bojonegoro.

Turut hadir perwakilan Kodim 0813 Bojonegoro, jajaran pengurus PSHT, dewan cabang, panitia penyelenggara, wasit dan juri, serta para peserta kejuaraan.

Rangkaian acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua Pusat SH Terate Moerdjoko sebagai simbol dimulainya kompetisi yang berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Oktober 2026.

Melalui kejuaraan ini, PSHT diharapkan terus berkontribusi dalam pembinaan generasi muda, melahirkan pesilat potensial, serta menanamkan nilai sportivitas, kedisiplinan, keberanian, dan persaudaraan.

Pesan Kapolres Bojonegoro mengenai sportivitas dan ketertiban menjadi pengingat bahwa keberhasilan kejuaraan tidak hanya ditentukan oleh hasil pertandingan, tetapi juga oleh sikap seluruh pihak dalam menghormati aturan, menjaga keamanan, dan menciptakan suasana yang kondusif.

Dengan demikian, SH Terate Kids Jawa Timur Open Championship 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga membentuk generasi muda yang jujur, disiplin, mampu menghargai lawan, menerima hasil pertandingan dengan dewasa, serta menjaga persaudaraan di dalam maupun di luar gelanggang.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru