NewsBojonegoro.com | Ngawi– Upaya mendorong produktivitas pertanian sekaligus menjaga kesehatan tanah terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Salah satunya diwujudkan melalui Festival Panen Pertanian Regeneratif yang digelar Syngenta Indonesia bersama TerraBaru di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan tersebut mempertemukan petani, penyuluh, pelaku industri, serta pemangku kepentingan pertanian untuk berbagi pengalaman sekaligus melihat secara langsung penerapan praktik pertanian regeneratif di tingkat lahan.
Lebih dari 250 petani yang tergabung dalam Komunitas Petani MAJU 10 Ton dari berbagai wilayah Jawa Timur turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Regional Sales Manager Syngenta Indonesia, Khoirul Abidin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para petani untuk saling belajar dan berbagi pengalaman dalam mengembangkan praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.
“Kami bangga melihat perjalanan Komunitas Petani MAJU 10 Ton yang terus berkembang dan menjadi ruang bagi petani untuk saling belajar dan berbagi pengalaman. Kolaborasi dengan TerraBaru memperkuat upaya tersebut dengan menggabungkan perlindungan tanaman dan perhatian terhadap kesehatan tanah,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut sejalan dengan semangat Joint Effort in Sustainability, yakni mendorong kerja sama untuk menemukan solusi yang dapat memberikan manfaat bagi produktivitas petani sekaligus menjaga keberlanjutan lahan untuk generasi mendatang.
Sejalan dengan komitmen keberlanjutan Higher Yields, Lower Impact, Syngenta Indonesia juga terus mendorong penerapan praktik pertanian yang lebih baik, termasuk pendekatan pertanian regeneratif.
Dalam kolaborasi bersama TerraBaru, pendekatan perlindungan tanaman dipadukan dengan upaya meningkatkan kesehatan tanah melalui pemanfaatan TerraKarbon.
Presiden Direktur TerraBaru, Bruno Wauters, mengatakan Festival Panen Pertanian Regeneratif menjadi salah satu bentuk kolaborasi dalam mendukung pengembangan pertanian yang lebih berkelanjutan.
“Melalui kolaborasi dengan Syngenta, kita menggabungkan perlindungan tanaman dan kesehatan tanah melalui TerraKarbon. Kami berterima kasih kepada tim Syngenta dan seluruh Petani MAJU 10 Ton atas kerja keras serta dukungan yang telah diberikan. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut di Ngawi,” katanya.
Di tingkat lapangan, penerapan pertanian regeneratif juga membutuhkan keterlibatan penyuluh untuk

Kepala Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Geneng, Ida Rosmala Dewi, mengapresiasi kolaborasi yang mempertemukan petani dengan berbagai pihak untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai praktik pertanian berkelanjutan.
“Terima kasih untuk Syngenta dan TerraBaru yang sudah membangun kolaborasi dengan petani di Ngawi. Petani di sini sangat senang dengan adanya edukasi yang menyeluruh serta inovasi baru yang sangat membantu,” ungkapnya.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi para petani.
Festival Panen Pertanian Regeneratif tersebut juga menjadi ruang dialog antara petani, penyuluh, dan pelaku industri mengenai berbagai tantangan budidaya, produktivitas pertanian, serta upaya menjaga kesehatan tanah.
Melalui kegiatan tersebut, praktik pertanian regeneratif diperkenalkan tidak hanya sebagai konsep, tetapi juga melalui pengalaman dan penerapan di tingkat lahan.
Ke depan, kolaborasi Syngenta Indonesia dan TerraBaru diharapkan dapat mendukung semakin luasnya penerapan praktik pertanian regeneratif, termasuk perlindungan tanaman yang tepat dan pemanfaatan TerraKarbon, dengan tetap menyesuaikan kebutuhan serta kondisi lahan masing-masing petani.
Upaya tersebut menjadi bagian dari kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong pertanian Indonesia yang produktif, tangguh, dan berkelanjutan sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Tentang Syngenta
Syngenta adalah pemimpin global dalam inovasi pertanian dengan kehadiran di lebih dari 90 negara. Syngenta berfokus pada pengembangan teknologi dan praktik pertanian yang memberdayakan petani, sehingga mereka dapat melakukan transformasi yang diperlukan untuk memberi makan populasi dunia sambil melestarikan planet kita.
Penemuan-penemuan ilmiah yang berani dari Syngenta memberikan manfaat yang lebih baik bagi petani dan masyarakat dalam skala yang lebih besar dari sebelumnya. Dipandu oleh Prioritas Keberlanjutan, Syngenta mengembangkan teknologi dan solusi baru yang mendukung petani untuk menumbuhkan tanaman yang lebih sehat di tanah yang lebih sehat dengan hasil panen yang lebih tinggi.
Syngenta Crop Protection berkantor pusat di Basel, Swiss; Syngenta Seeds berkantor pusat di Amerika Serikat. Baca cerita kami dan ikuti kami di LinkedIn, Instagram, dan X.
Syngenta Indonesia adalah bagian dari Syngenta global dan telah hadir sejak tahun 1960-an melalui perusahaan legasinya. Syngenta Indonesia berkantor pusat di Jakarta dan memiliki empat fasilitas industri yaitu Pusat Riset dan Pengembangan Perlindungan Tanaman (Cikampek – Jawa Barat), Pabrik Produk Perlindungan Tanaman (Gunung Putri – Jawa Barat), Fasilitas Pengembangan Benih (Kediri – Jawa Timur), dan Pabrik Pemrosesan Benih (Pasuruan – Jawa Timur) yang disebut Syngenta Seed Indonesia. Lebih dari 800 karyawan kami berperan dalam memajukan pertanian di seluruh Indonesia.
Untuk mempelajari lebih lanjut tentang Syngenta Indonesia silakan kunjungi www.syngenta.co.id dan Instagram
Perlindungan data sangat penting bagi kami. Anda menerima publikasi ini berdasarkan landasan hukum Pasal 6 ayat 1 huruf f GDPR (“kepentingan yang sah”). Namun, jika Anda tidak ingin menerima informasi lebih lanjut tentang Syngenta, cukup kirimkan pesan singkat kepada kami dan kami tidak akan lagi memproses data Anda untuk tujuan ini. Anda juga dapat menemukan rincian lebih lanjut dalam pernyataan privasi kami.
Tentang TerraBaru
PT Terra Baru Indonesia adalah spesialis terkemuka di Indonesia dalam pengembangan solusi TerraKarbon untuk pemenuhan kebutuhan sektor industri dan pertanian berkelanjutan. Langkah ini didorong oleh realitas bahwa setiap tahunnya Indonesia menghasilkan sekitar 250 juta ton limbah pertanian yang belum terkelola optimal. TerraBaru hadir untuk mengubah tumpukan sisa agrikultur lokal tersebut menjadi komoditas bernilai tinggi, sekaligus mengambil peran nyata dalam menciptakan masa depan rendah emisi (net-zero future).
Melalui produk unggulan TerraKarbon, kami memproduksi material pembenah tanah kaya karbon berkualitas tinggi yang disesuaikan secara ilmiah untuk sektor manufaktur, infrastruktur, energi, hingga budi daya pangan. Dalam mewujudkan tata kelola yang berdampak luas, TerraBaru bergerak di atas empat pilar utama yaitu Feedstock, Technology, Market, serta People and Community.
Melalui ekosistem ini, kami menargetkan sasaran besar pada tahun 2030 untuk memproses lebih dari setengah juta ton limbah secara tahunan demi menurunkan emisi karbon di udara sekaligus mengembalikan kesuburan alami tanah pertanian secara berkelanjutan. Produk TerraKarbon yang dikembangkan TerraBaru juga telah lolos uji mutu dan efikasi serta terdaftar dalam izin edar Kementerian Pertanian.
Untuk mempelajari lebih lanjut tentang inovasi dan solusi berkelanjutan kami, silakan kunjungi laman resmi Terra Baru Indonesia di www.terrabaru.com serta ikuti kami di LinkedIn dan Instagram.
Pernyataan Peringatan Mengenai Pernyataan Berwawasan ke Depan
Dokumen ini mungkin mengandung pernyataan berwawasan ke depan, yang dapat diidentifikasi dengan penggunaan istilah seperti ‘mengharapkan’, ‘akan’, ‘potensi’, ‘rencana’, ‘prospek’, ‘diperkirakan’, ‘bertujuan’, ‘pada jalurnya’ dan ungkapan serupa.
Pernyataan tersebut dapat dipengaruhi oleh risiko dan ketidakpastian yang dapat menyebabkan hasil aktual berbeda secara material dari pernyataan ini.
Bagi Syngenta, risiko dan ketidakpastian tersebut meliputi risiko terkait proses hukum, persetujuan regulasi, pengembangan produk baru, peningkatan persaingan, risiko kredit pelanggan, kondisi ekonomi dan pasar secara umum, kepatuhan dan perbaikan, hak kekayaan intelektual, implementasi perubahan organisasi, penurunan nilai aset tak berwujud, persepsi konsumen terhadap tanaman dan organisme hasil rekayasa genetika atau bahan kimia pelindung tanaman, variasi iklim, fluktuasi nilai tukar dan/atau harga komoditas, pengaturan pasokan sumber tunggal, ketidakpastian politik, bencana alam, dan pelanggaran keamanan data atau gangguan teknologi informasi lainnya. Syngenta tidak berkewajiban untuk memperbarui pernyataan berwawasan ke depan guna mencerminkan hasil aktual, perubahan asumsi, atau faktor-faktor lainnya.eko
©2025 Syngenta. Cibis Nine Lt. 6, Jl. TB Simatupang No 2, Jakarta Selatan 12560, Jakarta, Indonesia.















