Pencari Ikan Diduga Terpeleset Saat Menyetrum Ikan di Bengawan Solo, Tim SAR Lakukan Pencarian

Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Bojonegoro, Basarnas, TNI, Polri, Satpol PP, dan relawan melakukan operasi pencarian terhadap seorang warga Desa Payaman yang dilaporkan tenggelam di Sungai Bengawan Solo.

Berita Utama, Peristiwa1721 Dilihat
banner 400x130

Newsbojonegoro.com | Bojonegoro – Seorang warga Desa Payaman, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo saat mencari ikan pada Selasa (23/6/2026) malam. Hingga Rabu (24/6/2026), korban masih dalam pencarian oleh Tim SAR gabungan.

Korban diketahui bernama Muhadi (31), warga Dusun Payaman RT 03 RW 01, Desa Payaman, Kecamatan Ngraho. Ia diduga tenggelam saat mencari ikan menggunakan alat setrum bersama seorang rekannya.

Berdasarkan keterangan saksi yang merupakan teman korban, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu korban dan saksi sedang mencari ikan di aliran Bengawan Solo menggunakan metode setrum.

Saksi menuturkan, awalnya korban masih terlihat berada di dekatnya ketika keduanya menyusuri tepian sungai. Namun beberapa saat kemudian korban tidak lagi terlihat.

“Korban sebelumnya bersama saya mencari ikan dengan alat setrum. Saat saya menoleh, korban sudah tidak terlihat. Diduga korban terpeleset dan jatuh ke sungai,” ujar saksi kepada petugas.

Baca Juga: Remaja Asal Padangan Ditemukan Meninggal Setelah Tenggelam di Bengawan Solo Kasiman

Mengetahui rekannya hilang, saksi berupaya melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Namun hingga beberapa jam kemudian korban tidak ditemukan sehingga kejadian tersebut dilaporkan kepada pemerintah desa dan diteruskan kepada BPBD Bojonegoro.

Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro melalui laporan Pusdalops menyebutkan bahwa informasi kejadian diterima pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 02.30 WIB dari Pemerintah Desa Payaman.

Mendapat laporan tersebut, personel BPBD diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 06.30 WIB dan tiba sekitar pukul 08.00 WIB untuk langsung melakukan operasi pencarian.

Pada hari yang sama juga digelar apel pembukaan Operasi SAR Gabungan di Dusun Payaman. Tim pencari menggunakan tiga unit perahu karet bermotor (LCR) dan satu unit motor tempel untuk menyisir area sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga: PDAM Bojonegoro Catat Kenaikan Pendapatan, Namun Kehilangan PT Rekin Setara 3.000 Pelanggan Rumah Tangga

Korban memiliki ciri-ciri kulit sawo matang, tinggi badan sekitar 160 sentimeter, rambut hitam lurus, serta saat kejadian membawa alat setrum ikan.
Operasi pencarian melibatkan sedikitnya 31 personel gabungan yang terdiri dari BPBD Bojonegoro, Basarnas, TNI, Polri, Satpol PP, Agen Bencana, MTA, CAR, dan MDMC.

Hingga berita ini ditulis, Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian di sekitar lokasi korban diduga tenggelam di Sungai Bengawan Solo.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *