Penemuan Jenazah Mister X Gegerkan Warga Ngasem, Polisi Lakukan Penyelidikan

Jenazah Ditemukan di Kawasan Hutan Jati Desa Ngadiluwih, Polisi Lakukan Identifikasi

Peristiwa572 Dilihat
banner 400x130

Newsbojonegoro.com | Bojonegoro – Warga Dusun Sendanggerong, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah perempuan tanpa identitas di kawasan hutan petak 60, Sabtu (16/5/2026) pagi.

Korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Jaswadi sekitar pukul 06.30 WIB saat hendak mencari rumput untuk pakan ternak di area hutan.

Saat tiba di lokasi, Jaswadi mendapati seorang perempuan tergeletak di tengah kawasan hutan jati dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan ke Polsek Ngasem.
Mendapat laporan warga, petugas kepolisian bersama masyarakat langsung menuju lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan proses evakuasi korban.

Dalam proses evakuasi, tampak petugas bersama warga mengangkat jenazah menggunakan kain penutup berwarna oranye melewati jalan setapak di tengah area hutan.

Kapolsek Ngasem, IPTU Mujianto, S.H., mengatakan korban hingga kini masih berstatus mister X lantaran identitasnya belum diketahui.

“Untuk sementara korban masih mister X,” ujar IPTU Mujianto.

Ia menjelaskan, saat petugas tiba di lokasi, korban ditemukan dalam posisi terlentang dengan kepala menghadap ke selatan dan kaki ke arah utara. Polisi kemudian memasang garis polisi guna menjaga status quo lokasi penemuan.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui berjenis kelamin perempuan dengan perkiraan usia sekitar 60 hingga 70 tahun. Saat ditemukan, korban mengenakan daster warna coklat bermotif garis hitam.

“Korban memiliki panjang tubuh sekitar 153 sentimeter, berkulit sawo matang, serta memiliki rambut hitam beruban dengan panjang kurang lebih 10 sentimeter,” jelas Kapolsek.

Lebih lanjut, IPTU Mujianto mengungkapkan bahwa petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban.

“Tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun terdapat cairan urine pada pakaian korban,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, korban diduga telah meninggal dunia lebih dari enam jam sebelum ditemukan warga.

“Dugaan sementara korban meninggal karena kelaparan,” imbuhnya.

Polisi juga menduga korban hidup sebatang kara. Sebab hingga saat ini tidak ada warga sekitar yang mengenali identitas korban.

“Setelah dilakukan pemeriksaan menggunakan alat handle milik Unit Identifikasi, tidak ditemukan identitas korban. Diduga korban belum pernah melakukan perekaman E-KTP,” terang IPTU Mujianto.

Usai dilakukan evakuasi, jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Bojonegoro guna menjalani pemeriksaan luar atau visum et repertum (VER) untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Pihak kepolisian memastikan proses penyelidikan masih terus dilakukan guna mengungkap identitas korban.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas korban,” tegasnya.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut agar segera menghubungi Polsek Ngasem maupun Call Center 110.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *