NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bojonegoro menggelar Diskusi Pemikiran Sosialisme Islam bertema Membaca Peta Bojonegoro dalam Kacamata Sosialisme Islam, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Adelia Cafe Bojonegoro tersebut menjadi ruang diskusi untuk mengkaji relevansi pemikiran Sosialisme Islam terhadap kondisi sosial, politik, dan pembangunan di Kabupaten Bojonegoro.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dewan Syuro DPC PKB Bojonegoro KH. Sochib Shoim, Ketua DPC PKB Bojonegoro Fauzan Fuadi, Sekretaris DPC PKB yang juga Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar, serta Ketua Fraksi PKB DPRD Bojonegoro Suparno bersama seluruh anggota fraksi.
Turut hadir jajaran pengurus DPC PKB, perwakilan Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) PKB se-Kabupaten Bojonegoro, serta pimpinan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan.
Ketua DPC PKB Bojonegoro, Fauzan Fuadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Ketua Umum PKB agar seluruh jajaran Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dan DPC PKB di Indonesia kembali mengkaji serta mendiskusikan pemikiran Sosialisme Islam.
Menurutnya, kajian tersebut penting dilakukan untuk memperkaya perspektif kader dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi, perubahan zaman, serta dinamika politik yang terus berkembang.
Baca Juga: Golkar Bojonegoro Gelar Sekolah Anggaran, Bedah APBD 2027 Bersama Kepala Bappeda
Fauzan juga menilai pemikiran Sosialisme Islam perlu diperkenalkan kembali kepada generasi muda agar nilai-nilai dan sejarah pemikirannya tidak terputus.
“Kami berharap nanti Gus Rizal dan Pak Ridwan Hambali bisa membantu merefresh kita, lebih-lebih kepada generasi muda yang belum biasa mengkaji pemikiran tentang Sosialisme Islam,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, DPC PKB Bojonegoro menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. H. Rizal Mumazziq Zionis, Rektor Universitas Al-Falah As-Sunniyah Jember, dan Dr. H. M. Ridwan Hambali, Direktur Pascasarjana Universitas Sunan Giri Bojonegoro.
Fauzan menjelaskan, pembahasan dibagi menjadi dua fokus utama. Rizal Mumazziq akan mengulas pemikiran Sosialisme Islam secara lebih luas, sedangkan Ridwan Hambali diharapkan membedah relevansi pemikiran tersebut dengan kondisi dan potensi Kabupaten Bojonegoro.
Ia berharap hasil diskusi tidak berhenti sebatas kajian intelektual, melainkan dapat menjadi pedoman bagi kader PKB dalam menjalankan peran politik dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para anggota DPRD.
“Mumpung ini ada Pak Umar, Ketua DPRD, supaya pasca kegiatan bedah pemikiran tentang Sosialisme Islam hari ini, nilai-nilainya dapat menjadi bekal, menjadi fatsoen teman-teman dalam bekerja dan melayani umat, juga menjadi paradigma dalam menjalankan tugas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Fauzan menegaskan bahwa DPC PKB Bojonegoro akan melanjutkan kegiatan tersebut melalui serial diskusi dengan mengangkat berbagai pemikiran yang memiliki substansi dan semangat untuk kemaslahatan umat.
“Yang pasti ini jangan sampai hanya berhenti di diskusi pada hari ini. Berikutnya akan kita siapkan serial-serial diskusi pemikiran lain yang substansi atau spirit di dalamnya bermanfaat untuk kemaslahatan umat,” tegasnya.
Fauzan juga mengaitkan nilai-nilai Sosialisme Islam dengan prinsip keadilan sosial, pemerataan, dan gotong royong yang menjadi bagian dari nilai-nilai Pancasila.
Menurutnya, prinsip tersebut dapat diterjemahkan dalam kebijakan pemerintah yang mengedepankan pemerataan dan keadilan bagi masyarakat. Salah satunya dalam penyusunan kebijakan anggaran daerah, yang harus mempertimbangkan sejauh mana manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Melalui diskusi tersebut, PKB Bojonegoro berharap pemikiran Sosialisme Islam tidak hanya berkembang sebagai wacana akademis, tetapi juga mampu diterjemahkan menjadi gagasan dan tindakan nyata dalam praktik politik, perumusan kebijakan publik, serta pelayanan kepada masyarakat.






















