NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bojonegoro, Dr. Hj. Cantika Wahono, menghadiri Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dekranas, TP PKK dan Tim Pembina Posyandu se-Indonesia Bagian Barat di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Cantika Wahono hadir bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Bojonegoro, Mahmudi, S.Sos., M.M., beserta sejumlah staf.
Rapat tersebut menjadi forum penguatan tata kelola kelembagaan Dekranas, TP PKK dan Tim Pembina Posyandu di daerah. Agenda meliputi penguatan struktur organisasi, pembagian tugas dan kewenangan, mekanisme koordinasi, perencanaan program, pelaksanaan kegiatan hingga monitoring dan evaluasi.
Ketua Umum Dekranas, TP PKK dan Tim Pembina Posyandu Pusat, Tri Tito Karnavian, dalam arahannya menekankan pentingnya tata kelola kelembagaan yang jelas agar setiap unsur dapat menjalankan perannya secara optimal.
Menurut Tri Tito, Dekranas, PKK dan Posyandu memiliki karakteristik, tugas serta ruang lingkup yang berbeda. Namun, ketiganya memiliki tujuan yang berkaitan dengan pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Para pengurus di daerah juga didorong memahami posisi kelembagaan masing-masing serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah. Dekranas, PKK dan Posyandu merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Kehadiran Cantika Wahono dalam forum nasional tersebut sejalan dengan perannya sebagai Ketua Dekranasda Bojonegoro yang selama ini aktif mendorong pengembangan UMKM, kerajinan dan ekonomi kreatif daerah.
Terbaru, pada 18 September 2026, Dekranasda Bojonegoro membuka peluang kolaborasi dengan Universitas Brawijaya dalam pengembangan dan pemberdayaan UMKM. Dalam kesempatan itu, Cantika menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk, desain, kemasan, branding, pemasaran digital hingga kemampuan membaca tren pasar agar UMKM Bojonegoro mampu berkembang dan memperluas akses pasar.
Penguatan sektor kerajinan juga menjadi bagian dari agenda pembinaan IKM di Bojonegoro. Pada 16 September 2026, Dinperinaker Bojonegoro menggelar Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas bagi pelaku IKM gerabah di Desa Rendeng, Kecamatan Malo.
Kegiatan tersebut dihadiri Mahmudi selaku Kepala Dinperinaker Bojonegoro serta perwakilan Dekranasda. Bimtek diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian pelaku IKM sekaligus mengembangkan inovasi produk gerabah melalui perpaduan estetika seni keramik dan teknik membatik.
Kolaborasi antara Dekranasda dan Dinperinaker juga bukan hal baru. Dalam agenda pembinaan Dekranasda dan pelaku IKM sebelumnya, Dinperinaker turut memandu penyusunan roadmap Dekranasda Bojonegoro untuk periode 2025–2030.
Keterlibatan Mahmudi dalam forum di Jakarta karena itu memiliki konteks yang berkaitan dengan penguatan sektor industri, kerajinan dan IKM yang menjadi bagian dari pembinaan di daerah.
Dalam forum tersebut, Tri Tito juga menekankan bahwa setiap daerah memiliki prioritas program masing-masing. Pelaksanaan program dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas daerah, dengan tetap mengacu pada Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Rapat di Jakarta diikuti pengurus Dekranas, TP PKK dan Tim Pembina Posyandu dari wilayah Indonesia Bagian Barat. Sementara pembekalan bagi pengurus wilayah Indonesia Bagian Tengah dan Timur dijadwalkan berlangsung pada Oktober dan November 2026.
Bagi Bojonegoro, forum tersebut menjadi bagian dari penguatan jejaring dan pemahaman kelembagaan, sekaligus membuka ruang untuk menyelaraskan program pemberdayaan masyarakat dengan kebutuhan daerah.
Kehadiran Cantika Wahono bersama unsur Dinperinaker juga memperlihatkan keterhubungan antara penguatan kelembagaan Dekranasda dengan upaya pengembangan UMKM, kerajinan dan industri kecil menengah di Kabupaten Bojonegoro.















