Warga Bojonegoro Keluhkan Kelangkaan LPG 3 Kg, Disdagkop UKM. Tidak Ada Pengurangan Kuota

Berita Utama449 Dilihat
banner 400x130

News Bojonegoro – Kelangkaan gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram mulai dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro. Salah satunya terjadi di Desa Mojoranu dan Ngraseh, Kecamatan Dander. Warga mengaku kesulitan mendapatkan tabung melon tersebut yang menjadi kebutuhan pokok rumah tangga.

Mohamad To’at, pemilik pangkalan LPG di Desa Mojoranu, mengungkapkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, suplai gas 3 kg ke pangkalannya mengalami pengurangan. Akibatnya, ia banyak menerima keluhan dari pelanggan.

“Memang banyak yang ngeluh, katanya gas makin sulit dicari. Padahal saya ini hanya melayani dua desa, Mojoranu dan Ngraseh,” ujar pria yang akrab disapa Mas To’at itu, Rabu (9/7/2025).

Ia menegaskan bahwa penjualan tetap dilakukan sesuai dengan prosedur resmi. “Saya ini tertib SOP Pertamina. Penyaluran tetap sesuai aturan. Tapi karena memang dikurangi kuotanya, jadi ya cepat habis,” tambahnya.

Mas To’at menduga kelangkaan ini disebabkan oleh berkurangnya kuota subsidi dari pemerintah. Kondisi tersebut, menurutnya, sangat berdampak pada masyarakat kecil yang paling membutuhkan.

“Gas melon ini kan buat wong cilik. Kalau subsidinya dikurangi, ya kasihan masyarakat. Harapan saya, kuotanya dikembalikan seperti dulu, bahkan kalau bisa ditambah. Karena jumlah rumah tangga terus bertambah tiap tahun,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Agus Fathoni, penjual LPG di Desa Banjarejo, Kecamatan Sumberrejo. Ia mengaku pasokan LPG 3 kg di wilayahnya juga mengalami penurunan.

“Memang berkurang dan langka, walau nggak lama,” kata Agus Fathoni.

Saat dimintai tanggapan melalui WhatsApp, Mutiara Evy dari Pertamina Patra Niaga menyampaikan bahwa penyaluran LPG ke pangkalan berjalan normal dan stok tersedia.

“Namun memang pangkalan mengutamakan penjualan ke konsumen langsung,” jelas Mutiara Evy.

 

Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro, Retno Wulandari, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Pertamina dan akan segera melakukan kroscek di lapangan. Sementara ini, untuk wilayah Kecamatan Dander tidak ada pengurangan kuota,” terang Retno.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *