Bojonegoro Terus Berbenah, Pemkab Siapkan Penggantian Jembatan Mojorejo–Tapelan Senilai Rp15,11 Miliar

banner 400x130

Newsbojonegoro.com | Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat komitmennya dalam membangun infrastruktur sebagai upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Salah satu langkah strategis yang diprioritaskan pada Tahun Anggaran 2026 adalah penggantian Jembatan Mojorejo–Tapelan di Kecamatan Ngraho dengan alokasi anggaran sebesar Rp15,11 miliar.

Proyek tersebut resmi masuk dalam daftar delapan Proyek Strategis Daerah (PSD) Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026 berdasarkan Keputusan Bupati Bojonegoro Nomor 188/101/KEP/412.013/2026. Penggantian Jembatan Mojorejo–Tapelan menjadi salah satu proyek yang diprioritaskan karena dinilai memiliki dampak langsung terhadap peningkatan aksesibilitas masyarakat serta penguatan konektivitas wilayah di bagian barat Kabupaten Bojonegoro.

Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP, paket pekerjaan tersebut memiliki Kode RUP 62878539, bersumber dari APBD Kabupaten Bojonegoro Tahun Anggaran 2026 dengan nilai pagu sebesar Rp15.110.000.000. Pengadaan dilaksanakan melalui metode Tender Pascakualifikasi Satu File dengan sistem Harga Terendah Sistem Gugur, sedangkan jenis kontraknya menggunakan gabungan lumsum dan harga satuan.

Baca Juga: Pemkab Bojonegoro Percepat Penyempurnaan Jembatan Ngablak, Keselamatan Warga Jadi Prioritasy

Dalam perencanaan awal, jadwal pelaksanaan kontrak ditargetkan berlangsung mulai Februari hingga November 2026. Sementara berdasarkan data LPSE, paket tender pekerjaan fisik mulai diproses sejak 3 Juni 2026 hingga 15 Juli 2026 sebagai bagian dari tahapan pengadaan penyedia jasa konstruksi.

Tak hanya menyiapkan pekerjaan konstruksi, Pemkab Bojonegoro juga melengkapi proyek tersebut dengan sejumlah paket pendukung agar pelaksanaannya berjalan optimal. Salah satunya adalah paket pengawasan konstruksi dengan pagu anggaran Rp240 juta yang telah menyelesaikan proses tender. Pengawasan tersebut bertujuan memastikan mutu pekerjaan sesuai spesifikasi teknis, tepat waktu, serta memenuhi standar konstruksi yang telah ditetapkan.

Selain pengawasan, pemerintah juga menyiapkan Dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) sebagai bagian dari tahapan perencanaan proyek. Penyusunan dokumen tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada konstruksi fisik, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan, kelancaran arus lalu lintas, serta dampak terhadap aktivitas masyarakat di sekitar lokasi proyek.

Penggantian Jembatan Mojorejo–Tapelan diharapkan mampu meningkatkan kualitas konektivitas antara Desa Mojorejo dan Desa Tapelan di Kecamatan Ngraho. Infrastruktur yang lebih representatif nantinya akan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, akses menuju fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi di wilayah barat Bojonegoro.

Kepala Desa Mojorejo, Sutikno, mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terhadap pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Menurutnya, keberadaan jembatan yang lebih baik merupakan kebutuhan masyarakat karena menjadi jalur utama yang digunakan setiap hari.

“Kami menyambut baik rencana pembangunan jembatan ini. Infrastruktur yang baik tentu akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, mulai dari memperlancar mobilitas hingga mendukung kegiatan ekonomi warga,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Tapelan, Bambang Edi Sudarto, S.Sos. Ia berharap proyek tersebut dapat segera terealisasi sehingga masyarakat semakin mudah menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Jembatan ini menjadi akses penting bagi masyarakat. Harapan kami pembangunan dapat berjalan lancar sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh warga kedua desa,” katanya.

Baca Juga: Dari Jalan Putus Diterjang Banjir Menjadi Jalur Andalan Warga, Desa Manukan Jadi Bukti Nyata Pemerataan Pembangunan Pemkab Bojonegoro

Salah seorang warga yang setiap hari memanfaatkan jalur tersebut juga menyampaikan harapannya agar pembangunan dapat segera dimulai.

“Semoga proyek ini berjalan sesuai rencana. Dengan jembatan yang lebih baik, perjalanan menjadi lebih aman dan nyaman, sekaligus memperlancar pengangkutan hasil pertanian yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat,” ungkapnya.

Masuknya penggantian Jembatan Mojorejo–Tapelan ke dalam daftar Proyek Strategis Daerah menjadi bukti bahwa Pemkab Bojonegoro terus berupaya menghadirkan pembangunan yang merata hingga pelosok desa. Selain memperkuat konektivitas antarwilayah, proyek ini diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendukung pemerataan pembangunan di Kabupaten Bojonegoro.

Melalui pembangunan infrastruktur yang terencana, berkelanjutan, dan didukung proses pengadaan yang transparan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro optimistis mampu mewujudkan jaringan transportasi yang semakin baik demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat daya saing daerah di masa mendatang.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru