NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Beragam persoalan yang dihadapi masyarakat Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, dibahas langsung bersama Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam Dialog Interaktif “Medhayoh” (Medar Perkoro Supoyo Nayoh) Edisi X Bulan Oktober 2026, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan yang digelar di rumah warga di Dusun Daplangu, Desa Napis, tersebut menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat, sekaligus membedah berbagai persoalan yang berkaitan dengan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pelayanan publik hingga kondisi wilayah Desa Napis.
Dialog mengusung tema “Peningkatan Infrastruktur Jalan dan Penguatan Akses serta Kualitas Pendidikan untuk Mendukung Pembangunan Daerah.”
Bupati Setyo Wahono hadir bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jajaran Forkopimcam Tambakrejo, kepala desa se kecamatan Tambakrejo, perangkat desa, serta pimpinan sejumlah BUMD turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Napis Diusulkan Dimekarkan
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Bupati Setyo Wahono adalah luas wilayah Desa Napis yang cukup besar.
Dalam dialog tersebut, Setyo Wahono menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mengusulkan pemekaran Desa Napis. Usulan tersebut masih dalam proses dan belum mendapatkan keputusan akhir.
Menurutnya, pemekaran bukan berkaitan dengan kepentingan politik maupun pergantian kepala desa, melainkan lebih pada upaya mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.
“Ben warga lebih gampang untuk bersilaturahmi dan berkomunikasi dengan pemerintah desa,” ujar Setyo Wahono.
Ia menyebut Desa Napis memiliki sekitar 11 dengan jumlah penduduk lebih dari 9000 jiwa. Wilayahnya juga membentang cukup luas hingga kawasan perbatasan.
Kondisi geografis tersebut, kata dia, menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan pelayanan dan pembangunan.
Setyo Wahono juga menyinggung persoalan infrastruktur jalan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat Napis.
Ia memahami jika kondisi jalan di Napis kerap menjadi sorotan. Namun, menurutnya, luas wilayah dan karakter geografis Napis membuat penanganan infrastruktur harus dilakukan secara bertahap.
“Pelan-pelan terus kita perbaiki dan kita tata,” katanya.
Jalan Napis-Watu Jago hingga Jembatan Koripan
Persoalan konektivitas wilayah kemudian dijelaskan Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Kabupaten Bojonegoro, Ir. Chusaifi Ivan Rachmanto, ST., MM.
Ia menyampaikan bahwa konektivitas wilayah menjadi salah satu program prioritas Pemkab Bojonegoro.
Untuk wilayah Napis, sejumlah ruas jalan masuk dalam program penanganan secara bertahap, termasuk ruas Napis-Watu Jago, Bagi Mboti dan Napis-Tawaran.
Pemerintah juga menyiapkan pembangunan jembatan di wilayah Koripan. Jembatan tersebut diharapkan dapat membuka akses masyarakat yang selama ini harus melalui jalur sungai.
“Secara bertahap apabila jembatan itu ada, kami akan melakukan pembangunan selanjutnya, termasuk rekonstruksi jalan di Bagi Mboti dan ruas Napis-Tawaran,” jelasnya.
Chusaifi menyebut penanganan ruas Napis-Tawaran diprogramkan melalui APBD Perubahan 2026 dan akan dilanjutkan pada 2027.
Secara keseluruhan, penanganan infrastruktur di Kecamatan Tambakrejo pada 2026 mencapai sekitar 25 titik kegiatan, meliputi rekonstruksi dan rehabilitasi jalan, rehabilitasi jembatan, pembangunan drainase hingga pembangunan TPT.
Untuk jalan desa, pemerintah kabupaten juga memberikan dukungan melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD).
Pastikan Tak Ada Anak Napis Putus Sekolah
Persoalan pendidikan juga menjadi perhatian serius dalam dialog tersebut.Bupati Setyo Wahono meminta pemerintah desa, kepala dusun dan RT ikut memastikan tidak ada anak di Desa Napis yang belum mendapatkan akses pendidikan.
Ia meminta apabila masyarakat mengetahui adanya anak yang belum sekolah, informasi tersebut segera disampaikan kepada pemerintah desa agar dapat dicarikan solusi.
“Kalau nanti ada anak Napis yang belum sekolah, saya minta tolong diinformasikan kepada kepala desa agar dicarikan solusinya,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Drs. Ec. Mokhamad Anwar Mukhtadlo, M.Si. menjelaskan bahwa pihaknya telah menugaskan guru SD dan PAUD untuk melakukan pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS), termasuk di wilayah Kecamatan Tambakrejo.

Untuk Kecamatan Tambakrejo, terdapat 17 titik penanganan infrastruktur pendidikan melalui APBD Perubahan 2026, meliputi rehabilitasi ruang kelas, fasilitas laboratorium, toilet dan sarana pendidikan lainnya.
Dorong Warga Ikut Cek Kesehatan Gratis
Tidak hanya pendidikan dan infrastruktur, Bupati Setyo Wahono juga menyoroti persoalan kesehatan masyarakat.
Ia meminta pemerintah desa ikut mendorong warga memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang tersedia melalui fasilitas kesehatan.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan penting dilakukan sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat.
Ia bahkan meminta para kepala desa menjadi contoh dengan terlebih dahulu mengikuti program tersebut.
“Harapannya Bapak Ibu menjadi orang yang sehat. Kalau tidak sehat, nanti malah merepotkan anak, cucu dan tetangga,” tutur Setyo.
Air Bersih hingga Pertanian
Dalam dialog tersebut, Bupati juga menyinggung kebutuhan air bersih bagi masyarakat Napis.
Setyo Wahono menyebut kemungkinan Napis menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan prioritas pengembangan jaringan air melalui Perumda Air Minum Tirta Buana Bojonegoro.
Selain itu, pemerintah daerah mendorong penguatan sektor pertanian melalui keberadaan BUMD pangan sebagai off-taker atau pihak yang menyerap hasil pertanian masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat akses pasar sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian warga.
Medhayoh Sekaligus Hadirkan Pelayanan Publik
Kegiatan Medhayoh di Desa Napis juga tidak hanya diisi dialog. Pemerintah menghadirkan sejumlah pelayanan publik yang dapat dimanfaatkan langsung masyarakat.
Dinas Kesehatan membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menghadirkan lapak sembako murah, sedangkan PMI Bojonegoro membuka layanan donor darah.
Dengan demikian, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan langsung antara pemerintah dan masyarakat sekaligus menghadirkan pelayanan di tengah warga.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono juga menyerahkan lima paket sembako kepada warga Desa Napis yang membutuhkan. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah sekaligus melengkapi rangkaian kegiatan Medhayoh yang menghadirkan manfaat secara langsung bagi masyarakat.

Menutup dialog, Bupati Setyo Wahono menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan Pemerintah Desa Napis atas sambutan yang diberikan.
Ia juga mempersilakan masyarakat menyampaikan aspirasi, persoalan maupun kebutuhan yang menjadi hak masyarakat.
“Kalau ingin bertanya, memberikan solusi ataupun meminta sesuatu yang memang menjadi hak masyarakat, insyaallah kami akan berusaha untuk bisa memenuhi,” pungkasnya.
















