Pengamat: Gayatri Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Membangun Kemandirian Ekonomi Warga

Program Gayatri Bojonegoro Sudah Tepat, Solusinya Perkuat Inovasi Pakan dan Pendampingan Peternak

Berita Utama, Ekonomi1380 Dilihat
banner 400x130

NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus diarahkan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga. Di tengah munculnya perhatian terhadap kenaikan harga pakan ternak, tokoh masyarakat sekaligus pengamat kebijakan lokal, Dul Wachid, turut memberikan pandangannya terhadap pelaksanaan program tersebut.

Dul Wachid, akrab disapa Mbah Dul menilai konsep Program Gayatri telah berada pada arah yang tepat karena berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar memberikan bantuan yang bersifat konsumtif.

“Program Gayatri ini sangat bagus untuk masyarakat. Tujuannya melatih masyarakat agar mandiri dan memiliki penghasilan secara berkelanjutan. Kalau tujuannya hanya

Tokoh masyarakat sekaligus pengamat kebijakan lokal, Dul Wachid,
Tokoh masyarakat sekaligus pengamat kebijakan lokal, Dul Wachid,

pemerintah bisa saja menyalurkan BLT. Tetapi melalui Gayatri, masyarakat diberi aset produktif dan dibekali agar mampu mengembangkan usaha peternakan secara mandiri,” ujarnya.

 

Menurutnya, dinamika yang saat ini dihadapi sebagian peternak, terutama terkait kenaikan harga pakan, merupakan tantangan yang juga dialami peternak ayam di berbagai daerah. Kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kenaikan harga bahan baku, biaya distribusi, hingga perkembangan situasi ekonomi global.

“Program ini sebenarnya sudah dipersiapkan dengan matang. Namun kenaikan harga pakan merupakan dinamika pasar yang berada di luar prediksi dan tidak hanya dialami peserta Program Gayatri. Hampir seluruh peternak ayam juga merasakan kondisi yang sama,” jelasnya.

Baca Juga: Kades Sumengko Ungkap Kisah Mbah Suparman, Lansia yang Memilih Mengabdi di Kawasan Makam

Karena itu, ia menilai solusi yang perlu ditempuh bukan menghentikan program, melainkan memperkuat kapasitas penerima manfaat agar mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi pasar.

Dul Wachid mengusulkan agar Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro secara berkala mengumpulkan para penerima manfaat di tingkat desa maupun kecamatan untuk mengikuti pelatihan pembuatan pakan alternatif berbasis bahan baku lokal.

“Melalui pelatihan tersebut, masyarakat dapat mengetahui bahan baku lokal apa saja yang bisa dimanfaatkan sebagai alternatif pakan pabrikan tanpa mengurangi kualitas produksi telur. Inovasi seperti ini penting agar peternak lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada fluktuasi harga pakan di pasaran,” katanya.

Selain itu, ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menjajaki kerja sama pengadaan pakan langsung dengan produsen. Dengan kebutuhan pakan yang cukup besar, pola tersebut dinilai berpotensi menciptakan harga yang lebih efisien sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha peternakan masyarakat.

“Kalau memungkinkan, pengadaan pakan dapat difasilitasi langsung dari produsen sehingga rantai distribusinya lebih pendek dan harga yang diterima peternak menjadi lebih kompetitif. Ini bisa menjadi salah satu terobosan untuk mendukung keberlanjutan Program Gayatri,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang penerima manfaat Program Gayatri mengaku program tersebut telah memberikan manfaat bagi keluarganya. Selain memperoleh ayam petelur sebagai modal usaha, selama ini ia juga mendapatkan pendampingan dari petugas lapangan.

Baca Juga: Geopark Bojonegoro Selangkah Lagi Mendunia, Tim Nasional Nilai Siap Hadapi Asesmen UNESCO

Menurutnya, keikutsertaan dalam Program Gayatri membuka wawasan baru mengenai budidaya ayam petelur sekaligus memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga. Ia berharap ke depan pelatihan mengenai inovasi pakan serta penguatan pemasaran hasil produksi terus ditingkatkan agar usaha peternakan masyarakat semakin berkembang.

Sebagai informasi, Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha peternakan ayam petelur.

Melalui program tersebut, masyarakat tidak hanya menerima bantuan berupa ayam petelur sebagai aset produktif, tetapi juga memperoleh pendampingan agar mampu mengelola usaha secara berkelanjutan.

Pelaksanaan Program Gayatri pada tahap awal menunjukkan hasil yang cukup positif. Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, sebanyak 400 keluarga penerima manfaat (KPM) menerima bantuan 21.600 ekor ayam petelur. Hingga akhir masa produksi tahap pertama, tercatat menghasilkan 385.119 butir telur. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa program mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga.

Selain bantuan sarana produksi, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan juga memberikan pendampingan serta bimbingan teknis kepada para penerima manfaat, mulai dari manajemen pemeliharaan ayam, pemberian pakan, pengendalian kesehatan ternak, hingga pengelolaan hasil produksi.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *