NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Inspeksi mendadak Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah di lokasi pembangunan Taman Rajekwesi, Jumat (4/9/2026), mendadak menjadi perhatian. Bukan hanya mengecek progres pembangunan, Wakil Bupati justru dibuat kaget saat melihat sejumlah pohon besar di kawasan tersebut telah ditebang. Tak ingin persoalan itu berhenti di lokasi, Nurul langsung mengambil telepon dan menghubungi Dinas PU Cipta Karya untuk meminta penjelasan.
Kondisi sejumlah pohon menjadi sorotan Nurul saat dirinya meninjau langsung kawasan pembangunan Taman Rajekwesi. Di lokasi terlihat batang dan bagian pohon yang telah dipotong, sementara sejumlah pohon lainnya masih berada di sekitar area pekerjaan.
Nurul mempertanyakan penanganan pohon-pohon tersebut. Menurutnya, pohon yang sudah berukuran besar tidak semestinya diperlakukan sembarangan, terlebih jika masih memungkinkan untuk dipindahkan dan diselamatkan.
“Saya itu mulai menanam dari kecil jadi besar,” ujar Nurul saat berada di lokasi.
Ia kemudian menyinggung kemungkinan pohon yang masih bagus untuk dipindahkan ke lokasi pembibitan.
“Kalau ada taman masih bagus, bisa dibawa ke pembibitan,” katanya.
Namun, persoalan tidak berhenti pada pohon yang telah ditebang. Nurul juga mempertanyakan proses pemindahan pohon yang menurutnya harus memperhatikan kondisi akar agar tanaman memiliki peluang untuk tetap hidup.
“Sudah potongan akarnya tidak ada dan dibungkus pakai sak,” ujarnya.
Bahkan, Nurul mempertanyakan bagaimana pohon besar dapat dipindahkan apabila akar tanaman tidak ditangani dengan baik.
“Lima menit dipotong selesai, tetapi penanamannya susah lo ini,” katanya.
Wabup Langsung Hubungi Dinas PU Cipta Karya
Di tengah sidak, Nurul kemudian mengambil telepon. Ia menyampaikan bahwa pihaknya akan menghubungi Dinas PU Cipta Karya untuk menanyakan persoalan yang terjadi di lokasi pembangunan Taman Rajekwesi.
Langkah tersebut dilakukan setelah Nurul mendengar penjelasan mengenai penanganan pohon yang terdampak pekerjaan.
Dalam percakapan di lokasi, Nurul juga menyinggung persoalan koordinasi. Ia mempertanyakan proses pekerjaan yang dilakukan tanpa koordinasi yang menurutnya semestinya dilakukan sejak awal.
“Waktu gotong, waktu ngeruk tidak ada koordinasi sama sekali,” tegasnya.
Ia juga mempertanyakan perencanaan pembangunan lantaran terdapat pohon-pohon besar yang kemudian terdampak pekerjaan.
“Pohon besar-besar kok ambyar, itu gimana perencanaannya?” ujarnya.
“Kalau Pohon Besar Jangan Asal Potong”
Nurul Azizah menegaskan bahwa keberadaan pohon besar harus menjadi perhatian dalam setiap pembangunan, terlebih kondisi Bojonegoro yang cukup panas.
“Pokoknya sekarang kalau ada pembangunan apa aja, ada pohon besar tolong diperhatikan,” tegasnya.
Menurutnya, menebang pohon memang dapat dilakukan dalam waktu singkat. Namun, untuk mendapatkan kembali pohon berukuran besar membutuhkan waktu bertahun-tahun.
“Kalau memotong cepat, tapi tanaman yang susah. Bojonegoro panas gini,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan agar pohon besar tidak ditebang secara sembarangan.
“Kalau pohon besar-besar jangan asal potong,” tegas Nurul.
Sidak tersebut menunjukkan perhatian Wakil Bupati Bojonegoro terhadap aspek lingkungan dalam pembangunan Taman Rajekwesi. Persoalan penebangan dan pemindahan pohon menjadi salah satu catatan yang langsung diklarifikasi Nurul dengan menghubungi Dinas PU Cipta Karya.
Sementara itu, terkait alasan penebangan, jumlah pohon yang ditebang, pihak yang melakukan penebangan, serta apakah sebelumnya telah ada koordinasi dan perencanaan khusus terkait pohon-pohon tersebut, masih perlu penjelasan dari pihak teknis dan pelaksana pembangunan.

















