Sinergikan Pendidikan Vokasi dan Dunia Kerja, Pemkab Bojonegoro Perkuat Peran BKK

Rapat TKDV dan BKK diikuti 72 peserta dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta 45 Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK se-Bojonegoro untuk memperkuat link and match pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja.

banner 400x130

Newsbojonegoro.com | Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, dunia usaha, dan pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus menekan angka pengangguran, khususnya di kalangan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Rapat Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) dan Bursa Kerja Khusus (BKK) yang digelar di Ruang Angling Dharma, Lantai 2 Gedung Pemkab Bojonegoro, Senin (8/6/2026).

Kegiatan ini diikuti sebanyak 72 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, perguruan tinggi, asosiasi dunia usaha dan dunia industri, serta 45 Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK se-Kabupaten Bojonegoro. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro Mahmudi, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menegaskan bahwa forum TKDV dan BKK merupakan wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan vokasi dengan dunia kerja. Menurutnya, tantangan ketenagakerjaan saat ini menuntut adanya keselarasan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan. Pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri sehingga dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja daerah,” ujar Nurul Azizah.

Ia juga berharap keberadaan Bursa Kerja Khusus di setiap SMK dapat berperan aktif sebagai jembatan antara lulusan dengan peluang kerja yang tersedia. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, pemerintah optimistis kualitas SDM Bojonegoro akan semakin meningkat dan mampu mendukung pembangunan daerah.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah berfoto bersama peserta usai Rapat Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) dan Bursa Kerja Khusus (BKK) di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Senin (8/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi upaya memperkuat sinergi antara pendidikan vokasi, dunia usaha, dan pemerintah guna meningkatkan kualitas SDM serta menekan angka pengangguran di Kabupaten Bojonegoro.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro Mahmudi menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat fungsi TKDV dan BKK dalam mendukung penempatan tenaga kerja yang lebih efektif.

Menurut Mahmudi, keberadaan BKK memiliki peran penting dalam membantu lulusan SMK memperoleh informasi lowongan kerja, proses rekrutmen, hingga menjalin kemitraan dengan perusahaan. Oleh karena itu, sinergi antara sekolah, dunia usaha, dan pemerintah perlu terus ditingkatkan agar lulusan vokasi memiliki akses yang lebih luas terhadap kesempatan kerja.

“Melalui forum ini, kami ingin memperkuat koordinasi dan membangun kesamaan langkah antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan dunia usaha. Harapannya, lulusan SMK di Bojonegoro semakin siap memasuki dunia kerja dan mampu menjawab kebutuhan industri yang ada,” terang Mahmudi.

Ia menambahkan, penguatan pendidikan vokasi menjadi salah satu strategi penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan pasar kerja saat ini.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Bojonegoro berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pendidikan vokasi dan dunia kerja, sehingga mampu menciptakan SDM unggul serta berkontribusi terhadap penurunan angka pengangguran di Kabupaten Bojonegoro.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *