NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal agar mampu mengambil peluang dari perkembangan industri di daerah, khususnya sektor minyak dan gas (migas).
Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui penguatan kompetensi kontraktor lokal. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Bojonegoro, Mahmudi, S.Sos., M.M., menjadi pemateri dalam Lokakarya Kontraktor Lokal ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang digelar di Aston Bojonegoro City Hotel, Selasa (11/8/2026).
Mengusung tema “Penguatan Kompetensi melalui Pembaruan Sistem Pengadaan dan Kepatuhan Regulasi”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong perusahaan lokal semakin siap menghadapi kebutuhan dan standar dunia industri.
Pemkab Dorong Kontraktor Lokal Lebih Kompetitif
Dalam kesempatan tersebut, Mahmudi menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan profesionalitas perusahaan lokal. Menurutnya, peluang industri yang ada di Bojonegoro perlu diimbangi dengan kesiapan pelaku usaha agar manfaat keberadaan industri dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat daerah.
Kontraktor lokal, kata Mahmudi, perlu terus memperkuat kapasitas perusahaan, baik dari sisi sumber daya manusia, kemampuan teknis, administrasi, legalitas maupun pemahaman terhadap sistem pengadaan dan regulasi.
Dengan kemampuan yang semakin baik, perusahaan lokal diharapkan mampu memenuhi standar yang dibutuhkan industri sekaligus meningkatkan daya saing.
“Kontraktor lokal harus terus meningkatkan kompetensi dan profesionalitas agar mampu memenuhi kebutuhan industri dan bersaing secara sehat,” demikian pesan yang disampaikan Mahmudi dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, menjadi perusahaan lokal merupakan sebuah peluang sekaligus tanggung jawab. Status lokal harus diikuti dengan kemampuan perusahaan dalam memberikan pekerjaan secara profesional dan memenuhi standar yang ditetapkan pengguna jasa.
Membuka Ruang Lebih Besar bagi Pelaku Usaha Lokal
Pemkab Bojonegoro melihat keberadaan industri migas tidak hanya dari sisi aktivitas produksi, tetapi juga dari potensi penggerak ekonomi daerah.
Keterlibatan perusahaan lokal dalam rantai pasok industri diharapkan dapat memberikan efek berganda, mulai dari terbukanya peluang usaha hingga meningkatnya kebutuhan tenaga kerja dan jasa pendukung.
Karena itu, peningkatan kompetensi menjadi salah satu bagian penting agar pelaku usaha Bojonegoro mampu mengambil peluang tersebut.
Melalui forum seperti lokakarya, perusahaan lokal mendapatkan ruang untuk memahami perkembangan sistem pengadaan, persyaratan yang harus dipenuhi serta pentingnya kepatuhan terhadap regulasi.
Pemkab melalui Dinperinaker juga terus mendorong pelaku usaha dan tenaga kerja di Bojonegoro untuk meningkatkan kapasitas agar semakin siap menghadapi kebutuhan dunia industri.
Bojonegoro Ingin Pelaku Usaha Lokal Naik Kelas
Mahmudi berharap kontraktor lokal tidak berhenti pada pemenuhan persyaratan administratif, tetapi terus melakukan pengembangan perusahaan secara berkelanjutan.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia, kemampuan teknis, tata kelola perusahaan serta pemahaman regulasi dinilai menjadi modal penting untuk membangun perusahaan lokal yang lebih kuat.
Dengan demikian, kontraktor Bojonegoro diharapkan mampu bersaing bukan hanya di tingkat daerah, tetapi juga memiliki kapasitas untuk mengambil peluang pekerjaan yang lebih luas.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Bojonegoro mendorong pelaku usaha lokal semakin mandiri, kompetitif dan mampu menjadi bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah.






















