News Bojonegoro – Memperingati Hari Buruh Internasional 1 Mei 2025, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar sarasehan di Pendopo Malowopati, Jalan Mastumapel No. 1. Bojonegoro, Kegiatan yang bertema “Merajut Kebersamaan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Pekerja dan Produktivitas Nasional” ini dihadiri kurang lebih 150 peserta, termasuk Setyo Wahono (Bupati Bojonegoro), Dra. H. Nurul Azizah (Wakil Bupati Bojonegoro), Letkol Czi Arif Rachman Hakim S.Sos., MM (Dandim 0813/Bojonegoro), AKBP Mario Prahatinto, S.H., S.I.K., M.Si. (Kapolres Bojonegoro), Amir Sahit (Kadis Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kabupaten Bojonegoro), Mitroatin (DPRD Kabupaten Bojonegoro), Fasilah Utami (Kepala Cabang BPJS Bojonegoro), Anis Yulianti S.Kom (Ketua FSP RTMM SPSI Bojonegoro), anggota serikat pekerja FSP RTMM SPSI Bojonegoro, dan tamu undangan lainnya. Acara dipimpin oleh Djoko Lukito (Pj. Sekda Bojonegoro). Kamis (1/5/2025).
Acara yang dimulai pukul 09.15 WIB diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa. Bupati Setyo Wahono dalam sambutannya menyampaikan dukungan terhadap pengembangan industri padat karya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro. Beliau menekankan pentingnya sinergi dan kemitraan strategis antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha dalam menghadapi persaingan global. Senada dengan hal tersebut, Pj. Sekda Bojonegoro, Djoko Lukito, berharap peringatan ini menjadi momentum untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih harmonis.
Selain seremonial, peringatan Hari Buruh ini juga menjadi wadah penyampaian aspirasi pekerja. Ketua FSP RTMM SPSI Bojonegoro, Anis Yulianti, S.Kom., menyampaikan beberapa tuntutan penting, di tengah aksi unjuk rasa yang terjadi di beberapa wilayah terkait revisi UU Ketenagakerjaan, kenaikan cukai rokok, dan rencana pengenaan cukai pada makanan dan minuman. Tuntutan tersebut antara lain:
– Penolakan Kenaikan Cukai Rokok: Menyoroti dampak ekonomi terhadap pekerja berpenghasilan rendah.
– Penolakan Perda KTR: Mengkhawatirkan potensi PHK di industri terkait.
– Pencegahan PHK: Menekankan jaminan keamanan kerja dan upaya pencegahan pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor.
– Transparansi dan Ketepatan Waktu Penyaluran BLT Dana Bagi Hasil Cukai: Meminta efisiensi dan transparansi dalam penyaluran bantuan.
Setelah sambutan dan penyampaian aspirasi, acara dilanjutkan dengan pemberian santunan jaminan kematian kepada ahli waris pekerja pukul 09.45 WIB, foto bersama, dan hiburan. Kegiatan berakhir pukul 11.00 WIB.





















