Komisi C DPRD Bojonegoro Soroti Anomali DTSEN, 384 Ribu Keluarga Jalani Ground Check

Dinsos paparkan hasil pemutakhiran data sosial ekonomi 2026, puluhan ribu data warga ditemukan tidak sesuai kondisi lapangan.

banner 400x130

Newsbojonegoro.com | Bojonegoro – Sebanyak 384.537 keluarga di Kabupaten Bojonegoro menjadi sasaran Ground Check (GC) setelah ditemukan berbagai anomali dalam proses pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Tahun 2026. Temuan tersebut menjadi perhatian serius Komisi C DPRD Bojonegoro dalam rapat kerja bersama Dinas Sosial yang digelar di Ruang Komisi C DPRD Bojonegoro, Jumat (5/6/2026).

Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto memimpin langsung jalannya rapat yang dihadiri seluruh anggota komisi. Dalam forum tersebut, DPRD melakukan pendalaman terhadap pelaksanaan pemutakhiran DTSEN yang menjadi dasar berbagai program pemerintah, terutama bantuan sosial dan kebijakan perlindungan masyarakat.

Menurut Komisi C, kualitas data menjadi faktor penting untuk memastikan setiap program pemerintah tepat sasaran. Karena itu, DPRD menaruh perhatian khusus terhadap hasil verifikasi lapangan yang menemukan sejumlah ketidaksesuaian data masyarakat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto, S.STP, MM., dalam paparannya menjelaskan bahwa pelaksanaan Ground Check merupakan tindak lanjut hasil evaluasi verifikasi dan validasi DTSEN periode Januari hingga April 2026. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan data yang tercatat dalam sistem benar-benar sesuai dengan kondisi riil masyarakat di lapangan.

“DTSEN diarahkan menjadi single source of truth atau sumber data utama berbasis NIK yang digunakan dalam perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi kebijakan pemerintah,” terang Kepala Dinas Sosial.

Ia menjelaskan, pemutakhiran DTSEN dilakukan berdasarkan sejumlah kebijakan dan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dengan BPS Kabupaten Bojonegoro, termasuk pelaksanaan verifikasi lapangan yang berlangsung sejak Januari hingga April 2026.

Dalam rapat tersebut dijelaskan bahwa data anomali merupakan data yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian, ketidaklogisan maupun perbedaan informasi antara data yang tersimpan dalam sistem dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Untuk memastikan keakuratan data, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melaksanakan Ground Check secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur, mulai OPD, kecamatan, pemerintah desa, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, penyuluh pertanian, penyuluh peternakan hingga petugas lapangan lainnya.

Melalui mekanisme tersebut, petugas melakukan pemeriksaan secara langsung berdasarkan nama dan alamat warga guna memastikan kondisi sosial ekonomi masyarakat secara faktual.

Dinas Sosial menyebut kegiatan Ground Check dilaksanakan mulai 11 hingga 25 Mei 2026 dengan sasaran sebanyak 384.537 keluarga yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Bojonegoro.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan kepala OPD sebagai koordinator kecamatan, camat, kepala desa, sekretaris desa, pemeriksa lapangan (PML), pencacah lapangan (PCL), tenaga kesehatan, tenaga pendidik serta berbagai unsur pendukung lainnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan validitas data DTSEN sehingga dapat menjadi dasar yang kuat dalam penyusunan kebijakan pembangunan maupun penyaluran program bantuan sosial.

Dalam laporan yang disampaikan kepada Komisi C, Dinas Sosial memaparkan bahwa jumlah data awal DTSEN tercatat sebanyak 474.790 kepala keluarga. Setelah proses pemutakhiran, jumlah tersebut menjadi 454.281 kepala keluarga, dengan hasil akhir DTSEN sebanyak 414.281 kepala keluarga.

Dari hasil verifikasi lapangan, sebanyak 393.560 keluarga berhasil ditemukan, sementara 44.622 keluarga tercatat pindah atau tidak ditemukan. Selain itu terdapat 579 keluarga menolak survei, 7.184 keluarga tercatat meninggal dunia, 196 keluarga dinyatakan tidak memenuhi syarat, 40 keluarga berada dalam lembaga, serta 20.721 keluarga baru yang berhasil terdata.

Sementara itu, jumlah penduduk dalam DTSEN meningkat dari 1.189.752 jiwa menjadi 1.224.609 jiwa setelah proses pemutakhiran.

Data tersebut terdiri atas 1.153.307 jiwa tinggal bersama keluarga, 71.302 anggota keluarga baru, 10.913 jiwa pindah ke daerah lain, 1.923 jiwa pindah ke luar negeri, 11.143 jiwa meninggal dunia, serta 12.466 jiwa tidak ditemukan atau tidak dikenal.

Berdasarkan hasil pemutakhiran, jumlah penduduk dalam DTSEN Kabupaten Bojonegoro tercatat sebanyak 1.224.609 jiwa, terdiri dari 612.676 laki-laki dan 611.933 perempuan.

Rapat kerja Komisi C DPRD Bojonegoro tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya penguatan kualitas data sosial ekonomi daerah, sehingga berbagai program bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran dan akuntabel.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *