PDAM Bojonegoro Catat Kenaikan Pendapatan, Namun Kehilangan PT Rekin Setara 3.000 Pelanggan Rumah Tangga

Berita Utama, Ekonomi, Tokoh1209 Dilihat
banner 400x130

Newsbojonegoro.com | Bojonegoro – Diskusi publik bertajuk “Ngaji” (Ngobrol Asik Jengker Demokrasi) edisi ke-61 kembali digelar pada Selasa (23/6/2026) malam. Mengusung tema “BUMD dan Kontribusi untuk Pemkab”, kegiatan yang berlangsung di Copitalist, Pondok Pinang 13 tersebut menghadirkan tokoh masyarakat Siswanto, Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro Sigit Kushariyanto, serta Direktur Perumda Air Minum Tirta Buana Mandiri, Moh. Khairul Anwar, S.T., M.M., untuk membahas peran strategis BUMD dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Dalam pemaparannya, Direktur Perumda Air Minum Tirta Buana Mandiri, Moh. Khairul Anwar, S.T., M.M., menyampaikan bahwa kinerja pendapatan perusahaan daerah saat ini berada pada kisaran 1,4 sekian miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka sekitar 1,1 miliar.

Meski mengalami kenaikan secara umum, ia menegaskan bahwa pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya stabil. Hal ini disebabkan oleh hilangnya salah satu sumber pendapatan dari pelanggan industri besar berbasis proyek, yakni PT Rekayasa Industri (Rekin).

Rekin diketahui merupakan pelanggan industri yang menggunakan air PDAM dalam jumlah besar selama pelaksanaan proyek di Bojonegoro. Penggunaan air tersebut mencakup kebutuhan operasional konstruksi, tenaga kerja, hingga keperluan teknis proyek.

Baca Juga: DPRD Bojonegoro Gelar Paripurna Jawaban Bupati atas Pandangan Fraksi Terkait Pertanggungjawaban APBD 2025

Seiring berakhirnya proyek, Rekin tidak lagi menjadi pelanggan aktif PDAM karena tidak adanya kebutuhan penggunaan air dalam skala industri besar. Kondisi ini berdampak pada berkurangnya kontribusi pendapatan perusahaan daerah.

Tiga narasumber diskusi publik “Ngajai” di Bojonegoro. Dari kiri Sekretaris Komisi B DPRD Sigit Kusharianto, tokoh masyarakat Siswanto di tengah, dan Direktur PDAM Bojonegoro Moh. Khairul Anwar di kanan mengenakan baju hitam dan topi, sedang berdialog dalam forum tentang layanan air bersih dan BUMD.
Dari kiri ke kanan: Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro Sigit Kusharianto, tokoh masyarakat Siswanto, serta Direktur Perumda Air Minum Tirta Buana Mandiri (PDAM) Bojonegoro Moh. Khairul Anwar saat diskusi publik “Ngajai” edisi ke-61 di Copitalist, Pondok Pinang 13, Bojonegoro, Selasa (23/6/2026) malam. Forum tersebut membahas kualitas layanan air bersih dan penguatan peran BUMD di daerah.

Dirut PDAM menyebutkan bahwa hilangnya Rekin memberikan dampak yang cukup signifikan, di mana nilai kontribusinya setara dengan sekitar 3.000 pelanggan rumah tangga. Dengan demikian, meskipun secara total pendapatan masih meningkat, kehilangan tersebut tetap menjadi celah besar dalam struktur pendapatan PDAM.

Sebagai pembanding, PDAM juga telah menambah sekitar 3.000 sambungan pelanggan rumah tangga. Namun secara nilai ekonomi, pelanggan rumah tangga belum dapat menggantikan kontribusi pelanggan industri, mengingat perbedaan skala konsumsi yang sangat besar.

Baca Juga: Dari Desa Jumok, Cantika Wahono Dorong Gerakan Keluarga Sehat untuk Cetak Generasi Berkualitas

Selain itu, PDAM juga menjalankan program subsidi sambungan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), serta memperkuat kerja sama dengan jaringan air milik pemerintah desa untuk memperluas layanan air bersih.

Dalam penutupan kegiatan, Direktur Perumda Air Minum Tirta Buana Mandiri, Moh. Khairul Anwar, S.T., M.M., menyampaikan bahwa sebagai salah satu dari enam BUMD di Kabupaten Bojonegoro, pihaknya mendapatkan ruang yang cukup luas dari Bupati untuk melakukan koordinasi dan penguatan kolaborasi antar-BUMD.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaannya, jajaran BUMD kerap melakukan pertemuan-pertemuan kecil untuk membahas langkah kolaboratif dalam pengembangan usaha serta penguatan kinerja masing-masing perusahaan daerah.

“Dari enam BUMD, kami diberikan ruang yang cukup oleh Bapak Bupati. Kami sering melakukan meeting kecil untuk membahas kolaborasi antar-BUMD. Para direktur juga menurut saya luar biasa, memiliki visi yang jelas ke depan,” ujarnya.

Khairul menambahkan, pihaknya juga mengapresiasi berbagai masukan yang disampaikan dalam forum tersebut, termasuk dari para narasumber. Menurutnya, seluruh saran dan catatan yang masuk akan menjadi bahan evaluasi dan ditindaklanjuti oleh jajaran internal, termasuk tim teknis dan IT perusahaan.

“Semua masukan kami catat, termasuk oleh tim IT kami,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan BUMD, khususnya di sektor pelayanan air minum. Menindaklanjuti hal tersebut, PDAM mulai mengembangkan sistem digital untuk memetakan kapasitas produksi, kapasitas pompa, hingga jaringan distribusi agar lebih terukur dan transparan.

BacaJuga: Kinerja Pendapatan Menguat, Realisasi Belanja APBD Bojonegoro 2025 Tercatat 81,50 Persen

Sejak tahun 2023, PDAM juga telah membangun sistem Geographic Information System (GIS) sebagai basis data jaringan distribusi air. Sistem ini memungkinkan pemetaan jaringan secara digital, sehingga perencanaan pengembangan dan distribusi layanan dapat dilakukan lebih akurat.

Menurutnya, digitalisasi ini penting agar pengelolaan jaringan tidak lagi berbasis gambar manual atau dokumen konvensional, melainkan sudah terintegrasi dalam sistem yang dapat dipantau dan diperbarui secara berkelanjutan.

“Sekarang kami sudah mulai membangun GIS sejak 2023. Data jaringan kami sudah masuk dalam sistem, sehingga bisa dipantau secara digital,” jelasnya.

Khairul menegaskan, penguatan sistem digital ini juga didukung oleh sumber daya manusia internal yang cukup adaptif, terutama staf muda di bidang teknologi informasi yang terlibat dalam pengembangan aplikasi tersebut.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *