Peringati Hari Tani Nasional, DPC PDI Perjuangan Bojonegoro Duduk Bersama Petani Desa Padang Trucuk

Berita Utama, Tokoh498 Dilihat
banner 400x130

Newsbojonegoro.com – Suasana sederhana namun penuh keakraban tampak di area persawahan Dusun Genuk, Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Kamis (24/9/2025). Di tengah hamparan sawah, jajaran DPC PDI Perjuangan Bojonegoro menggelar bincang santai bersama para petani dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional.

Turut hadir Wakil Ketua II DPRD Bojonegoro, Bambang Sutriyono, bersama anggota Fraksi PDI Perjuangan lainnya: Natasya Devyanti, Doni Bayu Setiawan, dan Erix Maulana Heri Kiswanto. Para petani pun datang dengan antusias, menjadikan pertemuan ini terasa seperti ajang silaturahmi keluarga besar.

Bambang Sutriyono membuka dialog dengan menyampaikan salam dari Ketua DPC PDI Perjuangan Bojonegoro, H. Abidin Fikri, S.H., M.H.

Bambang Sutrisno saat memberikan sambutan

“Salam sehat, makmur, dan sejahtera dari Bapak H. Abidin Fikri untuk seluruh petani. Ada tiga persoalan krusial di sektor pertanian yang harus menjadi prioritas pemerintah daerah, yakni pengairan, ketersediaan pupuk, serta anjloknya harga padi saat panen raya. Kami dari PDI Perjuangan berkomitmen untuk terus membersamai petani dan mencari solusi bersama,” tegas Bambang.

Ia juga mengingatkan pentingnya hadir langsung di tengah petani.
“Dari petani yang setiap hari bekerja di sawah, kita bisa tahu masalah sebenarnya. Dengan semangat gotong royong, mari kita perjuangkan kesejahteraan petani, terlebih di momentum Hari Tani Nasional ini,” lanjutnya.

Senada, anggota Fraksi PDI Perjuangan, Doni Bayu Setiawan, mengajak semua pihak menempatkan pertanian sebagai fondasi utama ketahanan pangan bangsa.
“Bung Karno pernah menegaskan, petani adalah penyangga tatanan negara. Karena itu, kemakmuran petani adalah syarat utama terjaganya ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Kelompok Tani Dusun Genuk, Suhanto, menyampaikan suara hati para petani. Ia menuturkan keluhan terkait harga gabah yang sering jatuh saat panen raya dan kondisi jalan usaha tani (JUT) yang masih berupa tanah.
“Harapan kami, saat panen raya harga gabah bisa stabil. Selain itu, kami juga mengusulkan adanya bantuan sibel agar kebutuhan air di musim kemarau dapat terpenuhi,” ungkapnya.

Menjawab hal itu, Doni Bayu Setiawan menjelaskan langkah antisipasi yang sedang dipersiapkan pemerintah daerah melalui Koperasi Merah Putih dan BUMD Pangan Mandiri.
“Dengan adanya penyerapan hasil panen melalui koperasi dan BUMD, harga gabah bisa tetap terkendali sesuai harga pemerintah, sebagaimana peran Bulog,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *