Ekonomi Bojonegoro Tetap Tumbuh di Tengah Penurunan Migas

Ekonomi Bojonegoro Tumbuh 0,02 Persen pada Triwulan I-2026, Sektor Pertanian dan Jasa Jadi Penyelamat di Tengah Kontraksi Migas

Berita Utama, Ekonomi3562 Dilihat
banner 400x130

Newsbojonegoro.com | Bojonegoro – Perekonomian Kabupaten Bojonegoro tetap mampu mencatatkan pertumbuhan positif pada Triwulan I Tahun 2026 meski dihadapkan pada tantangan penurunan produksi minyak dan gas bumi (migas) yang selama ini menjadi salah satu sektor dominan dalam struktur ekonomi daerah.

Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbaru, ekonomi Bojonegoro pada Triwulan I-2026 tumbuh sebesar 0,02 persen secara tahunan (year on year/y-on-y). Capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa upaya diversifikasi ekonomi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mulai menunjukkan hasil.

Penurunan produksi migas masih memberikan tekanan terhadap perekonomian daerah. Sektor pertambangan dan penggalian tercatat mengalami kontraksi sebesar 8,78 persen (y-on-y). Padahal, sektor ini masih menjadi penyumbang terbesar dalam struktur PDRB Bojonegoro dengan kontribusi mencapai 42,03 persen.

Meski demikian, pelemahan sektor migas berhasil diimbangi oleh pertumbuhan sektor non-migas, terutama sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

Pada Triwulan I-2026, sektor pertanian mencatat kinerja sangat impresif. Didukung puncak musim panen padi, sektor ini tumbuh 65,94 persen secara triwulanan (quarter to quarter/q-to-q) dan meningkat 11,38 persen secara tahunan (y-on-y).

Pertumbuhan tersebut dinilai sebagai hasil dari berbagai program pembangunan pertanian yang selama ini dijalankan pemerintah daerah, mulai dari peningkatan dan optimalisasi jaringan irigasi, kemudahan akses pupuk bagi petani, hingga pendampingan modernisasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas.

Kinerja sektor pertanian yang kuat juga berhasil menjaga stabilitas ekonomi daerah dan mencegah Bojonegoro kembali mengalami kontraksi ekonomi seperti yang terjadi pada Triwulan IV-2023 dan Triwulan I-2024. Pada periode tersebut, pertumbuhan ekonomi tahunan masing-masing tercatat minus 3,49 persen dan 3,72 persen, akibat melemahnya sektor migas yang belum mampu diimbangi sektor lainnya.

Selain pertanian, sejumlah sektor non-migas lain juga menunjukkan perkembangan positif. Sektor akomodasi, makanan, dan minuman tumbuh sebesar 11,37 persen (y-on-y), sementara sektor jasa lainnya mencatat pertumbuhan lebih tinggi yakni 14,77 persen (y-on-y).

Pertumbuhan sektor-sektor berbasis layanan masyarakat tersebut menjadi indikasi bahwa aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak dan iklim usaha di Bojonegoro semakin berkembang.

Di tingkat regional, kontribusi ekonomi Bojonegoro juga masih tergolong kuat. Kabupaten Bojonegoro tercatat berada di peringkat ke-9 sebagai penyumbang pertumbuhan ekonomi non-migas di Jawa Timur, dengan andil sebesar 3,20 persen terhadap PDRB Provinsi Jawa Timur.

Capaian pada Triwulan I-2026 ini memberikan optimisme terhadap arah pembangunan ekonomi daerah ke depan. Ketahanan ekonomi Bojonegoro yang tetap terjaga di tengah fluktuasi sektor migas menunjukkan bahwa fondasi ekonomi masyarakat semakin kuat dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada sumber daya migas.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen untuk terus memperkuat sektor non-migas melalui hilirisasi produk pertanian, pengembangan UMKM, serta optimalisasi sektor jasa agar pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung secara merata dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *