NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur publik. Salah satu langkah strategis yang kini mulai direalisasikan adalah revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro menjadi pusat perdagangan modern yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kenyamanan pedagang dan masyarakat.
Sebagai bagian dari tahapan pembangunan, Pemkab Bojonegoro mulai melakukan relokasi sementara pedagang lesehan dari Pasar Kota (lama) menuju Pasar Wisata Bojonegoro yang difungsikan sebagai Tempat Penampungan Sementara (TPS).
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Kabupaten Bojonegoro, Moh. Akhmadi, menjelaskan bahwa Jumat (17/7/2026) menjadi hari terakhir pedagang melakukan aktivitas jual beli di Pasar Kota lama. Selanjutnya, mulai Sabtu (18/7/2026), seluruh pedagang lesehan dipindahkan ke TPS Pasar Wisata agar proses pembangunan dapat segera dilaksanakan.
“Relokasi ini merupakan bagian dari tahapan pembangunan Pasar Kota Bojonegoro. Kami berharap seluruh pedagang dapat mendukung proses ini demi terwujudnya pasar yang lebih baik,” ujarnya saat audiensi bersama Paguyuban Pedagang Pasar Kota di Ruang Setyowati, Kantor Pemkab Bojonegoro, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, kawasan Pasar Kota lama akan dikosongkan sepenuhnya untuk memberikan ruang bagi pelaksanaan pekerjaan konstruksi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pada tahun anggaran 2026. Berdasarkan data pengadaan pemerintah, paket pekerjaan konstruksi memiliki pagu anggaran sekitar Rp80 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Bojonegoro.
Melalui proses tender, proyek tersebut dimenangkan oleh PT Tiara Multi Teknik dengan nilai kontrak sekitar Rp78 miliar, sementara pengawasan pembangunan dilakukan melalui paket Jasa Manajemen Konstruksi (MK) senilai sekitar Rp1,8 miliar.
Pembangunan ini menjadi investasi jangka panjang Pemkab Bojonegoro dalam menghadirkan fasilitas perdagangan yang lebih representatif sekaligus meningkatkan daya saing pasar tradisional di tengah perkembangan pusat-pusat perdagangan modern.
Hadirkan Pasar yang Lebih Modern
Berdasarkan konsep yang telah dipublikasikan, Pasar Kota Bojonegoro akan dibangun menjadi gedung tiga lantai di atas lahan sekitar 18 ribu meter persegi. Bangunan tersebut dilengkapi berbagai fasilitas modern, mulai dari area perdagangan yang lebih tertata, ruang terbuka hijau, area parkir yang lebih memadai, hingga eskalator untuk memudahkan mobilitas pengunjung.
Tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, pasar baru ini juga dirancang memiliki wajah yang lebih representatif sehingga mampu menjadi salah satu ikon baru kawasan pusat Kota Bojonegoro.
Revitalisasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian lokal, memperkuat sektor UMKM, serta menciptakan lingkungan pasar yang lebih bersih, aman, dan tertata.
Pemkab Bojonegoro berharap proses relokasi pedagang dapat berjalan lancar sehingga pembangunan dapat dilaksanakan sesuai tahapan yang telah direncanakan.
Pembangunan Pasar Kota sendiri diproyeksikan berlangsung secara bertahap hingga 2027, mengingat skala pekerjaan yang cukup besar. Selama masa pembangunan, para pedagang tetap dapat menjalankan aktivitas usahanya di Pasar Wisata Bojonegoro yang telah disiapkan sebagai lokasi penampungan sementara.
Melalui revitalisasi ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan infrastruktur yang berkualitas, memperkuat perekonomian kerakyatan, sekaligus mewujudkan pasar tradisional yang mampu bersaing di era modern tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai pusat perdagangan masyarakat.





















