News Bojonegoro – Kekecewaan warga Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, memuncak. Setelah menunggu bertahun-tahun, mereka belum menerima ganti rugi atas kerusakan lahan dan tanaman akibat proyek pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. Pada Senin (5/6/2025), lebih dari 30 warga kembali menggelar aksi unjuk rasa di jalan masuk bendungan (samping pos penjagaan), dipimpin oleh Panuri, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) setempat. Mereka memasang spanduk berisi tuntutan tegas, mengancam akan menutup paksa proyek jika ganti rugi tak dibayarkan paling lambat 9 Mei 2025.
Para pengunjuk rasa meneriakkan yel-yel dan menyampaikan tuntutan mereka dengan lantang. Suasana di lokasi demonstrasi sempat tegang, namun aksi berlangsung tertib. Spanduk-spanduk yang dibentangkan mengecam lambannya respons pemerintah dan menuntut segera dibayarkannya ganti rugi. Salah satu spanduk bertuliskan: “Bayar Ganti Rugi Sebelum 9 Mei, atau Proyek Kami Tutup!”

Pantauan awak media, Ketidakjelasan informasi dan lambatnya proses pembayaran ganti rugi telah memicu kemarahan warga. Mereka merasa diabaikan dan hak-haknya diabaikan. Aksi ini merupakan bukti nyata dampak ekonomi dan sosial yang mereka derita akibat proyek senilai Rp 362 miliar dari APBD Perubahan (P-APBD) 2022 untuk pembebasan lahan. Dana tersebut seharusnya digunakan untuk membeli tanah warga yang terdampak proyek.
Bungku Susilowati, Kepala Bidang Air Baku Irigasi Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro, telah memastikan bahwa anggaran ganti rugi telah disiapkan sejak P-APBD 2022. Namun, lambatnya realisasi pembayaran memicu protes yang semakin meluas.
Menanggapi hal ini, seorang aktivis dari Aktivis Kolam Pancing (AKP) menekankan pentingnya respons cepat dan solusi adil dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Ia memperingatkan bahwa kegagalan pemerintah dalam menangani masalah ini berpotensi menimbulkan konflik yang lebih besar dan merusak citra pemerintahan. Masyarakat menantikan tindakan nyata pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan bijaksana.

















