NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Bukan sekadar berdialog dengan warga, Bupati Bojonegoro H. Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Hj. Nurul Azizah turun langsung ke lahan dan memetik daun tembakau bersama petani di Desa Cengkir, Kecamatan Kepohbaru, Rabu (12/8/2026).
Momen tersebut menjadi bagian dari Giat Medhayoh yang digelar Pemkab Bojonegoro. Di tengah aktivitas panen, Bupati dan Wabup melihat langsung kondisi pertanian sekaligus berbincang dengan petani mengenai kebutuhan air untuk menunjang aktivitas mereka.
Ketersediaan air menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Pemkab Bojonegoro pun menyiapkan pembangunan empat embung seri untuk memperkuat pengairan lahan pertanian di Cengkir dan wilayah sekitarnya.
Kepala Desa Cengkir, Ruslan, menyebut hampir 90 persen petani di wilayahnya menanam tembakau.
“Petani panen padi dua kali. Sedangkan di sekitar wilayah embung bisa tiga kali panen. Untuk petani tembakau hampir 90 persen,” ungkap Ruslan.
Menurutnya, pertanian menjadi penopang utama kehidupan masyarakat Desa Cengkir. Desa tersebut memiliki luas sekitar 420 hektare, dengan sekitar 330 hektare berupa lahan sawah dan 70 hektare area permukiman. Sisanya berupa makam, lapangan, dan embung.
Total luas embung di Desa Cengkir mencapai sekitar 17,2 hektare. Keberadaan sumber air tersebut selama ini turut mendukung aktivitas pertanian warga.
Namun, Pemkab Bojonegoro ingin memperkuat sistem pengairan tersebut. Melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA), empat embung akan dibangun menggunakan sistem seri.
“Minimal yang terairi setiap embungnya nanti lima hektare. Rencananya kami membuat empat titik. Dari DPU SDA sudah jalan dua titik,” ujar Bupati Setyo Wahono.
Bupati menjelaskan, pembangunan embung berada di wilayah Sungai Semar Mendem. Dengan sistem seri, distribusi air diharapkan dapat tersambung hingga ke lahan petani dengan lebih cepat dan merata.
“Embung ini dibuat di wilayah Sungai Semar Mendem yang nantinya menyambung distribusi airnya ke lahan petani sehingga lebih cepat dan mengurangi beban biaya operasional,” imbuhnya.
Bagi petani tembakau, dukungan pengairan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan aktivitas pertanian dan mendukung pola tanam warga setelah musim panen.
Usai mengikuti panen tembakau, Bupati dan Wakil Bupati melanjutkan kegiatan dengan melepas benih ikan di Embung Cengkir. Rombongan kemudian menanam benih melon di Greenhouse Desa Cengkir yang berada di sekitar lokasi kegiatan.
Dalam kegiatan Medhayoh tersebut, Bupati dan Wabup juga berdialog langsung dengan masyarakat. Warga menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang kemudian ditanggapi pemerintah daerah dalam suasana akrab dan sesekali diselingi canda.
Wakil Bupati Bojonegoro Hj. Nurul Azizah menyampaikan bahwa Pemkab juga terus menangani berbagai kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari kesehatan, akses listrik hingga kondisi hunian.
Di sektor kesehatan, Pemkab menargetkan Bojonegoro dapat terbebas dari penyakit Tuberkulosis (TBC). Warga yang mengalami TBC dapat memperoleh penanganan di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun puskesmas terdekat secara gratis.
Pemkab juga menyediakan pelayanan kemoterapi, penyakit jantung, stem cell dan DSA di RSUD Sosodoro Djatikoesomo.
Untuk kebutuhan dasar lainnya, keluarga dengan desil 1 hingga 3 yang rumahnya belum tersambung listrik akan mendapatkan penyambungan secara gratis. Sementara warga desil 1 dan 2 yang ruang tamunya masih berupa tanah ditargetkan mendapat perbaikan lantai pada 2026 melalui Dinas PU Cipta Karya.
Kepala Desa Cengkir Ruslan mengapresiasi kedatangan Bupati dan Wakil Bupati. Ia berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Terima kasih, siang hari ini kumpul bersama warga dalam kegiatan. Semoga ini bisa menjadikan masyarakat Bojonegoro bahagia, makmur, membanggakan,” ujarnya.
Panen tembakau di Cengkir pun menjadi gambaran kuatnya sektor pertanian desa tersebut. Rencana empat embung seri diharapkan mampu menjawab kebutuhan air sekaligus mengurangi beban operasional petani.





















